PT Bank Neo Commerce Tbk. (BNC) sedang mempertimbangkan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan klasifikasi bank mereka menjadi KBMI II. Direktur Utama BNC, Eri Budiono, mengungkapkan bahwa mereka telah berdiskusi mengenai langkah ini dengan para pemegang saham pengendali.
Kategori KBMI II mencakup bank dengan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2026, modal inti BNC tercatat sebesar Rp4,09 triliun, yang menunjukkan bahwa mereka masih perlu tambahan untuk memenuhi syarat KBMI II.
Eri menjelaskan bahwa saat ini belum ada garis waktu yang pasti untuk mencapai modal inti Rp6 triliun. Mereka masih menunggu panduan teknis dari OJK untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil untuk meningkatkan kategori tersebut.
“Kami menunggu informasi mengenai jangka waktu dan persyaratan dari OJK, dan tentu saja akan merumuskan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut,” tambah Eri. Ia juga menegaskan pentingnya perolehan laba BNC dalam membantu mengejar modal inti yang diperlukan.
Dalam laporan semester I-2026, BNC mencatatkan laba sebesar Rp294,85 miliar, meningkat 6,81% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, mereka masih memiliki saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp1,59 triliun, yang menjadi tantangan saat ini.
Perkembangan Keuangan BNC untuk Peningkatan Modal Inti
BNC menargetkan untuk terus meningkatkan kinerja keuangan demi menutup saldo defisit pada 2027. Eri menegaskan bahwa jika tren saat ini berlanjut, kemungkinan besar mereka bisa menyelesaikan masalah ini pada tahun yang ditentukan.
Selama semester I-2026, total aset BNC mencapai Rp17,45 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan angka yang signifikan, yaitu Rp12,30 triliun, menunjukkan bahwa masyarakat mulai mempercayai keberadaan bank ini.
Peningkatan pada dana tabungan juga terlihat, di mana dana tabungan BNC mengalami pertumbuhan 2,10% menjadi Rp3,39 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada BNC semakin meningkat.
Dari sisi pendapatan, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp1,11 triliun, dan pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income) juga mengalami peningkatan menjadi Rp59,66 miliar, naik 6,77% year on year.
Implikasi Strategi dan Tujuan Jangka Panjang BNC
Keberhasilan BNC dalam mencapai target keuangan ini tidak hanya penting untuk status KBMI, tetapi juga untuk strategi jangka panjang yang lebih besar. Eri menilai bahwa peningkatan modal inti yang signifikan akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bank.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penambahan modal melalui aksi korporasi, yang mungkin menjadi kebutuhan mendesak untuk mencapai target. Melihat kinerja yang sudah ada, Eri optimis bahwa langkah ini bisa membantu BNC beradaptasi dengan permintaan di sektor perbankan digital.
Jika BNC berhasil dalam transformasi ini, mereka dapat memperluas layanan dan produk yang ditawarkan kepada nasabah. Ini bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing di pasar yang semakin ketat.
Dengan fokus pada manajemen risiko dan inovasi produk, BNC berharap dapat menarik lebih banyak nasabah baru, memperluas jaringan, serta meningkatkan kontribusi dari pendapatan berbasis komisi. Keberhasilan ini akan memberikan landasan yang kuat bagi masa depan bank.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan untuk BNC
Sementara tantangan besar menanti, terutama terkait dengan pencapaian modal inti, BNC memiliki strategi untuk menghadapinya. Eri mencatat bahwa proses transformasi ini tak lepas dari tantangan operasional dan keuangan yang harus dihadapi bersama.
Namun, dengan semangat inovatif dan komitmen pada layanan pelanggan, BNC bertekad untuk menjadi salah satu bank digital terkemuka di Indonesia. Mereka percaya bahwa kunci sukses terletak pada kemampuan mengadaptasi pendekatan bisnis sesuai dengan kebutuhan pasar.
Ke depan, BNC berharap dapat terus meraih pertumbuhan yang positif dan mencapai semua target yang telah ditetapkan. Prospek bagi BNC di pasar perbankan digital semakin cerah, tergantung pada bagaimana mereka dapat menjalankan rencana strategis yang ada.
Dengan pencapaian yang sudah terbukti dalam laba dan pertumbuhan aset, BNC optimistis bahwa visi mereka untuk menjadi bank yang lebih besar akan segera terwujud. Ini bisa menjadi langkah awal untuk mengejar ambisi jangka panjang menuju keberhasilan yang lebih besar.






















