• Latest
  • Trending
  • All
Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM 1985

Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM 1985

November 5, 2026
Sultan Sebut 152 Anggota DPD Mewakili 80 Juta Warga Daerah

Sultan Sebut 152 Anggota DPD Mewakili 80 Juta Warga Daerah

November 5, 2026
Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah S1 Asli Bukan Dumatno Budi Utomo

Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah S1 Asli Bukan Dumatno Budi Utomo

November 5, 2026
Sultan Najamudin Ungkap Berbagai Terobosan Legislasi DPD RI

Sultan Najamudin Ungkap Berbagai Terobosan Legislasi DPD RI

November 5, 2026
GKR Hemas Dorong DPD Aktif Menyampaikan Aspirasi Rakyat ke Menteri

GKR Hemas Dorong DPD Aktif Menyampaikan Aspirasi Rakyat ke Menteri

November 5, 2026
Peternakan Ayam Canggih dengan Standar Baru di Danantara

Peternakan Ayam Canggih dengan Standar Baru di Danantara

November 5, 2026
Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Telah Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Telah Meninggal Dunia

November 5, 2026
Momen Ziarah Megawati mengenang 40 hari wafat Guruh

Momen Ziarah Megawati mengenang 40 hari wafat Guruh

November 5, 2026
Sidang Militer, Sertu Rafy Tembak Pratu F di Palembang Jarak Dekat

Sidang Militer, Sertu Rafy Tembak Pratu F di Palembang Jarak Dekat

November 5, 2026
Kader Gerindra Ditangkap Saat Pesta Narkoba dan 7 Polisi Diperoleh Mutasi

Kader Gerindra Ditangkap Saat Pesta Narkoba dan 7 Polisi Diperoleh Mutasi

November 5, 2026
Satgas PKH Kuasai Seluruh Lahan Terafiliasi Arif Kurniawan

Satgas PKH Kuasai Seluruh Lahan Terafiliasi Arif Kurniawan

November 5, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, SeaBank Terus Jaga Pertumbuhan Positif

Fundamental Bisnis Kuat, SeaBank Terus Jaga Pertumbuhan Positif

November 5, 2026
Mengapa Kondisi Negara Kita Menjadi Seperti Ini

Mengapa Kondisi Negara Kita Menjadi Seperti Ini

November 4, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, November 5, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Edukasi

Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM 1985

by Hendri
November 5, 2026
in Edukasi
0
Penjelasan Jokowi tentang Font Times New Roman di Skripsi UGM 1985
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia yang ke-7, baru-baru ini mengungkapkan beberapa informasi menarik terkait proses penyusunan skripsinya saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menjelaskan tentang penggunaan font Times New Roman dalam skripsi yang ia ajukan sebagai syarat kelulusan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Penjelasan ini menjadi penting mengingat adanya tuduhan tentang keaslian ijazahnya.

Saat itu, Jokowi memberikan keterangan bahwa setelah menyelesaikan sidang akhir skripsi, terdapat beberapa revisi yang perlu dilakukan. Hal ini menjadi bagian dari proses akademis yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa untuk mencapai hasil yang memuaskan.

“Setelah revisi selesai, skripsi itu dicetak di Percetakan Perdana dengan cover dan lembar pengesahan. Halaman lainnya saya ketik secara manual,” ungkap Jokowi, memberikan gambaran lebih jauh mengenai tahap penyelesaian skripsinya.

Penjelasan Mengenai Penggunaan Font dalam Skripsi

Jokowi menanggapi hal tersebut dengan argumen bahwa tidak hanya skripsinya yang menggunakan font tersebut pada tahun 1985. “Kalau ada yang menilai bahwa covernya menggunakan Times New Roman yang belum ada di tahun 1985, maka seharusnya hal ini tidak hanya berlaku untuk skripsi saya,” jelasnya. Dia juga menegaskan bahwa ribuan skripsi yang dicetak di tempat yang sama memiliki karakteristik yang serupa dan hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya skripsinya yang mengalami hal demikian.

Pernyataan ini tentunya menjadi bantahan yang kuat terhadap tuduhan yang menyebutkan bahwa ijazah Jokowi adalah palsu. Ia menegaskan bahwa fakta-fakta yang ada seharusnya cukup untuk menghapus keraguan akan keaslian ijazahnya. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki hak yang sama dalam menggunakan format yang ada pada waktu itu.

Melalui penjelasan ini, Jokowi berharap agar masyarakat mengetahui bahwa setiap detail dari proses akademisnya telah dilalui dengan benar. Keberanian Jokowi untuk menghadapi tuduhan ini menunjukkan bahwa ia ingin mempertahankan nama baiknya.

Proses Penyusunan Skripsi dan Pengakuan Nilai

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga berbagi pengalaman tentang langkah-langkah yang ia ambil untuk menyusun skripsi. Ia menjelaskan bahwa penentuan judul merupakan proses yang tidak gampang, yang melibatkan pengajuan hingga tiga kali kepada dosen pembimbing, Achmad Soemitro. Meskipun mengalami beberapa tantangan, tidak membuatnya menyerah.

Jokowi merasa bangga ketika akhirnya mendapatkan persetujuan untuk judul skripsinya, dan hasil akhirnya adalah nilai A. “Saya dinyatakan lulus dengan nilai A,” tuturnya dengan penuh rasa syukur. Mengingat posisi Jokowi saat ini, pencapaiannya di masa lalu menjadi salah satu bagian dari perjalanan hidupnya menuju kepemimpinan saat ini.

Pengalaman ini tidak hanya memberikan bobot pada studi akademisnya, tetapi juga menunjukkan kegigihan dan ketekunan yang dimilikinya dalam menghadapi tantangan. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak takut berusaha demi mencapai impian mereka.

Kasus yang Membawa Jokowi ke Pengadilan

Selain membahas skripsi, hadirnya Jokowi sebagai saksi dalam persidangan ini berkaitan dengan kasus yang melibatkan Roy Suryo, yang didakwa melakukan pencemaran nama baik. Tuduhan yang dilontarkan Roy berkaitan dengan isu ijazah palsu, di mana Jokowi terpaksa memberikan keterangan untuk membela keaslian ijazahnya yang selama ini dipertahankan.

Dalam konteks hukum, jaksa secara tegas melayangkan dakwaan terhadap Roy atas pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku. Hal ini mengindikasikan bahwa dicampurkannya masalah pendidikan dengan persoalan hukum dapat menimbulkan konsekuensi yang serius.

“Pemberian keterangan di pengadilan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab saya sebagai warga negara,” jelas Jokowi merujuk pada situasi yang dihadapinya saat ini. Keputusan untuk bersaksi menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam kehidupan publik.

Pentingnya Menghadapi Tuduhan dengan Semua Bukti yang Ada

Menghadapi tuduhan serius seperti itu tentunya bukan hal ringan bagi siapa pun, apalagi bagi seorang presiden. Namun, Jokowi menunjukkan sikap yang tenang dan percaya diri saat memberikan keterangan. “Saya percaya pada sistem hukum yang ada dan fakta-fakta akan berbicara sendiri,” ujarnya optimis.

Di sisi lain, proses ini mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kejujuran dan integritas dalam dunia pendidikan. Kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang terlibat dalam proses akademis dan kehidupan publik.

Kepedulian Jokowi terhadap proses hukum dan pendidikan menciptakan harapan agar generasi mendatang aktif mempertahankan nilai-nilai moral. Keterbukaan dalam memberikan keterangan di pengadilan ini menunjukkan dedikasi Jokowi untuk mempertahankan kompetensi dan kredibilitas.

Tags: FontJokowiPenjelasanRomanSkripsiTentangTimesUGM
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Oki dan Laksono Tetap Masuk Bursa Direksi BEI Meski Jadi Bos INA

Oki dan Laksono Tetap Masuk Bursa Direksi BEI Meski Jadi Bos INA

May 22, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Sultan Sebut 152 Anggota DPD Mewakili 80 Juta Warga Daerah

Sultan Sebut 152 Anggota DPD Mewakili 80 Juta Warga Daerah

November 5, 2026
Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah S1 Asli Bukan Dumatno Budi Utomo

Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah S1 Asli Bukan Dumatno Budi Utomo

November 5, 2026
Sultan Najamudin Ungkap Berbagai Terobosan Legislasi DPD RI

Sultan Najamudin Ungkap Berbagai Terobosan Legislasi DPD RI

November 5, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In