• Latest
  • Trending
  • All
Mobil Terkenal Justru Rugi Dalam Upaya Genjot Mobil Listrik Secara Besar-besaran

Mobil Terkenal Justru Rugi Dalam Upaya Genjot Mobil Listrik Secara Besar-besaran

May 16, 2026
Walkot Jogja Temui Ahli Waris Terkait Penjualan Rumah Prof Sardjito

Walkot Jogja Temui Ahli Waris Terkait Penjualan Rumah Prof Sardjito

May 16, 2026
Dua ASN PU Dipanggil Menteri Dody Terkait Dugaan Suap dan Pelanggaran Etik

Dua ASN PU Dipanggil Menteri Dody Terkait Dugaan Suap dan Pelanggaran Etik

May 16, 2026
Kekerasan Seksual di Pesantren Marak, PKB Kumpulkan Ratusan Pondok Pesantren

Kekerasan Seksual di Pesantren Marak, PKB Kumpulkan Ratusan Pondok Pesantren

May 16, 2026
Pemuda Dipukuli hingga Jatuh ke Lantai Dasar Pasar Grogol

Pemuda Dipukuli hingga Jatuh ke Lantai Dasar Pasar Grogol

May 16, 2026
Tim Pemburu Begal Polda Metro Siaga 24 Jam Didirikan

Tim Pemburu Begal Polda Metro Siaga 24 Jam Didirikan

May 16, 2026
Ketua DPRD Kepri Disanksi Gerindra Karena Naik Moge Tanpa Helm dan SIM

Ketua DPRD Kepri Disanksi Gerindra Karena Naik Moge Tanpa Helm dan SIM

May 15, 2026
Kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung RSUD Surabaya

Kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung RSUD Surabaya

May 15, 2026
Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Kaya Raya dengan 23000 Toko

Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Kaya Raya dengan 23000 Toko

May 15, 2026
Pelaku Curanmor dan Pembunuh Polisi di Lampung Tewas dalam Baku Tembak

Pelaku Curanmor dan Pembunuh Polisi di Lampung Tewas dalam Baku Tembak

May 15, 2026
Imbauan Dishub DKI untuk Pengunjung Blok M Square Tidak Memberi Tip Juru Parkir

Imbauan Dishub DKI untuk Pengunjung Blok M Square Tidak Memberi Tip Juru Parkir

May 15, 2026
Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra karena Merokok saat Rapat Main Game

Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra karena Merokok saat Rapat Main Game

May 15, 2026
Kepadatan Jalur Puncak Bogor saat Libur Kenaikan Isa Almasih

Kepadatan Jalur Puncak Bogor saat Libur Kenaikan Isa Almasih

May 15, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, May 16, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mobil Terkenal Justru Rugi Dalam Upaya Genjot Mobil Listrik Secara Besar-besaran

by Hendri
May 16, 2026
in Lifestyle
0
Mobil Terkenal Justru Rugi Dalam Upaya Genjot Mobil Listrik Secara Besar-besaran
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada tahun 2026, dunia otomotif mengalami perubahan besar ketika salah satu produsen mobil terkemuka, Honda, melaporkan kerugian tahunan signifikan untuk pertama kalinya sejak 1955. Kerugian ini, yang mencapai 1,6 triliun yen, atau setara dengan Rp177,5 triliun, mencerminkan dampak luar biasa dari tantangan yang dihadapi industri kendaraan listrik.

Penurunan nilai investasi yang besar menimbulkan kerugian bersih sebesar 403,3 miliar yen, atau sekitar Rp44,7 triliun, padahal sebelumnya Honda diprediksikan akan mencetak laba hingga US$7,4 miliar. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya kondisi pasar otomotif di tengah perubahan kebijakan pemerintah dan dinamika ekonomi global.

Penyebab utama kerugian ini adalah perubahan kebijakan otomotif di Amerika Serikat, yang terjadi pada era kepemimpinan Donald Trump. Kebijakan tersebut termasuk pencabutan aturan emisi yang ketat dan penghapusan insentif pajak bagi pembeli kendaraan listrik, yang menjadi faktor krusial dalam penurunan penjualan EV di AS.

Pengaruh Kebijakan Baru Terhadap Pasar Kendaraan Listrik

Perubahan kebijakan di AS sangat mempengaruhi prospek kendaraan listrik. Hilangnya subsidi membuat minat masyarakat untuk membeli mobil listrik menurun drastis, meskipun harga bensin meroket. Pemain utama di industri otomotif pun harus menghadapi kenyataan pahit tersebut.

Dalam konteks tersebut, banyak produsen otomotif global yang sebelumnya berambisi berinvestasi besar dalam transisi ke kendaraan listrik kini merasa terpaksa meralat rencana mereka. Dengan harapan awal bahwa regulasi emisi akan semakin ketat, situasi saat ini membuat banyak produsen kembali berfokus pada SUV dan truk berbahan bakar bensin.

Langkah mundur ini bukan hanya melawan tren global menuju kendaraan ramah lingkungan tetapi juga mendiskreditkan investasi miliaran dolar yang telah dilakukan, yang kini terancam merugi. Pengurangan ini tentunya menyisakan pertanyaan mengenai komitmen jangka panjang terhadap masa depan elektrifikasi mobil.

Kerugian Lain di Sektor Otomotif Global

Honda bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengalami kesulitan akibat perubahan pasar ini. General Motors juga mengumumkan kerugian mencapai US$7,2 miliar, menunjukkan dampak besar dari pengurangan yang dilakukan dalam bisnis EV mereka. Ini menjadi indikasi bahwa banyak produsen menghadapi situasi serupa.

Ford mengumumkan kerugian yang lebih mencolok lagi, mencapai US$17,4 miliar, dan memperingatkan tentang potensi biaya tambahan yang mungkin akan mereka tanggung di tahun ini. Tingginya kerugian yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan ini menunjukkan betapa besar risiko yang mereka hadapi dalam menginvestasikan dana di pasar EV yang tidak menentu.

Stellantis, yang menaungi berbagai merek terkenal seperti Jeep dan Chrysler, melaporkan kerugian sebesar 25,4 miliar euro, setara dengan Rp521,97 triliun. Ini mencerminkan betapa seriusnya tantangan yang dihadapi oleh sektor otomotif dalam menghadapi transisi ke kendaraan listrik.

Prospek Masa Depan Kendaraan Listrik di Eropa dan Asia

Meskipun banyak perusahaan telah mengalami kerugian tajam, tidak semua dari mereka sepenuhnya meninggalkan komitmen terhadap kendaraan listrik. Justru sebaliknya, di banyak wilayah seperti Eropa dan Asia, aturan emisi yang diperketat terus berlanjut. Ini menegaskan pentingnya para produsen untuk tetap fokus pada pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Beberapa negara, termasuk California, sedang mempersiapkan pelarangan penjualan kendaraan bensin baru pada tahun 2035. Hal ini menjadi penanda bahwa transisi menuju kendaraan listrik masih merupakan arah yang jelas bagi regulasi global.

Kebijakan lingkungan yang semakin ketat di berbagai negara mengharuskan produsen otomotif untuk beradaptasi dan menciptakan inovasi yang lebih ramah lingkungan. Keterbatasan energi fosil dan meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim semakin menekankan pentingnya kendaraan listrik dalam strategi masa depan industri.

Tags: BesarbesaranDalamGenjotJustruListrikMobilRugiSecaraTerkenalUpaya
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Walkot Jogja Temui Ahli Waris Terkait Penjualan Rumah Prof Sardjito

Walkot Jogja Temui Ahli Waris Terkait Penjualan Rumah Prof Sardjito

May 16, 2026
Dua ASN PU Dipanggil Menteri Dody Terkait Dugaan Suap dan Pelanggaran Etik

Dua ASN PU Dipanggil Menteri Dody Terkait Dugaan Suap dan Pelanggaran Etik

May 16, 2026
Mobil Terkenal Justru Rugi Dalam Upaya Genjot Mobil Listrik Secara Besar-besaran

Mobil Terkenal Justru Rugi Dalam Upaya Genjot Mobil Listrik Secara Besar-besaran

May 16, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In