Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) mengumumkan bahwa Muktamar ke-35 akan diadakan pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Acara ini dimaksudkan sebagai titik fokus bagi berbagai kegiatan dan perencanaan di lingkungan NU.
Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU, Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dengan Muktamar. Dengan harapan dapat menghadirkan berbagai agenda yang bermanfaat, pemilihan tema pun menjadi unsur penting yang harus diperhatikan.
Nuh dalam konferensi pers menegaskan bahwa Muktamar akan diawali dengan Munas dan Konbes. Ini adalah momen signifikan yang diharapkan dapat menguatkan posisi NU di masyarakat.
Walaupun tanggal sudah ditentukan, lokasi konkret untuk penyelenggaraan Muktamar masih dalam tahap pertimbangan. Beberapa daerah telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah, dan lokasi akan diputuskan setelah evaluasi menyeluruh.
Daerah-daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Barat mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah. Pihak PBNU akan membentuk tim untuk meninjau kelayakan lokasi-lokasi ini secara serius.
Proses Penentuan Lokasi Muktamar NU Menuju Kesuksesan
Tim yang akan dibentuk bertugas untuk melakukan review terhadap tempat-tempat yang telah diajukan. Ini akan melibatkan tinjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan setiap lokasi. Proses ini sangat penting agar Muktamar ke-35 dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Pertimbangan untuk menentukan lokasi muktamar berfokus pada berbagai faktor penting. Salah satu yang utama adalah kelayakan sarana dan prasarana yang harus ada untuk mendukung acara besar ini.
Selain itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama dalam penentuan lokasi. Sebab, Muktamar merupakan acara besar yang melibatkan banyak peserta, sehingga keselamatan mereka harus terjamin.
Kesiapan finansial dari daerah penyelenggara juga menjadi buah pikiran yang tak kalah penting. Keterlibatan berbagai pihak dari daerah, termasuk masyarakat dan pegawai lembaga, akan sangat menunjang jalannya acara.
Aspek spiritual dianggap sangat krusial dalam pengambilan keputusan. Hal ini menjadi ciri khas dalam NU yang selalu mengedepankan nilai-nilai spiritual dalam setiap tindakan dan keputusan penting yang diambil.
Empat Aspek Utama dalam Penentuan Tuan Rumah Muktamar
Ketika mempertimbangkan lokasi Muktamar, terdapat empat aspek yang harus diperhatikan secara seksama. Pertama adalah kelayakan fasilitas yang ada untuk mendukung seluruh aktivitas selama muktamar berlangsung. Ini termasuk ruang sidang, akomodasi, dan sarana transportasi.
Kedua adalah aspek keamanan yang harus dijamin sepenuhnya. Penyelenggaraan muktamar di tempat yang tidak aman dapat mengganggu jalannya kegiatan dan merugikan peserta.
Ketiga, kesiapan finansial daerah juga harus dievaluasi. Apakah daerah tersebut dapat mendukung kegiatan ini dari sisi pendanaan dan anggaran yang diperlukan untuk muktamar.
Terakhir, aspek spiritual menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. NU selalu melibatkan nilai-nilai keagamaan dalam menentukan berbagai hal penting, termasuk lokasi penyelenggaraan muktamar yang penuh dengan makna spiritual.
Mohammad Nuh mencontohkan penentuan lokasi Munas-Konbes 2026 yang juga melalui proses peninjauan mendalam. Proses yang sama akan diterapkan untuk Muktamar ke-35 agar hasilnya dapat memuaskan seluruh umat.
Tema Muktamar ke-35: Menjaga Marwah untuk Kemaslahatan Bangsa
Tema yang akan diusung pada Muktamar ke-35 direncanakan sejalan dengan tema Munas-Konbes 2026. Tema tersebut adalah “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”, yang dianggap sangat relevan di era saat ini.
Lebih dari sekadar tema, diharapkan Muktamar ini bisa menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah NU, menandai awal abad kedua NU. Pihak panitia berharap dapat memperkuat peran organisasi dalam memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Muktamar diharapkan dapat menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi menghadapi tantangan masa depan. Setiap pihak diharapkan aktif berpartisipasi dan memberikan ide-ide yang konstruktif guna semakin menguatkan dampak positif NU di masyarakat.
Dengan memperhatikan semua aspek di atas, penyelenggaraan Muktamar ke-35 diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah organisasi ini. Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.
Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat luas menuju masa depan yang lebih baik.






















