• Latest
  • Trending
  • All
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Imbauan Kemenhaj kepada Jemaah Haji untuk Hemat Tenaga Jelang Puncak Ibadah

Imbauan Kemenhaj kepada Jemaah Haji untuk Hemat Tenaga Jelang Puncak Ibadah

May 12, 2026
Nadiem Makarim Dikenakan Tahanan Rumah dengan Gelang Deteksi

Nadiem Makarim Dikenakan Tahanan Rumah dengan Gelang Deteksi

May 12, 2026
Persiapan Layanan QRIS di Arab Saudi oleh BSI

Persiapan Layanan QRIS di Arab Saudi oleh BSI

May 12, 2026
Lomba Cerdas Cermat MPR Mengeluarkan Permintaan Maaf

Lomba Cerdas Cermat MPR Mengeluarkan Permintaan Maaf

May 12, 2026
Ratusan Napi Lampung Jalankan Penipuan Seks Daring dari Penjara Raup Rp1,4 Miliar

Ratusan Napi Lampung Jalankan Penipuan Seks Daring dari Penjara Raup Rp1,4 Miliar

May 12, 2026
Sindikat Pencurian Data SIM Card dan Kode OTP Ditangkap, 25 Ribu Data Bocor

Sindikat Pencurian Data SIM Card dan Kode OTP Ditangkap, 25 Ribu Data Bocor

May 12, 2026
Kepala BGN Komentar Setelah Dilaporkan ICW ke KPK

Kepala BGN Komentar Setelah Dilaporkan ICW ke KPK

May 12, 2026
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Permintaan Dana CSR kepada Pengusaha

KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Permintaan Dana CSR kepada Pengusaha

May 12, 2026
Tidak Hanya Cari Cuan, Ini Kunci Investor Berinvestasi di Indonesia

Tidak Hanya Cari Cuan, Ini Kunci Investor Berinvestasi di Indonesia

May 12, 2026
11 OTT Kepala Daerah Menjadi Peringatan Pemberantasan Korupsi

11 OTT Kepala Daerah Menjadi Peringatan Pemberantasan Korupsi

May 12, 2026
PAN Dukung Prabowo Selama 15 Tahun Terakhir Menurut Zulhas

PAN Dukung Prabowo Selama 15 Tahun Terakhir Menurut Zulhas

May 12, 2026
Penyebab Kematian Anggota BPK Haerul Saleh Diungkap Polisi

Penyebab Kematian Anggota BPK Haerul Saleh Diungkap Polisi

May 11, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, May 12, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Tekno

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

by Hendri
May 12, 2026
in Tekno
0
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah lonjakan ancaman siber yang semakin mengkhawatirkan, pengesahan Rancangan Undang-undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) di Indonesia jadi topik yang sangat krusial. Menurut ahli, pengesahan ini bukan hanya penting, melainkan mendesak agar negara dapat lebih siap menghadapi berbagai serangan siber yang sangat mungkin terjadi.

Sri Yunanto, seorang dosen Kajian Terorisme di Universitas Indonesia, memaparkan urgensi undang-undang ini dalam seminar yang digelar baru-baru ini. Dalam pandangannya, serangan siber global yang terjadi dapat dilihat sebagai ‘bom waktu’ yang siap meledak kapan saja.

Objek vital seperti sektor perbankan, fintech, e-commerce, dan fasilitas kesehatan menjadi target utama dari serangan siber. Menurut Yunanto, hal ini dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi keamanan nasional dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Dampak Serangan Siber Terhadap Ekonomi dan Keamanan Nasional

Dari data yang diperoleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), kerugian akibat serangan siber di Indonesia mencapai angka fantastis, yaitu Rp500 triliun per tahun. Angka ini cukup mencengangkan mengingat semakin banyaknya serangan yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI), yang menggandakan intensitas serangan.

Kemudian, ada juga masalah serius seperti serangan ransomware dan pencurian data yang menyebabkan kerugian mencapai Rp8,2 triliun per tahun. Situasi ini sangat mencemaskan dan membutuhkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah dan semua pemangku kepentingan.

Dalam konteks ini, Yunanto berharap agar RUU KKS dapat segera disahkan. Ini menjadi langkah signifikan untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih kokoh bagi keamanan data pribadi serta transaksi digital.

Pentingnya Kesadaran dan Kesiapan Dalam Menghadapi Ancaman Siber

Direktur Eksekutif Catalyst Policy-Works, Wahyudi Djafar, mencatat bahwa selama tahun 2026 saja, terdapat 50 juta serangan siber yang mencoreng wajah keamanan digital Indonesia. Data ini sangat mengkhawatirkan, terutama ketika fakta menunjukkan masih banyak organisasi yang belum siap menghadapi serangan tersebut.

Satu laporan menunjukkan bahwa hanya 12 persen organisasi di Indonesia yang siap secara matang menghadapi ancaman siber. Ini mencerminkan rendahnya kesadaran dan kesiapan dalam mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

Wahyudi juga menggarisbawahi bahwa ego sektoral di antara lembaga dan instansi terkait turut menyulitkan proses pengesahan RUU KKS. Ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat setiap lembaga sudah merasa kuat dengan undang-undangnya masing-masing.

Kompleksitas Proses Pengesahan RUU KKS di Indonesia

Adanya ketidakharmonisan antara berbagai peraturan saat ini juga menjadi sorotan utama, dengan fungsi dan kewenangan yang kurang jelas. Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P, Junico Siahaan, juga menegaskan pentingnya RUU KKS untuk dituntaskan, menyoroti bahwa penanganan krisis siber butuh kerangka kerja yang lebih jelas.

Saat ini, Indonesia sudah memiliki beberapa regulasi terkait seperti UU ITE dan UU PDP, namun regulasi tersebut masih bersifat parsial. Junico mengungkapkan bahwa semua instrumen hukum ini tidak terintegrasi secara utuh, yang membuat pelaksanaan di lapangan menjadi sulit.

Meski demikian, Junico menargetkan RUU KKS dapat diselesaikan dalam dua kali masa sidang. Proses ini sudah berjalan, dengan tim dari DPR mulai melakukan diskusi dan menyerap masukan dari berbagai pihak.

Dengan adanya dorongan dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan pengesahan RUU KKS berjalan lancar. Keberhasilan dalam menciptakan infrastruktur keamanan siber yang lebih baik akan membawa dampak positif bagi Indonesia.

Oleh karena itu, penting untuk segera menata kembali regulasi dan memperkokoh kerjasama antar lembaga. Dengan begitu, kita bisa lebih siap menghadapi tantangan penyerangan siber di masa depan.

Dalam keadaan global yang terus berubah, penanganan ancaman siber membutuhkan perhatian yang lebih serius. Jika tidak, Indonesia mungkin akan terus berada dalam ancaman yang berpotensi merusak integritas dan kedaulatan negara.

Tags: AkademisidanDPRKKSMenurutPengesahanRUUUrgensi
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Imbauan Kemenhaj kepada Jemaah Haji untuk Hemat Tenaga Jelang Puncak Ibadah

Imbauan Kemenhaj kepada Jemaah Haji untuk Hemat Tenaga Jelang Puncak Ibadah

May 12, 2026
Nadiem Makarim Dikenakan Tahanan Rumah dengan Gelang Deteksi

Nadiem Makarim Dikenakan Tahanan Rumah dengan Gelang Deteksi

May 12, 2026
Persiapan Layanan QRIS di Arab Saudi oleh BSI

Persiapan Layanan QRIS di Arab Saudi oleh BSI

May 12, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In