• Latest
  • Trending
  • All
Respons Cepat dan Narasi Terpadu Menghadapi Disinformasi Menurut Bima

Respons Cepat dan Narasi Terpadu Menghadapi Disinformasi Menurut Bima

September 1, 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Gardu LRT Pancoran Sambil Membawa Gergaji Besi

Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Gardu LRT Pancoran Sambil Membawa Gergaji Besi

September 1, 2026
298 Kasus di Palangka Raya Mengakibatkan Pembatalan Penerbangan

50.891 Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla Juli-Agustus 2026

September 1, 2026
Gunung Ili Lewotolok Meletus Dua Kali dengan Kolom Abu Hingga 700 Meter

Gunung Ili Lewotolok Meletus Dua Kali dengan Kolom Abu Hingga 700 Meter

September 1, 2026
Buruh Karawang Meninggal Diduga Karena Leher Terjerat Benang Layangan

Jasad Pria Ditemukan di Gardu Listrik Dekat Stasiun LRT, Polisi Lakukan Penyidikan

September 1, 2026
Siap-Siap, Bursa Akan Hapus Batas Saham Gocap Mulai Akhir September

Siap-Siap, Bursa Akan Hapus Batas Saham Gocap Mulai Akhir September

September 1, 2026
Gunung Sinabung Erupsi Naik Status Menjadi Siaga

Gunung Sinabung Erupsi Naik Status Menjadi Siaga

September 1, 2026
Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan Menurut BMKG, Cek Daftar Lengkapnya

Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan Menurut BMKG, Cek Daftar Lengkapnya

September 1, 2026
Bedeng dan Gudang Rongsokan di Denpasar Terbakar pada Malam Senin

Bedeng dan Gudang Rongsokan di Denpasar Terbakar pada Malam Senin

September 1, 2026
Tersangka Kerusuhan 27 Agustus di Jakarta Meningkat Jadi 49 Orang

Tersangka Kerusuhan 27 Agustus di Jakarta Meningkat Jadi 49 Orang

September 1, 2026
Gunung Sinabung Erupsi, 2451 Warga di Dua Desa Dievakuasi

Gunung Sinabung Erupsi, 2451 Warga di Dua Desa Dievakuasi

September 1, 2026
Laba Meroket 215% Jadi Rp 2,64 Triliun, Ini Penopang Utamanya

Laba Meroket 215% Jadi Rp 2,64 Triliun, Ini Penopang Utamanya

September 1, 2026
Kanit PPA Polres Luwu Utara Diberhentikan karena Dugaan Penganiayaan Tahanan

Eks Plt Bupati Maluku Tengah Ditahan Sebagai Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih

August 31, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, September 2, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Travel

Respons Cepat dan Narasi Terpadu Menghadapi Disinformasi Menurut Bima

by Hendri
September 1, 2026
in Travel
0
Respons Cepat dan Narasi Terpadu Menghadapi Disinformasi Menurut Bima
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa pentingnya membuat respons yang cepat dan narasi terpadu bagi humas pemerintah. Pasalnya, hal ini menjadi landasan utama dalam melawan disinformasi, fitnah, dan berbagai bentuk kebencian di era digital.

Dalam situasi ini, kecepatan merespons diperlukan untuk mengisi ruang informasi yang tidak boleh dibiarkan kosong oleh narasi yang keliru. Ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan komunikasi yang terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan oleh Bima dalam Forum Koordinasi yang diadakan untuk membahas tema “Optimalisasi Peran Humas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Disinformasi dan Disrupsi Informasi”. Acara ini berlangsung di Jakarta pada tanggal 1 September.

Perubahan Pola Komunikasi Pemerintah di Era Digital

Bima menjelaskan bahwa pola komunikasi pemerintah telah mengalami perubahan signifikan seiring dengan perkembangan teknologi dan media digital. Dulu, pemerintah memiliki kontrol yang lebih dominan dalam menentukan informasi yang disampaikan ke publik.

Sekarang, masyarakat tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga aktif memproduksi dan menyebarkan informasi tersebut. Hal ini menghasilkan tantangan baru dalam menyampaikan pesan yang benar dan akurat.

“Dulu, panggung media sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah,” ungkapnya. Kini masyarakat dapat merekam, mengunggah, dan menyebarkan informasi yang dapat dengan cepat menjadi viral.

Proses ini berimplikasi pada bagaimana pemerintah harus menanggapi narasi yang berkembang. Jika pemerintah terlambat memberikan respon, spekulasi dapat muncul dengan mudah, sehingga penting untuk mempertahankan kecepatan dalam memberikan klarifikasi.

Bima menekankan bagaimana penyebaran hoaks dan disinformasi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang salah. Oleh karena itu, penguatan unit khusus untuk menangkal hoaks di sejumlah pemerintah daerah menjadi langkah yang sangat diapresiasi.

Pentingnya Unit Khusus untuk Menangkal Disinformasi

Bima juga menyebutkan beberapa pemerintah daerah yang telah membentuk unit cyber hoax khusus. Unit ini berfungsi untuk mengantisipasi dan menanggulangi hoaks dengan cepat dan efektif.

Dia menjelaskan bahwa jika hoaks muncul, tim akan bergerak dalam hitungan jam, memastikan bahwa opini yang beredar tetap seimbang dan pada akhirnya dapat meredakan keresahan publik terkait disinformasi.

Respons yang cepat dan penanganan yang tepat dapat mencegah berita bohong berkembang menjadi kebingungan yang lebih luas. Keberadaan unit khusus ini menjadi salah satu wujud upaya pemerintah dalam menjaga citra dan integritas informasi yang disampaikan.

Lebih dari itu, Bima menekankan perlunya setiap instansi pemerintah untuk memiliki narasi yang terintegrasi dan tidak terpisah-pisah. Keterlibatan humas seharusnya dimulai sejak perencanaan kebijakan, bukan hanya di akhir proses.

Dengan pendekatan ko-kreasi yang melibatkan berbagai lapisan, narasi yang dihasilkan bisa lebih kuat dan diterima oleh masyarakat.

Pengawasan Media sebagai Strategi yang Efektif

Selain itu, Bima mendorong agar pengawasan media dioptimalkan untuk membantu memahami penerimaan publik terhadap kebijakan yang ada. Pengawasan tidak hanya berfungsi untuk mengukur dampak kebijakan, tetapi juga untuk membaca sentimen masyarakat secara lebih menyeluruh.

Hal ini berarti bahwa humas pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai reaktif terhadap disinformasi yang muncul, tetapi juga harus proaktif dalam menyampaikan capaian dan praktik baik yang terjadi di daerah mereka. Ini bisa menjadi cara efektif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Bima mengingatkan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk menjaga hubungan positif dengan publik. Dengan demikian, informasi yang disampaikan harus jelas, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Setiap upaya komunikasi harus bertujuan tidak hanya untuk membela diri, tetapi juga untuk membangun narasi yang positif dan saling mendukung di antara berbagai instansi. Keterlibatan yang holistik dalam proses komunikasi dapat memperkuat fondasi kepercayaan publik.

Oleh karena itu, setiap instansi publik perlu untuk menyelaraskan pesan dan tindakannya dalam upaya yang komprehensif agar tidak terjadi salah paham di masyarakat yang bisa mengarah pada kecemasan sosial.

Tags: BimaCepatdanDisinformasiMenghadapiMenurutNarasiResponsTerpadu
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Raperda Pelindungan Perempuan DKI dari Hulu ke Hilir Sedang Dibahas

Raperda Pelindungan Perempuan DKI dari Hulu ke Hilir Sedang Dibahas

May 21, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Respons Cepat dan Narasi Terpadu Menghadapi Disinformasi Menurut Bima

Respons Cepat dan Narasi Terpadu Menghadapi Disinformasi Menurut Bima

September 1, 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Gardu LRT Pancoran Sambil Membawa Gergaji Besi

Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas di Gardu LRT Pancoran Sambil Membawa Gergaji Besi

September 1, 2026
298 Kasus di Palangka Raya Mengakibatkan Pembatalan Penerbangan

50.891 Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla Juli-Agustus 2026

September 1, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In