Pembangunan kota berkelanjutan di Jakarta menuntut keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencapai tujuan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif dan sejahtera bagi warganya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan pentingnya transformasi ini dan menunjukkan pencapaian Jakarta dalam meningkatkan peringkatnya di Global City Index. Menurutnya, peringkat ini merupakan indikator penting bagi keberhasilan Jakarta dalam mencapai status kota global.
Rano Karno menyampaikan bahwa setelah dilantik pada Februari 2025, Jakarta berhasil meningkatkan posisinya dalam waktu kurang dari setahun. Peningkatan dari peringkat 74 menjadi 71 menunjukkan kemajuan dan komitmen yang kuat dalam mencapai target tersebut.
Ia percaya bahwa dengan kerja keras, Jakarta bisa berada di posisi yang lebih baik, bahkan mendekati peringkat 65 pada tahun ini. Keberhasilan ini tidak hanya untuk pengakuan internasional, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta secara keseluruhan.
Untuk mewujudkan visi ini, Pemprov DKI Jakarta fokus pada pengurangan kawasan kumuh sebagai salah satu pencapaian pembangunan. Rano menjelaskan bahwa jumlah Rukun Warga (RW) kumuh berhasil ditekan hingga 50 persen dalam satu tahun terakhir, mencerminkan sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.
Transformasi Infrastruktur dan Keterlibatan Masyarakat
Ketersediaan infrastruktur yang baik menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemprov berfokus pada penyediaan infrastruktur yang terintegrasi, bukan hanya sekedar pembangunan fisik.
Rano mencontohkan penyelesaian akses menuju Jakarta International Stadium (JIS) sebagai hasil kolaborasi. Dengan adanya infrastruktur pendukung seperti stasiun kereta dan area parkir, akses menuju JIS akan semakin mudah, sehingga dapat mendukung berbagai acara seperti pertandingan sepak bola dan konser.
Kerja sama antara pemerintah daerah, pusat, dan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur sangat penting. Sinergi ini membantu menciptakan infrastruktur yang lebih terhubung dan ramah lingkungan, yang pada gilirannya akan mendukung kegiatan ekonomi di Jakarta.
Pembangunan yang berkelanjutan juga mencakup penguatan tata kelola pemerintahan. Pemprov DKI berkomitmen untuk mengoptimalkan layanan publik melalui digitalisasi, agar layanan yang diberikan lebih transparan dan efisien bagi masyarakat.
Target Jangka Panjang dan Peningkatan Kualitas Hidup
Pemprov DKI Jakarta menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 sebagai panduan dalam mencapai target pembangunan. Rencana ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penanganan perubahan iklim hingga pengelolaan lingkungan hidup.
Peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi fokus utama dalam setiap program pembangunan. Pendekatan yang inklusif dan partisipatif diharapkan dapat memastikan bahwa manfaat dari pembangunan ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Jakarta.
Pemprov juga mendorong upaya untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Jakarta berupaya untuk memperkuat daya saingnya di kancah global, sekaligus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
Kerja sama antara sektor publik dan swasta, serta dukungan masyarakat, menjadi kunci dalam mencapai visi ini. Dengan demikian, setiap elemen dalam masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan Jakarta yang lebih baik.
Sinergi untuk Masa Depan Jakarta yang Lebih Baik
Keberhasilan pembangunan kota Jakarta tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov DKI terus berupaya meningkatkan semua aspek yang mendukung kesejahteraan warga.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi contoh bahwa pembangunan kota tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi ini perlu diperkuat agar semua solusi perkotaan dapat diimplementasikan dengan baik, dari transportasi hingga lingkungan hidup.
Rano Karno menjelaskan bahwa bukan hanya pembangunan fisik yang diperlukan, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan, mereka akan merasa bagian dari kota ini dan berkomitmen untuk menjaga dan merawat lingkungan yang telah dibangun.
Kota yang berkelanjutan adalah kota yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan warganya. Oleh karena itu, penting bagi Pemprov DKI untuk terus berinovasi dan mendengar masukan dari masyarakat dalam setiap langkah pembangunan.
Melalui berbagai inisiatif, Jakarta bertekad untuk menjadi kota global yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan. Dalam proses ini, setiap elemen masyarakat memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan.




















