• Latest
  • Trending
  • All
IHSG Turun 1,29 Persen ke Tingkat 5.032

IHSG Turun 1,29 Persen ke Tingkat 5.032

October 30, 2026
Pengungkapan 3 Rumah Produksi Jaringan Narkoba Sintetis di Tangerang

Pengungkapan 3 Rumah Produksi Jaringan Narkoba Sintetis di Tangerang

October 30, 2026
KPK Tetapkan Ahmad Dedi Tersangka Suap dalam Kasus Importasi Bea Cukai

KPK Tetapkan Ahmad Dedi Tersangka Suap dalam Kasus Importasi Bea Cukai

October 30, 2026
Gerilya Politik dan Hukum Guncang Posisi Wapres Gibran

Gerilya Politik dan Hukum Guncang Posisi Wapres Gibran

October 30, 2026
Normalisasi Kali Mampang Jelang Musim Hujan oleh Gubernur DKI Jakarta

Normalisasi Kali Mampang Jelang Musim Hujan oleh Gubernur DKI Jakarta

October 30, 2026
Polisi Bebaskan 34 Orang Setelah Aksi Demo Ricuh di Malioboro Jogja

Polisi Bebaskan 34 Orang Setelah Aksi Demo Ricuh di Malioboro Jogja

October 30, 2026
Layanan SIM Korlantas Sampai ke Desa dan Pondok Pesantren

Layanan SIM Korlantas Sampai ke Desa dan Pondok Pesantren

October 30, 2026
Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Kepadatan Jakarta

Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Kepadatan Jakarta

October 30, 2026
Kerugian Negara dari Korupsi Cukai Capai Triliunan

Kerugian Negara dari Korupsi Cukai Capai Triliunan

October 30, 2026
Aksi Mahasiswa Trisakti di Jakarta

Aksi Mahasiswa Trisakti di Jakarta

October 29, 2026
Jumlah Titik Panas Karhutla di Papua Selatan Menurun, Tersisa 65 Hotspot

Jumlah Titik Panas Karhutla di Papua Selatan Menurun, Tersisa 65 Hotspot

October 29, 2026
Transformasi Bisnis Mendorong Pertumbuhan Pendapatan 13,2%

Transformasi Bisnis Mendorong Pertumbuhan Pendapatan 13,2%

October 29, 2026
Gempa M6,0 di Papua Nugini, Guncangan Terasa hingga Merauke dan Jayapura

Gempa M6,0 di Papua Nugini, Guncangan Terasa hingga Merauke dan Jayapura

October 29, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 30, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Turun 1,29 Persen ke Tingkat 5.032

by Hendri
October 30, 2026
in Lifestyle
0
IHSG Turun 1,29 Persen ke Tingkat 5.032
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, dengan mencapai posisi 5.032,44, turun 65,62 poin atau 1,29%. Penurunan ini sudah terlihat sejak awal perdagangan, di mana IHSG dibuka di level 5.066,94 dan sempat mencapai level tertinggi harian di 5.116,01 pada menit-menit awal, sebelum tekanan jual mendominasi.

Dalam perkembangan selanjutnya, pada pukul 09.50 hingga 10.00 WIB, IHSG terus merosot hingga menyentuh level terendah hariannya di 4.979,34. Ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar cukup tinggi, terlebih lagi ketika indeks berada di bawah level psikologis 5.000.

Memasuki pukul 10.00 WIB, IHSG perlahan pulih, bergerak dalam kisaran 5.000 hingga 5.030. Dan menjelang pukul 11.30 WIB, indeks berhasil naik ke angka 5.032, sekitar 53 poin di atas titik terendah yang telah dicapai.

Volume transaksi pada hari ini mencapai 242,53 juta lot, dengan nilai transaksi sekitar Rp5,6 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun indeks mengalami penurunan, aktivitas perdagangan masih berlangsung cukup aktif.

Dalam minggu ini, pasar keuangan Indonesia diwarnai oleh sejumlah berita dan data penting yang bisa memengaruhi performa bursa. Jatuhnya Wall Street dan data ekonomi AS yang mengecewakan turut menjadi faktor negatif bagi pasar, terutama bagi nilai tukar rupiah.

Pada sisi lain, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mengalami penurunan menjadi 7,643% pada perdagangan Kamis kemarin, dari 7,706% di hari sebelumnya. Penurunan imbal hasil ini menunjukkan bahwa harga SBN tengah naik dan kembali menarik perhatian investor.

Meskipun imbal hasil SBN turun, tetapi tetap berada pada level tertinggi dalam enam tahun terakhir, menandakan adanya ketidakpastian di pasar. Kondisi ini membuat investor perlu cermat dalam mengambil keputusan investasi.

Sentimen pasar hari ini didominasi oleh beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.

1. Bank Indonesia Memberikan Perhatian Pada Suku Bunga dan Inflasi

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa keputusan suku bunga acuannya di bulan November 2026 akan bergantung pada perkembangan ekonomi baik domestik maupun global. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa bank sentral memiliki berbagai instrumen untuk menghadapi tekanan ekonomi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp18.100 per USD.

2. Bursa Efek Indonesia Mengeluarkan Saham dari Daftar Short Selling

Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk mengeluarkan lima saham dari daftar efek short selling untuk bulan November 2026. Di antara saham-saham tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), sebuah langkah yang memengaruhi aktivitas perdagangan di bursa.

3. Kenaikan Inflasi di AS

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) di Amerika Serikat naik 0,5% secara bulanan pada bulan September 2026. Angka ini menjadi kenaikan tertinggi dalam enam bulan terakhir dan menunjukkan adanya tekanan inflasi yang perlu diperhatikan investor.

Kenaikan harga barang mencapai 0,8%, dimana barang tidak tahan lama menjadi penyumbang terbesar, terutama akibat lonjakan harga bensin dan produk energi lainnya. Indeks PCE merupakan indikator inflasi penting yang menjadi acuan bagi Federal Reserve dalam merumuskan kebijakan moneternya.

Rincian Ekonomi Global yang Mempengaruhi Pasar Saham

Pergerakan ekonomi global yang tidak stabil juga membayangi pasar saham domestik. Terutama, reaksi pasar terhadap keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) dan laporan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi sorotan utama. ECB memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Oktober 2026, sebuah langkah yang diantisipasi oleh pasar.

Suku bunga operasi pembiayaan utama di level 2,65% dan suku bunga fasilitas simpanan sebesar 2,50% diharapkan dapat memberikan stabilitas tambahan dalam perekonomian Eropa. Namun, reaksi pasar terhadap keputusan ini menunjukkan bahwa para investor tetap berhati-hati.

Dalam konteks perekonomian AS, pertumbuhan yang tercatat pada kuartal III-2026 mencapai 3,4%, angka tertinggi dalam setahun terakhir. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan kuartal II yang hanya mencatat pertumbuhan 2,2% dan melampaui ekspektasi pasar.

Investasi domestik swasta menjadi kontributor utama pertumbuhan ini, utamanya didorong oleh peningkatan investasi di sektor teknologi, termasuk kecerdasan buatan. Namun, lonjakan ini juga memicu kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi di masa depan.

4. Keputusan Suku Bunga BOJ dan Proyeksi Ekonomi

Hari ini, Bank Sentral Jepang (BOJ) dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan suku bunganya. Banyak yang memperkirakan bahwa BOJ akan mempertahankan suku bunganya di level 1,25%, setelah sebelumnya mengalami kenaikan dari 1,00% pada bulan September.

Sekaligus, BOJ diharapkan untuk memberikan gambaran tentang proyeksi ekonomi serta analisis terkait inflasi dan upah, faktor-faktor yang sangat penting bagi arah kebijakan moneter Jepang ke depan.

Mengantisipasi Data Penting Zona Euro dan Dampaknya

Estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) zona euro juga akan dirilis hari ini, dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 0,2% secara kuartalan. Ini merupakan penurunan signifikan dari 0,6% pada kuartal sebelumnya, yang dapat memberi dampak negatif terhadap kebijakan ECB di masa mendatang.

Secara tahunan, PDB zona euro ditaksir tumbuh 1,1%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya. Perlambatan ini dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap keseluruhan perekonomian kawasan.

Data tentang tingkat pengangguran zona euro juga akan dirilis bersamaan dan diperkirakan tetap stabil di level 6,4%. Namun, jika ada kenaikan pengangguran bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan, hal ini dapat memberikan dampak negatif pada prospek ekonomi global secara keseluruhan.

Oleh karena itu, investor diharapkan untuk mengamati setiap perkembangan dari rilis data ini secara saksama. Arah kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral di berbagai negara akan sangat memengaruhi kondisi pasar di seluruh dunia.

Tags: IHSGPersenTingkatTurun
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Oki dan Laksono Tetap Masuk Bursa Direksi BEI Meski Jadi Bos INA

Oki dan Laksono Tetap Masuk Bursa Direksi BEI Meski Jadi Bos INA

May 22, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Pengungkapan 3 Rumah Produksi Jaringan Narkoba Sintetis di Tangerang

Pengungkapan 3 Rumah Produksi Jaringan Narkoba Sintetis di Tangerang

October 30, 2026
KPK Tetapkan Ahmad Dedi Tersangka Suap dalam Kasus Importasi Bea Cukai

KPK Tetapkan Ahmad Dedi Tersangka Suap dalam Kasus Importasi Bea Cukai

October 30, 2026
Gerilya Politik dan Hukum Guncang Posisi Wapres Gibran

Gerilya Politik dan Hukum Guncang Posisi Wapres Gibran

October 30, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In