Panggung peringatan satu tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda yang berlangsung di GOR Sudiang, Kota Makassar, pada Rabu (28/10/2026), berlangsung dengan meriah. Momen ini semakin istimewa dengan kehadiran Giring Ganesha, yang berhasil menarik perhatian ribuan hadirin dengan penampilannya yang energik.
Awalnya, Giring hadir sebagai tamu undangan bersama istrinya, namun kemudian Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengundangnya untuk naik ke atas panggung. Dalam kesempatan itu, Giring menunjukkan kemampuan musikalnya yang sudah terasah, mengajak para tamu dan siswa untuk bernyanyi bersama.
Lagu “Laskar Pelangi” yang dipilihnya bukan sekadar lagu nostalgia, melainkan sebuah lagu yang mengandung makna mendalam tentang harapan dan cita-cita. Para siswa dan tamu undangan pun tampak terlibat penuh, menyanyikan lirik yang menyentuh hati serta membawa semangat baru.
Peranan Budaya dalam Memotivasi Generasi Muda
Tradisi dan musik memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan motivasi generasi muda. Dengan pengalaman sebagai seorang musisi, Giring Ganesha mampu menghubungkan nilai-nilai kebudayaan dengan semangat masa depan yang cerah.
Melalui lagu, Giring ingin menanamkan harapan dalam diri setiap anak, agar mereka percaya akan kemampuan diri mereka. Menyapa para siswa sebagai “Laskar Pelangi” memberi mereka rasa percaya diri dan identitas yang kuat dalam mengejar mimpi.
Giring juga mengingatkan siswa bahwa mereka adalah manusia hebat yang harus selalu berpikiran positif. Pernyataannya ini diharapkan bisa menjadi pendorong bagi siswa untuk terus berjuang dan optimis menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Interaksi Kreatif antara Artis dan Siswa
Setelah menyanyikan lagu, Giring tidak berhenti di situ. Ia mengajak siswa untuk berdiskusi tentang gagasan-gagasan kreativitas yang ingin mereka sampaikan dalam sebuah lagu. Hal ini menunjukkan bahwa seni bukan hanya tentang tampil, tetapi juga tentang berbagi dan menggali potensi bersama.
Giring menanyakan kepada siswa tentang jenis irama yang mereka inginkan untuk lagu yang akan diciptakan. Respons dari para siswa menunjukkan ide-ide segar dan bersemangat yang diharapkan bisa membangkitkan semangat mereka setiap pagi sebelum sesi belajar dimulai.
Dengan pertanyaan mengandung humor “Kalau saya bikin lagu buat Sekolah Rakyat, maunya yang upbeat, medium beat, atau slow sedih?” Giring menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan bagi para siswa. Mereka pun antusias menyampaikan pendapat mereka.
Gagasan Kolaboratif yang Menginspirasi
Selama sesi kreatif ini, beragam gagasan mulia muncul dari siswa, seperti “cerdas bersama”, “tumbuh setara”, hingga “berjuang bersama”. Semua ide tersebut mempunyai makna yang dalam dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Selain itu, kalimat “Dulu kami hanya bermimpi, sekarang kami berani” menjadi salah satu inspirasi kuat untuk lirik lagu tersebut. Ini menunjukkan transformasi positif yang ingin dicapai oleh para siswa dan menjadi pengingat bahwa segala impian bisa diraih dengan kerja keras.
Observasi Giring terhadap gagasan-gagasan ini menunjukkan bahwa siswa bukan hanya sebagai pendengar, tetapi juga sebagai pencipta. Peran mereka dalam menciptakan lirik menciptakan rasa memiliki, sehingga lagu ini bakal menjadi identitas bagi mereka.
Melalui kegiatan tersebut, Giring menciptakan ruang bagi siswa untuk berekspresi dan memahami kekuatan dari kata-kata serta musik. Dengan demikian, mereka bisa merasa terlibat dan lebih bersemangat dalam pembelajaran.
Dengan seluruh dinamika ini, acara di GOR Sudiang bukan sekadar seremonial, melainkan platform untuk membangun rasa komitmen terhadap cita-cita dan harapan yang lebih besar bagi masa depan pendidikan dan generasi muda Indonesia.






















