Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, baru-baru ini menyalurkan bantuan pangan secara simbolis kepada masyarakat kurang mampu di Kecamatan Bojonegara. Bantuan ini terdiri dari 89 ton beras dan 17.984 liter minyak, yang ditujukan bagi warga yang tergolong dalam desil 1 hingga desil 5.
Dalam penyerahan bantuan yang berlangsung di Kantor Desa Mangkunegara pada Rabu (20/5), Bupati Ratu Zakiyah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden dan Menteri Pertanian, atas dukungan yang diberikan. Penetapan penerima bantuan pangan ini juga mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025, jumlah penerima bantuan pangan mencapai 65.000, namun di tahun ini hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 199.000 penerima,” ungkap Ratu Zakiyah. Pernyataan ini disampaikan setelah penyerahan bantuan yang sangat dinanti oleh masyarakat.
Peran Penting Pemerintah dalam Penyaluran Bantuan Pangan
Bantuan yang diberikan dinilai sangat penting terutama bagi masyarakat yang terkena dampak dari kegagalan panen. Ratu Zakiyah menambahkan bahwa 833 hektare sawah di Kabupaten Serang mengalami gagal panen, sehingga bantuan ini sangat bermanfaat untuk meringankan beban masyarakat.
“Kami percaya bahwa pemberian bantuan ini akan membawa manfaat besar bagi warga yang terdampak,” lanjutnya. Keberadaan bantuan pangan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, juga menjelaskan bahwa distribusi bantuan pangan ini sebenarnya dijadwalkan pada bulan Maret, namun tertunda akibat fluktuasi harga kemasan untuk minyak yang meningkat tajam. Kendala tersebut diakibatkan oleh berbagai faktor eksternal yang memengaruhi harga komoditas di pasar.
Proses Distribusi dan Jumlah Penerima Manfaat Bantuan
Kesulitan dalam proses tender kemasan plastik yang digunakan untuk minyak mempengaruhi waktu penyaluran bantuan. Suhardjo mengatakan bahwa kenaikan harga plastik akibat perang di Timur Tengah menyebabkan banyak pihak mundur dari proses tender, yang pada gilirannya menghambat distribusi bantuan yang sangat dibutuhkan tersebut.
Mengenai jumlah penerima manfaat, Suhardjo mencatat bahwa bantuan pangan tahun ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2025. Jika pada tahun tersebut jumlah penerima hanya mencapai 64.255, kini dilaporkan ada hampir 200.000 penerima manfaat.
“Penyaluran bantuan pangan ini mencakup 11 desa, dengan total penerima sebanyak 4.462 orang. Untuk rincian bantuan, terdapat 89 ton beras dan 17.984 liter minyak yang siap didistribusikan,” jelas Suhardjo.
Dampak dan Tanggapan Masyarakat Terhadap Bantuan Pangan
Kehadiran para pejabat daerah dalam acara penyaluran bantuan ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap warga kurang mampu. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Serang, Maksum, dan Asda II Kabupaten Serang, Febriyanto, turut menghadiri acara tersebut untuk memberikan dukungan kepada masyarakat.
Penyaluran bantuan ini tidak hanya berupa pangan, tetapi juga disertai dengan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan. Layanan cek kesehatan gratis ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus meringankan beban mereka di masa sulit.
Para penerima manfaat pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mereka kepada pemerintah. Dengan adanya bantuan ini, mereka berharap bisa memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan lebih baik, terutama di tengah situasi yang tidak menentu.






















