• Latest
  • Trending
  • All
IHSG Turun 2 Persen, Simak Penyebabnya

IHSG Turun 2 Persen, Simak Penyebabnya

October 15, 2026
Pengungkapan Kronologis 1 Ton Ketamine di Kapal MT Global 168

Pengungkapan Kronologis 1 Ton Ketamine di Kapal MT Global 168

October 23, 2026
Tersangka Kasus Travel Hanania Dikirim ke Kejaksaan

Tersangka Kasus Travel Hanania Dikirim ke Kejaksaan

October 23, 2026
Pramono: Udara Jakarta Tak Sehat Bukan Akibat Karhutla

Pramono: Udara Jakarta Tak Sehat Bukan Akibat Karhutla

October 23, 2026
Mekanisme PJJ Pesantren untuk 3 Pulau Terdampak Karhutla Siap Dilaksanakan

Mekanisme PJJ Pesantren untuk 3 Pulau Terdampak Karhutla Siap Dilaksanakan

October 23, 2026
Dandhy Laksono Tolak Hadir untuk Klarifikasi Laporan Mama Sinta Pesta Babi

Dandhy Laksono Tolak Hadir untuk Klarifikasi Laporan Mama Sinta Pesta Babi

October 23, 2026
Neraca Sehat dan Kinerja Solid, Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat dan Kinerja Solid, Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Minim Dukungan, Relawan Karhutla Tanjung Puting Menghadapi Kesulitan

Desakan Terbuka Data Korporasi Pemicu Karhutla oleh Walhi dan Greenpeace

October 23, 2026
Evaluasi KPK Terhadap Alasan Nusron Wahid Mangkir dari Dua Kali Pemeriksaan

Evaluasi KPK Terhadap Alasan Nusron Wahid Mangkir dari Dua Kali Pemeriksaan

October 23, 2026
Perkuat Akses Kesehatan Melalui Revitalisasi RSUD dan Puskesmas

Perkuat Akses Kesehatan Melalui Revitalisasi RSUD dan Puskesmas

October 23, 2026
TNI AL Amankan 2 Kapal yang Menyembunyikan 8 Ribu Kayu Ilegal di Pulau Buru

TNI AL Amankan 2 Kapal yang Menyembunyikan 8 Ribu Kayu Ilegal di Pulau Buru

October 23, 2026
Geledah BPK Jateng KPK Sita Uang Ratusan Juta Terkait Kasus Klaten

Geledah BPK Jateng KPK Sita Uang Ratusan Juta Terkait Kasus Klaten

October 23, 2026
Antam Dapat Tambang Emas Baru di Papua

Antam Dapat Tambang Emas Baru di Papua

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 24, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Turun 2 Persen, Simak Penyebabnya

by Hendri
October 15, 2026
in Lifestyle
0
IHSG Turun 2 Persen, Simak Penyebabnya
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan berat di pasar saham Indonesia, merosot signifikan pada sesi perdagangan terkini. Dengan posisi terendah di level 5.823,87, penurunan IHSG mencapai 119,16 poin, atau sekitar 2%, menunjukkan ketidakpastian yang melanda pasar dan perlunya perhatian investor terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saat ini.

Sejak awal perdagangan, IHSG menunjukkan tanda-tanda kurang bertenaga. Indeks dibuka di level 5.917,13 dan sempat menyentuh puncak harian di 5.917,70 sebelum mengalami penurunan yang tajam. Pada akhir sesi pagi, IHSG berkisar di angka 5.880 hingga 5.900, sebelum tekanan jual bertambah kuat pada pukul 10:00 WIB.

Tekanan yang terus berlangsung menyebabkan IHSG merosot menuju level terendah di 5.823,54. Dengan volume transaksi yang tercatat mencapai 143,13 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp4.335,91 miliar, aktivitas perdagangan sangat terbatas, mencerminkan kekhawatiran yang dirasakan oleh para pelaku pasar.

Menurut data yang ada, penurunan IHSG dipicu oleh anjloknya sektor infrastruktur sekitar 4,8%, diikuti oleh sektor energi yang turun 3,7%. Sektor material dasar juga mengalami penurunan sebesar 3%, menunjukkan dampak luas dari kondisi pasar yang tidak stabil ini.

Pergerakan saham-saham besar juga memberi kontribusi pada penurunan ini, dengan beberapa perusahaan seperti PT. Bayan Resources Tbk dan PT. Bank Central Asia Tbk menjadi pemberat bagi IHSG. Di sisi lain, ada beberapa saham yang berfungsi sebagai penopang, seperti PT. Capital Financial Indonesia Tbk, menunjukkan bahwa meski pasar lemah, masih ada harapan di sektor tertentu.

Situasi ini diperparah dengan sejumlah agenda dan data ekonomi yang masih membayangi pasar, termasuk pidato dari Chairman The Fed yang dapat memengaruhi kebijakan moneter global. Dalam konteks ini, para investor harus tetap waspada terhadap potensi pergerakan yang mungkin terjadi di pasar.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi IHSG dan Pasar Saham

Salah satu faktor utama yang berdampak pada IHSG adalah perkembangan geopolitik, seperti ancaman serangan dari kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan terbaru dari Houthi mengindikasikan bahwa mereka akan melanjutkan serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi, yang telah memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Ancaman ini muncul pasca serangan yang dilaporkan sebelumnya telah merusak kompleks perusahaan minyak Saudi Aramco. Situasi ini berpotensi mengganggu stabilitas pasar energi global dan, pada gilirannya, mempengaruhi ekonomi Indonesia yang juga sangat bergantung pada pergerakan harga energi.

Selain itu, data inflasi yang meningkat di Amerika Serikat turut memberikan dampak yang signifikan. Inflasi tahunan di AS naik menjadi 3,7% pada September, melampaui ekspektasi pasar dan memberikan tekanan pada banyak aset di seluruh dunia.

Dari sisi ekonomi, lonjakan harga energi, terutama bensin dan minyak pemanas, menyumbang sebagian besar dari kenaikan inflasi ini. Hal ini berpotensi mengubah arah kebijakan moneter AS, dengan implikasi yang luas bagi pasar global, termasuk IHSG.

Seiring dengan itu, inflasi yang tinggi juga menyebabkan kenaikan indeks dolar, yang saat ini berada pada level tertinggi dalam 1,5 tahun. Kenaikan nilai tukar dolar dapat memperburuk kondisi bagi rupiah, dengan potensi arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Dampak Positif dan Negatif dari Kenaikan Impor China

China baru-baru ini mengumumkan surplus perdagangan yang signifikan senilai US$133,53 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini menunjukkan permintaan global yang tetap kuat, serta meningkatkan ekspektasi bagi negara mitra dagang seperti Indonesia.

Pertumbuhan ekspor mencapai 36,3%, disertai dengan peningkatan permintaan barang dari Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi harapan untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik melalui peningkatan permintaan dari China.

Sementara itu, impor dari negara tersebut juga melonjak menjadi rekor, menandakan bahwa perekonomian China sedang pulih. Namun, kenaikan impor juga bisa menjadi tantangan jika tidak diimbangi dengan peningkatan daya saing produk local.

Di sisi lain, inflasi di China menunjukkan angka yang meningkat, dengan inflasi konsumen mencapai 0,9% pada September. Meskipun masih di bawah ekspektasi, kenaikan ini dapat mencerminkan perlunya penyesuaian dalam kebijakan ekonomi untuk menjaga pertumbuhan nasional.

Penguatan neraca dagang China yang secara kumulatif mencapai US$938,11 miliar sepanjang tahun memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap pengaruhnya terhadap keseimbangan perdagangan nasional.

Pertemuan IMF-World Bank dan Implikasinya

Di tengah ketegangan yang membayangi pasar, pertemuan IMF-World Bank di Bangkok menjadi sorotan utama, terutama diskusi yang dihadiri oleh Ketua Federal Reserve dan Direktur Pelaksana IMF. Diskusi ini berpotensi memberikan petunjuk tentang arah kebijakan moneter yang akan datang, yang sangat berpengaruh terhadap pasar global tengah berlangsung.

Dalam konteks ini, pernyataan dari Chairman The Fed akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Hal ini termasuk kemungkinan penyesuaian suku bunga yang dapat memengaruhi produktivitas dan arus modal di emerging markets, termasuk Indonesia.

Investor dan pengamat harus mencermati dengan seksama pengumuman yang dihasilkan dari diskusi tersebut, mengingat dampak luas yang dapat dihasilkan. Kebijakan yang lebih ketat bisa menjadi sinyal berisiko bagi pasar, sedangkan kebijakan yang lebih lunak bisa memberi harapan bagi aset berisiko di pasar emerging.

Pelaku pasar di Indonesia terutama harus waspada terhadap dampak luar yang dapat menegangkan pergerakan rupiah dan arus modal di waktu mendatang. Investasi dan keputusan bisnis juga harus disesuaikan dengan situasi global dan domestik yang sedang berlangsung.

Di sinilah peran masing-masing pihak untuk tetap menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan peluang yang ada, sambil tetap berhati-hati terhadap potensi risiko yang mungkin muncul.

Tags: IHSGPenyebabnyaPersenSimakTurun
Share197Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Oki dan Laksono Tetap Masuk Bursa Direksi BEI Meski Jadi Bos INA

Oki dan Laksono Tetap Masuk Bursa Direksi BEI Meski Jadi Bos INA

May 22, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Pengungkapan Kronologis 1 Ton Ketamine di Kapal MT Global 168

Pengungkapan Kronologis 1 Ton Ketamine di Kapal MT Global 168

October 23, 2026
Tersangka Kasus Travel Hanania Dikirim ke Kejaksaan

Tersangka Kasus Travel Hanania Dikirim ke Kejaksaan

October 23, 2026
Pramono: Udara Jakarta Tak Sehat Bukan Akibat Karhutla

Pramono: Udara Jakarta Tak Sehat Bukan Akibat Karhutla

October 23, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In