• Latest
  • Trending
  • All
Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

May 3, 2026
Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV dengan Menantu Sebagai Pelaku

Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV dengan Menantu Sebagai Pelaku

May 3, 2026
Obat Terlarang dan Warung Sembako di Kalideres Digerebek Polisi

Obat Terlarang dan Warung Sembako di Kalideres Digerebek Polisi

May 3, 2026
MGBKI Minta Dibentuk Tim Audit Selidiki Kematian Dokter Internship di RS Jambi

MGBKI Minta Dibentuk Tim Audit Selidiki Kematian Dokter Internship di RS Jambi

May 3, 2026
Pelaku Kerusuhan Dago Mendapat Pembinaan di Barak Militer

Pelaku Kerusuhan Dago Mendapat Pembinaan di Barak Militer

May 3, 2026
Muktamar 35 NU Akan Diselenggarakan pada Agustus 2026

Muktamar 35 NU Akan Diselenggarakan pada Agustus 2026

May 3, 2026
Banjir Rendam 12 RT di Jakarta Selatan Akibat Hujan Deras dan Meluapnya Kali Krukut

Banjir Rendam 12 RT di Jakarta Selatan Akibat Hujan Deras dan Meluapnya Kali Krukut

May 3, 2026
DPR dan Komnas HAM Kritisi Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi

DPR dan Komnas HAM Kritisi Ide Tim Asesor Aktivis, Pigai Berikan Klarifikasi

May 3, 2026
Orang Jawa Suka Kumpulkan Emas hingga Mengejutkan Orang China dan Eropa

Orang Jawa Suka Kumpulkan Emas hingga Mengejutkan Orang China dan Eropa

May 3, 2026
Buruh Karawang Meninggal Diduga Karena Leher Terjerat Benang Layangan

Buruh Karawang Meninggal Diduga Karena Leher Terjerat Benang Layangan

May 3, 2026
Kritik Mahasiswa Terhadap Pengamanan Ketat di UNM Saat Hardiknas Makassar

Kritik Mahasiswa Terhadap Pengamanan Ketat di UNM Saat Hardiknas Makassar

May 3, 2026
Hardiknas 2026, Dukungan Penguatan Guru dan Pemerataan Pendidikan oleh Fahira Idris DPD

Hardiknas 2026, Dukungan Penguatan Guru dan Pemerataan Pendidikan oleh Fahira Idris DPD

May 3, 2026
Sopir Mengaku Mesin Mobil Hidup Sebelum Tertabrak Kereta di Grobogan

Sopir Mengaku Mesin Mobil Hidup Sebelum Tertabrak Kereta di Grobogan

May 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, May 3, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

by Hendri
May 3, 2026
in Lifestyle
0
Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sudono Salim, yang lebih dikenal sebagai Liem Sioe Liong, merupakan salah satu nama besar dalam dunia bisnis Indonesia. Dia memiliki perjalanan yang panjang dan kompleks dalam dunia usaha, menjalin relasi erat dengan berbagai tokoh penting, termasuk Presiden Soeharto, selama lebih dari tiga dekade.

Pada masa awal kemerdekaan, Salim terlibat dalam impor cengkeh dan juga menyediakan logistik militer. Usahanya yang berkembang pesat membuatnya diperhatikan oleh Soeharto, yang saat itu masih berpangkat kolonel.

Melalui sepupu Soeharto, Sulardi, hubungan keduanya terjalin. Salim pun berperan sebagai pemasok logistik bagi pasukan Soeharto selama perjuangan merebut kemerdekaan.

Ketika Soeharto naik ke tampuk kekuasaan pada hampir tahun 1960-an, pertemanan mereka semakin menguat. Dalam buku karya Richard Borsuk dan Nancy Chng, dikatakan bahwa Liem adalah salah satu pengusaha paling berpengaruh yang mendukung Soeharto dalam menjalankan pemerintahannya.

Mereka memiliki hubungan simbiosis, di mana Salim mendapat jaminan perlindungan untuk bisnisnya, sementara Soeharto mendapatkan dukungan finansial melalui Salim Group. Hal ini memungkinkan keduanya untuk mencapai puncak kesuksesan.

Selama masa kejayaan itu, Salim berhasil membangun tiga sektor bisnis utama yaitu perbankan dengan Bank Central Asia (BCA), industri bangunan melalui Indocement, dan industri makanan dengan Bogasari serta Indofood. Namun, reputasi dan bisnisnya mengalami bencana pada krisis ekonomi 1998.

Pengaruh Krisis Ekonomi Terhadap Kerajaan Bisnis Salim

Krisis yang melanda Indonesia pada tahun 1998 menjadi titik balik tragis bagi Salim. Dalam waktu yang sangat singkat, ketidakpercayaan masyarakat terhadap bank-bank besar di Indonesia membuat nasabah berbondong-bondong menarik dananya. BCA, yang merupakan salah satu lengan bisnis Salim, mengalami tekanan yang sangat berat.

Sejarah mencatat, saat krisis melanda, banyak nasabah yang antre berjam-jam untuk menarik seluruh tabungannya. BCA, khususnya, mengalami kerugian yang sangat besar dan hampir terpaksa bangkrut. Situasi ini tidak bisa lepas dari kedekatan Salim dengan Soeharto.

Ketika sentimen anti-Soeharto merebak, Salim menjadi pejabat besar yang ditargetkan. Di tengah kerusuhan rasial pada 13 Mei 1998, Salim menjadi salah satu objek kebencian massa. Massa yang berdemonstrasi justru menyasar para pengusaha Tionghoa, dan Salim menjadi pusat perhatian dengan statusnya yang kaya raya dan relasinya dengan kekuasaan.

Tanggal 14 Mei menjadi hari yang kelam bagi Salim. Dia melihat rumah dan semua harta bendanya dihancurkan. Massa tak hanya merusak properti, tetapi juga mencibir dan menghina, menjadikan Salim sebagai simbol segala bentuk kebencian yang terjadi di masanya.

Kekacauan di Jakarta membuat situasi semakin memburuk. Salim dan keluarganya sedang berada di luar negeri ketika kerusuhan meletus. Hanya putranya, Anthony, yang bisa menghadapi gempuran massa di Jakarta, dalam kondisi menegangkan dan tidak berdaya.

Kerusuhan dan Dampaknya dalam Kehidupan Salim

Berkaca pada kerusuhan, salvo brutal terhadap semua milik Salim menjadi titik terendah. Dalam peristiwa tersebut, berbagai aset hancur, dan kekayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun sirna dalam sekejap. Ini adalah pelajaran pahit bagi pengusaha yang pernah bermitra dengan penguasa.

Setelah kerusuhan 1998, BCA terpaksa diambil alih pemerintah. Menurut catatan, 122 cabang BCA rusak parah, mengakibatkan kerugian yang sangat signifikan. Krisis tidak hanya berdampak pada BCA, tetapi juga pada induk usahanya di bisnis makanan dan konstruksi.

Indofood mengalami serangan yang sama. Pabriknya dibakar, dan pusat distribusinya menjadi sasaran amukan massa. Meski Indocement mampu bertahan, situasi di sektor perbankan menjadi terlalu sulit untuk dipulihkan.

Setelah Soeharto lengser, BCA diambil oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Sejak saat itu, Salim kehilangan kontrol atas sektor perbankan yang selama ini menjadi salah satu sumber utama kekayaannya. Salim Group harus berjuang keras untuk bangkit dari keterpurukan.

Keluarga Salim harus merestorasi dan menyesuaikan bisnis mereka setelah kehancuran yang menyakitkan. Dukungan akan datang dari sektor makanan yang terus diminati masyarakat meski dalam kondisi sulit. Maka, Indofood menjadi titik harapan untuk melanjutkan bisnis yang sempat runtuh.

Bangkitnya Kembali Kerajaan Bisnis Keluarga Salim

Sekitar 30 tahun setelah kerusuhan memilukan itu, keluarga Salim menunjukkan ketahanan luar biasa. Melalui kerja keras dan inovasi, mereka berhasil membangun kembali bisnis yang sempat runtuh. Bisnis mereka tidak lagi terbatas pada sektor makanan saja, tetapi juga merambah ke bidang migas dan konstruksi.

Salim Group kini hadir sebagai pelopor dalam berbagai industri, menunjukkan bahwa ketahanan dan adaptasi adalah kunci untuk bertahan di tengah perubahan yang tidak menentu. Prestasi ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berhasil memulihkan dari krisis, tetapi juga menemukan peluang di tengah tantangan.

Dengan keberhasilan yang kini kembali diraih, Salim menjadi simbol dari kebangkitan dan ketahanan industri Indonesia. Kisahnya menjadi pelajaran penting tentang kekuatan ketahanan dan daya juang dalam dunia bisnis yang senantiasa berubah.

Perjalanan Salim menjadi studi kasus menarik bagi para pebisnis lain tentang bagaimana sebuah kerajaan bisnis dapat dibangun, hancur, dan kemudian dibangkitkan kembali setelah menghadapi krisis yang ekstrem.

Tags: BerjayaBisnisDekadeJatuhnyaKerajaanKisahSelamaSetelahTiga
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV dengan Menantu Sebagai Pelaku

Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru Terekam CCTV dengan Menantu Sebagai Pelaku

May 3, 2026
Obat Terlarang dan Warung Sembako di Kalideres Digerebek Polisi

Obat Terlarang dan Warung Sembako di Kalideres Digerebek Polisi

May 3, 2026
Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

May 3, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In