• Latest
  • Trending
  • All
Pria Bakar Ayah Kandung di Medan Akibat Stres Ditinggal Istri

Pria Bakar Ayah Kandung di Medan Akibat Stres Ditinggal Istri

July 18, 2026
Usut Aktor Intelektual Kericuhan 27 Agustus menurut Desakan Kompolnas

Usut Aktor Intelektual Kericuhan 27 Agustus menurut Desakan Kompolnas

September 3, 2026
Tak Lagi Rata Enam Juta Rupiah per Hari

Tak Lagi Rata Enam Juta Rupiah per Hari

September 3, 2026

Dana Pendidikan Dilarang Digunakan untuk MBG

September 3, 2026
Sidang Terungkap Yaqut Marah Saat Rapat Pansus Haji

Sidang Terungkap Yaqut Marah Saat Rapat Pansus Haji

September 3, 2026
Diperiksa 10 Jam, Febrie Adriansyah Dihujani 50 Pertanyaan Kasus TPPU

Diperiksa 10 Jam, Febrie Adriansyah Dihujani 50 Pertanyaan Kasus TPPU

September 3, 2026
BPJS dan Asuransi Swasta Resmi Terhubung, Berikut Skema Terbaru

BPJS dan Asuransi Swasta Resmi Terhubung, Berikut Skema Terbaru

September 3, 2026
Kebakaran Mencekam di TPA Putri Cempo Solo

Kebakaran Mencekam di TPA Putri Cempo Solo

September 3, 2026
Penurunan Timbulan Sampah Jaktim Sebanyak 865 Ton dan Penyebabnya

Penurunan Timbulan Sampah Jaktim Sebanyak 865 Ton dan Penyebabnya

September 3, 2026
Dorong Sosialisasi Registrasi Posyandu oleh Tri Tito Karnavian

Dorong Sosialisasi Registrasi Posyandu oleh Tri Tito Karnavian

September 3, 2026
Guru Medan Diduga Pukul 10 Siswa Akibat Mengundurkan Diri

Guru Medan Diduga Pukul 10 Siswa Akibat Mengundurkan Diri

September 3, 2026
Praperadilan Roy Suryo Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Praperadilan Roy Suryo Digugat ke Mahkamah Konstitusi

September 3, 2026
Brantas Abipraya Potong 29 Entitas Usaha

Brantas Abipraya Potong 29 Entitas Usaha

September 3, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, September 4, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Health

Pria Bakar Ayah Kandung di Medan Akibat Stres Ditinggal Istri

by Hendri
July 18, 2026
in Health
0
Pria Bakar Ayah Kandung di Medan Akibat Stres Ditinggal Istri
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah kehidupan sosial yang kompleks, kekerasan dalam keluarga tetap menjadi isu yang memprihatinkan. Kasus terbaru terjadi di Medan, dimana seorang pria berinisial EP (39 tahun) nekat membakar ayah kandungnya, YL (66 tahun), di depan rumah mereka di Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik, terutama karena melibatkan hubungan darah yang seharusnya dipenuhi rasa kasih sayang. Korban mengalami luka bakar serius pada bagian tangan dan kaki, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan segera melakukan penangkapan terhadap EP. Pengacara setempat menjelaskan bahwa kasus ini menandakan adanya masalah yang lebih dalam dalam hubungan keluarga tersebut.

Tempat kejadian perkara ini bukan hanya menjadi lokasi tragedi, tetapi juga gambaran realita tekanan hidup yang menimpa banyak orang di masyarakat. Kita perlu bertanya, apa penyebab di balik tindakan ekstrem seperti ini yang melibatkan anggota keluarga sendiri?

Detail Kronologi Peristiwa Kekerasan Keluarga di Medan

Menurut Iptu Herman Sentosa, Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, peristiwa yang mengejutkan ini terjadi pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB. EP dan korban terlibat dalam cekcok mulut yang sengit di depan rumah mereka, yang disaksikan oleh sejumlah warga di sekitar lokasi.

Warga sekitar sempat mencoba melerai pertengkaran tersebut, namun situasi semakin memanas. Dalam keadaan emosi yang tidak terkendali, EP mengambil bensin dari rumah untuk menyiramkan ke tubuh ayahnya sebelum akhirnya membakarnya.

Shock dan ketakutan melanda saksi-saksi yang berada di lokasi. Beruntung, mereka segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi dengan sigap berhasil mengamankan EP. Selain itu, mereka juga menyita beberapa barang bukti yang dapat mendukung penyelidikan lebih lanjut, termasuk senjata tajam yang ditemukan dalam penguasaan pelaku.

Penyelidikan dan Motif di Balik Tindakan Kekerasan

Setelah ditangkap, EP mengaku bahwa aksinya tersebut diukur oleh rasa frustasi dan stres yang dialaminya akibat ditinggal sang istri. Meskipun begitu, penyidik mengindikasikan bahwa ada faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap tindakan ini.

Pihak kepolisian tengah menggali informasi lebih dalam dari sejumlah saksi untuk mencari tahu faktor penyebab yang mendorong EP melakukan tindakan yang sangat ekstrem ini. Dalam hal ini, penting untuk mendalami konteks sosial dan emosional yang mungkin mempengaruhi pelaku.

Iptu Herman menekankan bahwa keterangan dari saksi-saksi akan menjadi kunci dalam menceritakan kronologi dan motif dari peristiwa ini. Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta lain yang mungkin belum terungkap.

Penting untuk dicatat bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga memiliki efek jangka panjang terhadap masyarakat sekitar. Masyarakat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dan bersedia untuk mengambil tindakan jika perlu.

Pentingnya Penanganan Masalah Kesehatan Mental dalam Kasus Kekerasan Keluarga

Kasus EP dan YL menunjukkan betapa krusialnya perhatian terhadap masalah kesehatan mental dalam konteks kekerasan keluarga. Seringnya, individu yang bertindak agresif sedang menghadapi masalah emosional yang serius. Dalam banyak kasus, stres serta tekanan hidup yang tidak ditangani dapat berujung pada tindakan kekerasan.

Perlu ada pendekatan multidisipliner yang menggabungkan antara penegakan hukum dan dukungan psikologis. Tes kesehatan mental seharusnya menjadi bagian dari evaluasi pada pelaku kekerasan untuk memahami lebih lanjut permasalahan yang dihadapinya.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengatasi stigma terkait kesehatan mental. Dengan menjadikan pembicaraan tentang kesehatan mental sebagai hal yang wajar, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk semua orang.

Kesadaran akan pentingnya bantuan psikologis bisa menjadi langkah awal untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Penanganan masalah ini seharusnya dimulai dari komunitas kecil, seperti lingkungan sekitar, agar setiap individu merasa diperhatikan dan tidak terabaikan.

Tags: AkibatAyahBakarDitinggalIstriKandungMedanPriaStres
Share197Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Raperda Pelindungan Perempuan DKI dari Hulu ke Hilir Sedang Dibahas

Raperda Pelindungan Perempuan DKI dari Hulu ke Hilir Sedang Dibahas

May 21, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Usut Aktor Intelektual Kericuhan 27 Agustus menurut Desakan Kompolnas

Usut Aktor Intelektual Kericuhan 27 Agustus menurut Desakan Kompolnas

September 3, 2026
Tak Lagi Rata Enam Juta Rupiah per Hari

Tak Lagi Rata Enam Juta Rupiah per Hari

September 3, 2026

Dana Pendidikan Dilarang Digunakan untuk MBG

September 3, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In