• Latest
  • Trending
  • All
Pindah KTP Keluar DKI Meningkat Lebih Banyak dari Pendatang Baru

Pindah KTP Keluar DKI Meningkat Lebih Banyak dari Pendatang Baru

May 6, 2026
Ketua DPRD Kepri Disanksi Gerindra Karena Naik Moge Tanpa Helm dan SIM

Ketua DPRD Kepri Disanksi Gerindra Karena Naik Moge Tanpa Helm dan SIM

May 15, 2026
Kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung RSUD Surabaya

Kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung RSUD Surabaya

May 15, 2026
Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Kaya Raya dengan 23000 Toko

Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Kaya Raya dengan 23000 Toko

May 15, 2026
Pelaku Curanmor dan Pembunuh Polisi di Lampung Tewas dalam Baku Tembak

Pelaku Curanmor dan Pembunuh Polisi di Lampung Tewas dalam Baku Tembak

May 15, 2026
Imbauan Dishub DKI untuk Pengunjung Blok M Square Tidak Memberi Tip Juru Parkir

Imbauan Dishub DKI untuk Pengunjung Blok M Square Tidak Memberi Tip Juru Parkir

May 15, 2026
Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra karena Merokok saat Rapat Main Game

Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra karena Merokok saat Rapat Main Game

May 15, 2026
Kepadatan Jalur Puncak Bogor saat Libur Kenaikan Isa Almasih

Kepadatan Jalur Puncak Bogor saat Libur Kenaikan Isa Almasih

May 15, 2026
DPR Meminta Pemerintah dan BI Menjaga Kepercayaan Pasar

DPR Meminta Pemerintah dan BI Menjaga Kepercayaan Pasar

May 15, 2026
Harta Prajogo Pangestu Hilang Rp 31,5 Triliun dalam Satu Hari

Harta Prajogo Pangestu Hilang Rp 31,5 Triliun dalam Satu Hari

May 15, 2026
Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Ramai dengan Ribuan Umat

Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Ramai dengan Ribuan Umat

May 15, 2026
Tepis Video Sel Mewah, Kalapas Cilegon Bantah Beri Perlakuan Khusus

Tepis Video Sel Mewah, Kalapas Cilegon Bantah Beri Perlakuan Khusus

May 15, 2026
Polisi Tetapkan 6 Pelajar Sebagai Tersangka Kericuhan di Tamansari Bandung

Hotel di Jakbar Jadi Sarang Narkoba, 14 Pelaku Ditangkap Bareskrim

May 15, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, May 16, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Edukasi

Pindah KTP Keluar DKI Meningkat Lebih Banyak dari Pendatang Baru

by Hendri
May 6, 2026
in Edukasi
0
Pindah KTP Keluar DKI Meningkat Lebih Banyak dari Pendatang Baru
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sebanyak 22.617 orang telah pindah keluar dari Jakarta. Angka ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam mobilitas penduduk, terutama setelah periode pascalebaran tahun 2026.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menjelaskan bahwa fenomena ini tidak mencerminkan penurunan daya tarik Jakarta, tetapi lebih pada perubahan pola hunian dan aktivitas ekonomi masyarakat. Respons terhadap Program Penataan dan Penertiban Dokumen Kependudukan Sesuai Domisili juga menjadi salah satu faktor pendorongnya.

Pergeseran Pola Hunian di Sekitar Jakarta

Banyak penduduk yang sudah lama tinggal di daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Meskipun demikian, sejumlah warga masih terdaftar menggunakan KTP-el Jakarta, sehingga program penyesuaian administrasi kependudukan menjadi sangat penting.

Biaya hidup yang meningkat di Jakarta membuat sebagian warga memilih untuk menetap di daerah penyangga. Hal ini terjadi seiring dengan munculnya berbagai pusat industri dan ekonomi baru di luar Jakarta yang menawarkan peluang lebih baik.

Kualitas hidup menjadi pertimbangan utama, di mana isu-isu seperti polusi udara, kemacetan, dan risiko banjir mendorong orang untuk mencari tempat tinggal yang lebih nyaman dan sehat. Akses transportasi publik seperti Lintas Raya Terpadu dan Moda Raya Terpadu juga menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan lokasi tinggal baru.

Data menunjukkan bahwa mayoritas warga yang pindah adalah mereka yang berada pada usia produktif. Sekitar 71,57 persen dari mereka berstatus berpenghasilan rendah, dengan salah satu alasan paling umum adalah kebutuhan akan perumahan yang lebih terjangkau.

Keberadaan tempat tinggal yang lebih terjangkau di daerah penyangga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas hidup. Dengan adanya akses yang baik ke Jakarta, para pencari kerja merasa lebih yakin untuk tinggal di luar kota.

Statistik Pendatang Baru Pascakeberangkatan dari Jakarta

Dalam periode yang sama, jumlah pendatang baru yang tercatat pascalebaran pada tahun 2026 mencapai 12.766 orang. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya yang mencatat lebih dari 20 ribu jiwa.

Pada tahun 2021 hingga 2023, jumlah pendatang baru cenderung meningkat, namun kemudian menurun menjadi sekitar 16 ribu jiwa di tahun 2024 dan 2025. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan dalam tren mobilitas masyarakat Jakarta.

UU Nomor 2 Tahun 2024 menetapkan program penataan dokumen kependudukan sesuai domisili sebagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan klasik. Ini termasuk memperbaiki perbedaan antara penduduk de jure dan de facto di Jakarta.

Di samping itu, Dinas Dukcapil juga mencatat keberadaan penduduk nonpermanen yang memiliki KTP-el dari luar DKI Jakarta. Saat ini, jumlah mereka mencapai 5.499 jiwa.

Pemerintah pun telah mengarahkan kebijakan kependudukan untuk fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yang berada di wilayah DKI Jakarta.

Dampak Sosial dan Ekonomi pada Daerah Penyangga

Pindahnya penduduk dari Jakarta ke daerah penyangga membawa dampak signifikan, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Daerah-daerah tersebut kini mengalami pertumbuhan yang lebih pesat, berkat influx masyarakat baru.

Pertumbuhan ekonomi di kota-kota penyangga turut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap layanan dan infrastruktur. Hal ini memicu perkembangan industri lokal yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru.

Namun, fenomena ini juga menimbulkan tantangan tersendiri, seperti kebutuhan akan perumahan yang terjangkau dan peningkatan layanan publik. Pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi untuk mengatasi lonjakan jumlah penduduk di daerah penyangga.

Ketidakmerataan pembangunan antara Jakarta dan daerah penyangga bisa menjadi masalah yang mengancam keseimbangan sosial. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, perencanaan yang matang sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan yang terjadi dapat menguntungkan semua pihak dan tidak menimbulkan masalah baru di masa depan.

Tags: BanyakBarudariDKIKeluarKTPLebihMeningkatPendatangPindah
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Ketua DPRD Kepri Disanksi Gerindra Karena Naik Moge Tanpa Helm dan SIM

Ketua DPRD Kepri Disanksi Gerindra Karena Naik Moge Tanpa Helm dan SIM

May 15, 2026
Kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung RSUD Surabaya

Kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung RSUD Surabaya

May 15, 2026
Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Kaya Raya dengan 23000 Toko

Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Kaya Raya dengan 23000 Toko

May 15, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In