• Latest
  • Trending
  • All
Anak Pejabat Ajak Warga Buang Dolar demi Menyelamatkan Rupiah

Anak Pejabat Ajak Warga Buang Dolar demi Menyelamatkan Rupiah

July 26, 2026
Sestama BNPB Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai Bencana

Sestama BNPB Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai Bencana

October 27, 2026
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

October 27, 2026
Menkominfo Minta Polri Tindak Judol Jual Beli Data dan Bully Daring

Menkominfo Minta Polri Tindak Judol Jual Beli Data dan Bully Daring

October 27, 2026
Usai Sita Kendaraan, KPK Akan Panggil Suami Fadia Bupati Pekalongan Lagi

Usai Sita Kendaraan, KPK Akan Panggil Suami Fadia Bupati Pekalongan Lagi

October 27, 2026
Wabup Bogor Dipanggil KPK Dalam Kasus Korupsi Pemotongan Upah Pungut

Wabup Bogor Dipanggil KPK Dalam Kasus Korupsi Pemotongan Upah Pungut

October 27, 2026
Optimisme Terhadap Fundamental Perusahaan Dukung Pertumbuhan Jangka Panjang

Optimisme Terhadap Fundamental Perusahaan Dukung Pertumbuhan Jangka Panjang

October 27, 2026
Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR untuk Pemulihan Sumatra

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR untuk Pemulihan Sumatra

October 27, 2026
Maruarar Temui Presiden Bahas Target Program Bedah Rumah 2026

Maruarar Temui Presiden Bahas Target Program Bedah Rumah 2026

October 26, 2026
Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II Dibuka Kembali oleh Pemerintah

Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II Dibuka Kembali oleh Pemerintah

October 26, 2026
Karhutla Toraja Utara Ratusan Peti Jenazah Tradisional Terbakar

Karhutla Toraja Utara Ratusan Peti Jenazah Tradisional Terbakar

October 26, 2026
Momen Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang oleh Seskab Teddy

Momen Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang oleh Seskab Teddy

October 26, 2026
Rinci Kredit Jhonlin Mitigasi Agunan JARR-PGUN

Rinci Kredit Jhonlin Mitigasi Agunan JARR-PGUN

October 26, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Anak Pejabat Ajak Warga Buang Dolar demi Menyelamatkan Rupiah

by Hendri
July 26, 2026
in Lifestyle
0
Anak Pejabat Ajak Warga Buang Dolar demi Menyelamatkan Rupiah
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Reformasi moneter yang terjadi di Indonesia sekitar tahun 1998 benar-benar menjadi momen yang tak terlupakan dalam sejarah ekonomi negara ini. Di saat itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penurunan yang sangat drastis, menyentuh angka Rp 18.000.

Pelemahan ini tidak hanya mengubah wajah ekonomi Indonesia, tetapi juga memicu aksi gerakan dari berbagai kalangan untuk memperkuat mata uang nasional. Salah satunya adalah gerakan yang diprakarsai oleh Siti Hardijanti Rukmana, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tutut Soeharto.

Tutut Soeharto, putri Presiden kedua RI, menjalin inisiatif untuk membantu rakyat dan memperkuat rupiah di tengah krisis ekonomi. Langkah ini diambil saat banyak masyarakat merasakan dampak dari krisis yang mengguncang perekonomian Indonesia.

Awal Mula Krisis Ekonomi di Indonesia pada Tahun 1998

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia berakar dari gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan tahun 1997. Jatuhnya nilai baht memicu efek domino yang melanda negara-negara Asia, termasuk Indonesia, yang berujung pada penurunan nilai tukar rupiah.

Menurut kajian yang dilakukan oleh Jan Luiten van Zanden dalam bukunya tentang ekonomi Indonesia, sebelum krisis, nilai tukar rupiah sangat stabil di kisaran Rp2.000 per dolar AS. Namun, situasi ini berubah drastis dengan nilai tukar merosot hingga Rp10.000-12.000 per dolar AS.

Mengetahui kondisi tersebut, Tutut Soeharto mendeklarasikan Gerakan Cinta Rupiah (Getar) pada Januari 1998. Gerakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar melepaskan simpanan dolar mereka untuk membantu penguatan rupiah.

Gerakan Cinta Rupiah dan Respons Masyarakat

Tutut Soeharto memulai gerakan ini dengan memberikan contoh nyata, yaitu melepaskan simpanan pribadi sejumlah US$50 ribu yang ditukarkan ke dalam rupiah. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan komitmennya terhadap penguatan mata uang nasional dan untuk membangkitkan rasa cintanya terhadap Indonesia.

Dengan semangat yang berkobar, banyak pejabat dan masyarakat turut berbagi kontribusi. Beberapa anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga melakukan aksi serupa, yang dipublikasikan dalam berbagai media massa pada waktu itu.

Di antara mereka, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih aktif sebagai anggota MPR juga dilaporkan menukarkan US$1.300. Semangat kolektif ini menandakan betapa pentingnya stabilitas ekonomi bagi rakyat saat itu.

Partisipasi Pejabat Ekonomi dan Pengusaha

Gerakan ini tidak hanya diikuti oleh anggota parlemen, tetapi juga oleh pejabat ekonomi penting di Indonesia. Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad dan Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono adalah dua di antara sekian banyak yang turut berkontribusi dalam gerakan ini.

Dikabarkan bahwa dana yang terkumpul dari gerakan tersebut mencapai sekitar US$650 ribu. Sementara itu, beberapa pengusaha besar seperti Aburizal Bakrie ikut ambil bagian dengan melepaskan simpanan dolar mereka.

Selain itu, pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono turut mendonasikan 1 kilogram emasnya, menambah bobot aksi yang dilakukan para tokoh ini. Langkah-langkah kolektif ini terlihat sangat berani, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sangat tidak menentu.

Kritik dan Tantangan Gerakan Cinta Rupiah

Namun, tidak lama setelah gerakan ini diluncurkan, kritik pun muncul dari berbagai kalangan. Beberapa pengamat menilai bahwa Gerakan Cinta Rupiah tidak akan cukup kuat untuk mengatasi tekanan ekonomi yang semakin memburuk.

Dalam berbagai pemberitaan, beberapa analis menyebut dana yang terkumpul tidak lebih dari US$5 juta, angka yang jauh di bawah kebutuhan Indonesia dalam menghadapi krisis yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

Penilai tersebut kemudian terbukti akurat, karena nilai tukar rupiah terus melemah dan menyebabkan lonjakan harga barang-barang kebutuhan pokok di pasaran. Hal ini menambah keresahan masyarakat yang semakin meresah menghadapi krisis sosial dan politik yang melanda.

Tags: AjakAnakBuangDemiDolarMenyelamatkanPejabatRupiahWarga
Share197Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Sestama BNPB Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai Bencana

Sestama BNPB Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai Bencana

October 27, 2026
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

October 27, 2026
Menkominfo Minta Polri Tindak Judol Jual Beli Data dan Bully Daring

Menkominfo Minta Polri Tindak Judol Jual Beli Data dan Bully Daring

October 27, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In