Gangguan listrik yang melanda wilayah provinsi di Pulau Sumatra, termasuk Sumatera Utara, menimbulkan dampak signifikan bagi warga. Sejak pemadaman listrik terjadi pada Jumat malam sekitar pukul enam sore, banyak daerah yang masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan listrik hingga keesokan harinya.
Kondisi ini turut menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat. Beberapa warga terpaksa mencari tempat lain untuk mendapatkan aliran listrik bagi kebutuhan dasar mereka.
Di Kota Medan, banyak warga yang harus mengungsi karena tidak ada pasokan listrik. Mencari lokasi yang dapat menyediakan listrik untuk keperluan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Kesulitan Warga di Medan Akibat Pemadaman Listrik
Di Kecamatan Medan Denai, Andri berbagi pengalamannya ketika listrik padam. Ia dan keluarganya berusaha mencari tempat untuk mengisi daya telepon genggam dan lampu darurat di kantor.
“Hingga sabtu siang, listrik belum menyala,” katanya. Ia menggambarkan bagaimana kondisi ini mengganggu kegiatan keluarga sehari-hari.
Warga lainnya, Hendri dari Kecamatan Medan Tembung, juga merasakan hal yang sama. Dia mengungkapkan bahwa sampai saat ini lampu di rumahnya belum menyala.
Bagi Hendri, mencari kafe yang memiliki pasokan energi untuk mengisi daya ponsel menjadi alternatif yang harus diambil. Hal ini sejalan dengan rasa frustasi yang dirasakan oleh banyak warga lainnya.
Dampak Pemadaman Listrik Pada Kebutuhan Dasar
Akibat pemadaman listrik, banyak anggota keluarga yang terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Donni, seorang warga di Kecamatan Medan Perjuangan, mencatat bahwa padamnya listrik berdampak pada pasokan air bersih di rumahnya.
“Saya sampai harus mandi di masjid,” ungkapnya dengan nada putus asa. Pria ini merasakan betapa sulitnya mencari air bersih ketika listrik dinyalakan.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Iwan di Kecamatan Medan Area. Ia merasa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi mendapatkan pasokan listrik yang memadai.
“Kami tidak bisa bertahan di rumah tanpa listrik dan air,” tuturnya. Mengungsi menjadi pilihan terakhir untuk menjamin kebutuhan keluarga terjalankan.
Tanggapan Resmi Terkait Pemulihan Listrik
Pihak PT PLN (Persero) mencatat permohonan maaf atas gangguan yang mengguncang beberapa wilayah di Sumatra. Melalui manajer komunikasi, mereka menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan pasokan listrik secara bertahap.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” ujar pejabat PLN mengenai situasi ini. Kejadian tersebut dipicu oleh masalah pada transmisi listrik akibat cuaca ekstrem.
Per usaha pemulihan dilakukan, PLN berhasil memulihkan sebagian dari total penyulang yang terdampak. Hingga waktu tertentu, mereka mencatat sejumlah unit yang sudah kembali beroperasi, namun masih ada banyak daerah yang menunggu giliran.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, melaporkan bahwa 8,3 juta dari total 13,1 juta pelanggan yang sempat mengalami pemadaman kini telah menikmati kembali pasokan listrik.
“Petugas kami tetap bekerja tanpa henti agar listrik segera kembali normal,” pungkasnya. Dengan demikian, masyarakat di harapkan dapat segera mendapatkan kembali kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.






















