Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Salah satu langkah tersebut adalah penandatanganan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan People’s Bank of China, yang diharapkan akan menguntungkan kedua negara dalam transaksi bilateral.
Kerja sama ini mencakup penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antara Indonesia dan China, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada dolar AS. Hal ini menjadi sebuah loncatan penting dalam memajukan ekonomi dua negara yang saling membutuhkan ini.
Dasco juga menekankan bahwa kesepakatan ini menciptakan peluang bagi kedua negara untuk berdagang dalam mata uang mereka sendiri, yaitu rupiah dan renminbi. Dengan langkah ini, BI diharapkan dapat lebih menstabilkan nilai tukar rupiah di pasar internasional.
Pentingnya Kerja Sama Ekonomi antara Indonesia dan China
Sejarah mencatat, hubungan ekonomi antara Indonesia dan China terus berkembang dengan pesat. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada perdagangan barang, tetapi juga meliputi investasi dan berbagai sektor lainnya. Dengan kesepakatan baru ini, Indonesia dan China memiliki kesempatan untuk memperdalam kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Industri-industri di kedua negara dimungkinkan untuk berkolaborasi lebih erat dalam menghadapi tantangan global. Hal ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk menjalin relasi bisnis yang lebih kuat di sektor yang berbeda.
Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta ketahanan ekonomi. Dalam situasi yang tidak menentu, memiliki mitra perdagangan yang stabil dan terpercaya sangat penting untuk keberlanjutan ekonomi kedua negara.
Memperkuat Perekonomian Melalui QRIS Lintas Negara
Dasco juga mengungkapkan bahwa kesepakatan ini mencakup penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk transaksi lintas negara. Melalui QRIS, transaksi antar pengusaha di Indonesia dan China dapat dilakukan lebih mudah dan cepat. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya transaksi.
Dengan adanya QRIS, pengusaha bisa melakukan transaksi tanpa harus menukar mata uang asing, sehingga mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Ini merupakan terobosan yang sangat bermanfaat bagi pelaku usaha di kedua negara.
Dasco menambahkan, kehadiran 191 penyedia layanan di China dan 24 penyedia di Indonesia yang terhubung dalam sistem ini menunjukkan potensi yang besar. Kemudahan transaksi menjadi kunci utama dalam meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.
Dampak Jangka Panjang dari Kerja Sama ini
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi perekonomian kedua negara. Peningkatan jumlah transaksi dan integrasi pasar dapat menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini juga memungkinkan kedua negara untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ekonomi global.
Kemampuan untuk bertransaksi dalam mata uang lokal tentunya akan memberikan stabilitas bagi pelaku bisnis. Ketidakstabilan nilai tukar yang sering terjadi bisa diminimalisir, dan ini penting bagi perusahaan yang memerlukan kepastian dalam perencanaan keuangan mereka.
Selain itu, kerja sama ini juga dapat meningkatkan daya saing kedua negara di pasar internasional. Dengan adanya platform yang mendukung transaksi bilateral, Indonesia dan China dapat lebih berfokus pada inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik.




















