Sebanyak 32 siswa sekolah dasar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban dugaan pencabulan oleh seorang pria lanjut usia berinisial MD, yang berusia 60 tahun. Insiden ini terungkap dari laporan orang tua yang mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada bulan Juni 2026.
Pelaku, yang diketahui merupakan pemilik warung di depan sekolah, mencabuli para siswa pada saat-saat mereka membeli jajanan. Fenomena ini merupakan sebuah tragedi yang menunjukkan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Awalnya, laporan yang diterima menunjukkan bahwa hanya ada tiga anak yang menjadi korban. Namun, setelah dilakukan pendataan lebih lanjut melalui pertemuan antara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), orang tua, dan guru, jumlah korban meningkat menjadi 32 siswa.
Penanganan Kasus Pencabulan di Makassar oleh Kepolisian
Fony Ataul, Sekretaris Shelter Warga Kelurahan Antang Dinas PPPA Makassar, menjelaskan modus operandi pelaku. Ia menyebutkan bahwa berbagai tindakan cabul terjadi ketika para siswa berbelanja di warung terduga pelaku.
Momen-momen saat anak-anak itu membeli jajanan adalah yang paling rentan, sering kali terjadi saat jam istirahat atau sebelum masuk kelas. Ini menimbulkan keprihatinan mendalam mengenai keamanan anak-anak di lingkungan sekolah.
Fony menyebutkan beberapa kasus di mana anak-anak dipegang dan bahkan mengalami luka akibat tindakan pelecehan. Kasus ini sempat dilaporkan ke Polrestabes Makassar namun dicabut oleh pelapor. Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam penanganan kasus yang melibatkan anak-anak.
Penambahan Jumlah Korban dan Tindak Lanjut dari Pihak Berwenang
Setelah laporan awal dicabut, terdapat pelapor baru yang memberikan informasi ke pihak kepolisian mengenai tindakan pencabulan tersebut pada tanggal 17 Juli. Ini menjadi titik balik bagi proses hukum yang sempat mandek dalam beberapa waktu.
Menurut Iptu Ariyanto, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, pihaknya sudah menerima laporan terkait sejumlah kasus pencabulan ini. Pengadilan mulai memproses kasus tersebut setelah pelaku ditetapkan sebagai tersangka.
Ini adalah contoh nyata tentang bagaimana masyarakat dan pihak kepolisian bersikap proaktif dalam melindungi anak-anak. Deteksi awal adalah langkah pertama yang krusial dalam mencegah lebih banyak korban.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Melindungi Anak
Kejadian di Makassar menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan keamanan anak dalam komunitas. Setiap orang dewasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.
Pendidikan kepada anak-anak mengenai bahaya yang mungkin mereka hadapi dan bagaimana cara melaporkan jika mengalami situasi yang tidak nyaman adalah hal yang sangat penting. Pengajaran ini harus dilakukan baik di rumah maupun di sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman.
Komunikasi antara orang tua, guru, dan anak-anak juga berperan penting. Membangun kepercayaan di antara semua pihak bisa mempermudah anak-anak untuk berbicara jika mereka mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak pantas.






















