• Latest
  • Trending
  • All
Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta

Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta

June 13, 2026
Kapolri Minta Massa Demo Tidak Anarkis dan Jamin Pengamanan yang Humanis

Kapolri Minta Massa Demo Tidak Anarkis dan Jamin Pengamanan yang Humanis

October 28, 2026
Cek Link CCTV untuk Pantau Lalu Lintas Hari Ini pada Demo 28 Oktober

Cek Link CCTV untuk Pantau Lalu Lintas Hari Ini pada Demo 28 Oktober

October 28, 2026
Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus

Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus

October 28, 2026
Kepala Bakom Aksi 28 Oktober Pemerintah Terbuka Terhadap Masukan

Kepala Bakom Aksi 28 Oktober Pemerintah Terbuka Terhadap Masukan

October 28, 2026
Taj Yasin Tinjau Pembangunan Tanggul Pantai di Demak untuk Memulihkan Tambak

Taj Yasin Tinjau Pembangunan Tanggul Pantai di Demak untuk Memulihkan Tambak

October 28, 2026
Mitratel Laksanakan MESOP Tahap III dengan Harga Rp582 per Saham

Mitratel Laksanakan MESOP Tahap III dengan Harga Rp582 per Saham

October 28, 2026
Sahroni Tolak Usulan KPK Harta Pejabat yang Tidak Dilaporkan Dapat Dirampas

Sahroni Tolak Usulan KPK Harta Pejabat yang Tidak Dilaporkan Dapat Dirampas

October 28, 2026
Menkeu dan Mendagri Diskusikan Anggaran Bencana serta Insentif untuk Daerah

Menkeu dan Mendagri Diskusikan Anggaran Bencana serta Insentif untuk Daerah

October 28, 2026
Anggaran Rehab-Rekon Sumatra Tersedia Menurut Mendagri dan Menkeu

Anggaran Rehab-Rekon Sumatra Tersedia Menurut Mendagri dan Menkeu

October 28, 2026
Kebakaran Permukiman Padat di Jakarta Pusat, 31 Mobil Pemadam Dikerahkan

Kebakaran Permukiman Padat di Jakarta Pusat, 31 Mobil Pemadam Dikerahkan

October 27, 2026
Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat dan Helikopter untuk Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

October 27, 2026
Suntikan Rp7,77 Triliun untuk TOBA dari BlackRock dan Tujuan Penggunaannya

Suntikan Rp7,77 Triliun untuk TOBA dari BlackRock dan Tujuan Penggunaannya

October 27, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 28, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home News

Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta

by Hendri
June 13, 2026
in News
0
Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di Jabodetabek menggelar aksi protes untuk mengungkapkan kritik terhadap kondisi ekonomi yang dinilai memberatkan masyarakat. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Bundaran HI setelah melakukan konsolidasi di Universitas Indonesia (UI) pada Rabu malam, 10 Juni 2026.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma’shum Imawan atau Athof, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan puncak dari beragam upaya penyampaian kritik yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pemerintah belum memberikan respons yang memadai terhadap masukan yang telah disampaikan oleh mereka.

“Kami merasa telah memberikan kesempatan dan waktu yang cukup untuk pemerintah, dan saatnya untuk bertindak,” kata Athof, menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan melalui data telah diabaikan. “Pemerintah lebih memilih untuk tidak bertanggung jawab daripada menghadapi realitas yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.

Athof mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat saat ini sangat kontras dengan angka-angka pertumbuhan yang dilaporkan oleh pemerintah. Berbagai persoalan, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan pekerjaan, masih menjadi masalah sehari-hari yang dihadapi banyak orang.

Dia juga menyoroti beban pajak yang semakin memberatkan, yang semakin terasa dalam kehidupan masyarakat. “Kenyataan yang kita hadapi adalah pertumbuhan ekonomi yang hanya ada di atas kertas, sementara di meja makan rakyat keadaan tidak berubah,” ungkap Athof dengan tegas.

Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Dalam konsolidasi di UI, berbagai isu dibahas, mulai dari kebijakan perpajakan untuk pelaku UMKM hingga pengelolaan sektor pertambangan dan isu militerisme di ruang sipil.

Menurut Athof, penggabungan berbagai masalah inilah yang memotivasi mahasiswa untuk turun ke jalan dan menyuarakan aspirasinya. “Semua isu ini yang mendorong kami untuk bertindak,” jelasnya.

Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi, menambahkan bahwa mereka membawa lima tuntutan dalam aksi tersebut. Tuntutan itu meliputi penghentian pemborosan anggaran APBN, penurunan harga BBM, penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian program MBG, dan penghentian program Kopdes.

Selain itu, BEM UI juga menuntut agar pemerintah menghentikan militerisasi di ranah sipil. “Kami meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahannya dan menyadari bahwa apa yang dilakukan saat ini tidak sesuai dengan harapan rakyat,” tegas Albani.

Kritik Terhadap Kebijakan Ekonomi Pemerintah yang Dinilai Tidak Relevan

Mahasiswa menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini dirasakan semakin mengkhawatirkan, dengan angka kemiskinan yang semakin meningkat. Masyarakat merasa terjepit oleh berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada mereka, menciptakan kesenjangan antara laporan pemerintah dan kenyataan di lapangan.

Menurut para mahasiswa, angka pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah tidak sejalan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Mereka menegaskan pentingnya adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat.

Untuk itu, mahasiswa merasa harus aktif terlibat dalam mengawasi kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Mereka percaya bahwa suara mereka penting untuk memperbaiki kondisi yang ada dan mendorong perubahan yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peran Mahasiswa dalam Memperjuangkan Keadilan Sosial

Pergerakan mahasiswa dalam aksi kali ini menunjukkan pentingnya partisipasi mereka dalam menciptakan keadilan sosial. Mereka tidak hanya mengeluhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga berperan aktif dalam merumuskan solusi untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa memiliki kapasitas untuk mendorong dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Ini penting agar kebijakan yang dibuat bisa lebih relevan dan mampu menjawab tantangan yang dirasakan oleh semua pihak.

Dengan demikian, aksi ini bukan sekadar protes, tetapi juga sebuah kesempatan untuk membuka ruang bagi diskusi dan kolaborasi yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah yang ada. Mereka berharap aksi ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam perubahan sosial yang positif.

Harapan dan Tuntutan Mahasiswa untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Mahasiswa berharap aksi ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan rakyat. Dengan adanya keterlibatan aktif dari generasi muda, mereka percaya bisa mendorong pemerintah untuk meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Para mahasiswa menekankan bahwa mereka tidak hanya berjuang untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi juga untuk generasi mendatang. Harapan mereka adalah terciptanya kebijakan yang menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam jangka panjang, mereka ingin membangun sebuah sistem yang lebih transparan, adil, dan akuntabel. Dengan demikian, mereka berharap dapat meninggalkan warisan yang positif bagi masa depan bangsa dan menciptakan perubahan signifikan dalam cara pemerintah mengelola sumber daya negara.

Tags: BersahutanJadiJakartaKlaksonMahasiswaPerlawananSimbol
Share197Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Kapolri Minta Massa Demo Tidak Anarkis dan Jamin Pengamanan yang Humanis

Kapolri Minta Massa Demo Tidak Anarkis dan Jamin Pengamanan yang Humanis

October 28, 2026
Cek Link CCTV untuk Pantau Lalu Lintas Hari Ini pada Demo 28 Oktober

Cek Link CCTV untuk Pantau Lalu Lintas Hari Ini pada Demo 28 Oktober

October 28, 2026
Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus

Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus

October 28, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In