• Latest
  • Trending
  • All
Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta

Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta

June 13, 2026
Iskandar Istorus Diduga Mengganggu Proses Penyidikan Kasus Bea Cukai

Iskandar Istorus Diduga Mengganggu Proses Penyidikan Kasus Bea Cukai

June 13, 2026
Kenaikan Pengguna Transportasi Umum Jadi Kado HUT DKI Menurut Pramono

Kenaikan Pengguna Transportasi Umum Jadi Kado HUT DKI Menurut Pramono

June 13, 2026
Tukang Gali Kubur Temukan Emas 2,4 Kilogram di Cirebon

Tukang Gali Kubur Temukan Emas 2,4 Kilogram di Cirebon

June 13, 2026
Angka Kematian Jemaah Haji Tertinggi Terjadi di Jatim Menurut Wamenhaj

Angka Kematian Jemaah Haji Tertinggi Terjadi di Jatim Menurut Wamenhaj

June 13, 2026
Pengacara soal Rp30 M Kasus Bea Cukai Cuma Klaim Terdakwa

Pengacara soal Rp30 M Kasus Bea Cukai Cuma Klaim Terdakwa

June 13, 2026
Sidang Pimpinannya Ungkap Dugaan Penerimaan Rp21 M Dirjen Bea Cukai

Sidang Pimpinannya Ungkap Dugaan Penerimaan Rp21 M Dirjen Bea Cukai

June 12, 2026
Dua Mahasiswa Diamankan Polisi dalam Aksi di DPRD Solo

Dua Mahasiswa Diamankan Polisi dalam Aksi di DPRD Solo

June 12, 2026
Warga Lansia Semakin Banyak, Peluang Bisnis Senior Living Meningkat

Warga Lansia Semakin Banyak, Peluang Bisnis Senior Living Meningkat

June 12, 2026
Massa Dorong Saling Terhadap Aparat Saat Mencoba Terobos Barikade

Massa Dorong Saling Terhadap Aparat Saat Mencoba Terobos Barikade

June 12, 2026
Infografis Tim dan Jadwal Piala Dunia 2026

Infografis Tim dan Jadwal Piala Dunia 2026

June 12, 2026
Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini

Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini

June 12, 2026
Orang Kepercayaan Jadi Tersangka dalam Kasus Sony Sonjaya

Orang Kepercayaan Jadi Tersangka dalam Kasus Sony Sonjaya

June 12, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, June 13, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home News

Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta

by Hendri
June 13, 2026
in News
0
Klakson Bersahutan Jadi Simbol Perlawanan Mahasiswa di Jakarta
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di Jabodetabek menggelar aksi protes untuk mengungkapkan kritik terhadap kondisi ekonomi yang dinilai memberatkan masyarakat. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Bundaran HI setelah melakukan konsolidasi di Universitas Indonesia (UI) pada Rabu malam, 10 Juni 2026.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma’shum Imawan atau Athof, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan puncak dari beragam upaya penyampaian kritik yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pemerintah belum memberikan respons yang memadai terhadap masukan yang telah disampaikan oleh mereka.

“Kami merasa telah memberikan kesempatan dan waktu yang cukup untuk pemerintah, dan saatnya untuk bertindak,” kata Athof, menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan melalui data telah diabaikan. “Pemerintah lebih memilih untuk tidak bertanggung jawab daripada menghadapi realitas yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.

Athof mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat saat ini sangat kontras dengan angka-angka pertumbuhan yang dilaporkan oleh pemerintah. Berbagai persoalan, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan pekerjaan, masih menjadi masalah sehari-hari yang dihadapi banyak orang.

Dia juga menyoroti beban pajak yang semakin memberatkan, yang semakin terasa dalam kehidupan masyarakat. “Kenyataan yang kita hadapi adalah pertumbuhan ekonomi yang hanya ada di atas kertas, sementara di meja makan rakyat keadaan tidak berubah,” ungkap Athof dengan tegas.

Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Dalam konsolidasi di UI, berbagai isu dibahas, mulai dari kebijakan perpajakan untuk pelaku UMKM hingga pengelolaan sektor pertambangan dan isu militerisme di ruang sipil.

Menurut Athof, penggabungan berbagai masalah inilah yang memotivasi mahasiswa untuk turun ke jalan dan menyuarakan aspirasinya. “Semua isu ini yang mendorong kami untuk bertindak,” jelasnya.

Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi, menambahkan bahwa mereka membawa lima tuntutan dalam aksi tersebut. Tuntutan itu meliputi penghentian pemborosan anggaran APBN, penurunan harga BBM, penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian program MBG, dan penghentian program Kopdes.

Selain itu, BEM UI juga menuntut agar pemerintah menghentikan militerisasi di ranah sipil. “Kami meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahannya dan menyadari bahwa apa yang dilakukan saat ini tidak sesuai dengan harapan rakyat,” tegas Albani.

Kritik Terhadap Kebijakan Ekonomi Pemerintah yang Dinilai Tidak Relevan

Mahasiswa menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini dirasakan semakin mengkhawatirkan, dengan angka kemiskinan yang semakin meningkat. Masyarakat merasa terjepit oleh berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada mereka, menciptakan kesenjangan antara laporan pemerintah dan kenyataan di lapangan.

Menurut para mahasiswa, angka pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah tidak sejalan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Mereka menegaskan pentingnya adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat.

Untuk itu, mahasiswa merasa harus aktif terlibat dalam mengawasi kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Mereka percaya bahwa suara mereka penting untuk memperbaiki kondisi yang ada dan mendorong perubahan yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peran Mahasiswa dalam Memperjuangkan Keadilan Sosial

Pergerakan mahasiswa dalam aksi kali ini menunjukkan pentingnya partisipasi mereka dalam menciptakan keadilan sosial. Mereka tidak hanya mengeluhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga berperan aktif dalam merumuskan solusi untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa memiliki kapasitas untuk mendorong dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Ini penting agar kebijakan yang dibuat bisa lebih relevan dan mampu menjawab tantangan yang dirasakan oleh semua pihak.

Dengan demikian, aksi ini bukan sekadar protes, tetapi juga sebuah kesempatan untuk membuka ruang bagi diskusi dan kolaborasi yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah yang ada. Mereka berharap aksi ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam perubahan sosial yang positif.

Harapan dan Tuntutan Mahasiswa untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Mahasiswa berharap aksi ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan rakyat. Dengan adanya keterlibatan aktif dari generasi muda, mereka percaya bisa mendorong pemerintah untuk meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Para mahasiswa menekankan bahwa mereka tidak hanya berjuang untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi juga untuk generasi mendatang. Harapan mereka adalah terciptanya kebijakan yang menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam jangka panjang, mereka ingin membangun sebuah sistem yang lebih transparan, adil, dan akuntabel. Dengan demikian, mereka berharap dapat meninggalkan warisan yang positif bagi masa depan bangsa dan menciptakan perubahan signifikan dalam cara pemerintah mengelola sumber daya negara.

Tags: BersahutanJadiJakartaKlaksonMahasiswaPerlawananSimbol
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
KY Selidiki Dugaan Pelanggaran Etik pada Sidang Kasus Andrie Yunus

KY Selidiki Dugaan Pelanggaran Etik pada Sidang Kasus Andrie Yunus

May 13, 2026
UGM Berusaha Memanfaatkan Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Akan Dijual

UGM Berusaha Memanfaatkan Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Akan Dijual

May 20, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Iskandar Istorus Diduga Mengganggu Proses Penyidikan Kasus Bea Cukai

Iskandar Istorus Diduga Mengganggu Proses Penyidikan Kasus Bea Cukai

June 13, 2026
Kenaikan Pengguna Transportasi Umum Jadi Kado HUT DKI Menurut Pramono

Kenaikan Pengguna Transportasi Umum Jadi Kado HUT DKI Menurut Pramono

June 13, 2026
Tukang Gali Kubur Temukan Emas 2,4 Kilogram di Cirebon

Tukang Gali Kubur Temukan Emas 2,4 Kilogram di Cirebon

June 13, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In