Dalam era digital saat ini, interaksi antara manusia dan teknologi semakin kompleks. Teknologi seperti kecerdasan buatan telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, dan bahkan berpikir.
Namun, di balik kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan, tersimpan potensi bahaya yang dapat memengaruhi cara pandang kita terhadap berbagai isu, termasuk gender dan kekerasan visual.
Ketua Program Magister Kajian Budaya dan Media Sekolah Pascasarjana UGM menjelaskan bagaimana teknologi digital dan AI tidak sepenuhnya netral. Ia menyoroti bahwa teknologi yang ada dibangun di atas data, desain, dan imajinasi sosial yang sering kali dipengaruhi oleh bias maskulin.
Melalui praktik sehari-hari, kita bisa melihat bagaimana AI assistant sering kali muncul dengan karakteristik yang diasosiasikan dengan sifat feminin. Hal ini membuka diskusi tentang peran perempuan dalam dunia digital, di mana mereka sering kali diposisikan sebagai objek.
Penjelasan ini mengungkapkan bahwa fenomena kekerasan visual digital, seperti morphing, bukan sekadar hasil dari kemajuan teknologi, tetapi juga mencerminkan masalah struktural yang lebih dalam dalam masyarakat kita.
Bagaimana Teknologi Memengaruhi Pemahaman Gender di Masyarakat
Salah satu masalah yang muncul seiring perkembangan teknologi adalah penggambaran gender yang stereotip. Dalam banyak kasus, AI dan teknologi digital cenderung memperkuat pandangan tradisional terhadap peran gender.
Contohnya, AI sering kali diberi nama dan karakter yang mencerminkan sifat feminitas, menciptakan kesan bahwa teknologi tersebut seharusnya patuh dan melayani. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang nilai-nilai yang ditanamkan dalam teknologi.
Masyarakat harus mulai menyadari bahwa kekerasan visual yang terjadi di dunia maya, seperti manipulasi gambar, tidak terlepas dari representasi gender yang bias. Ini adalah masalah yang lebih besar dari sekadar kejahatan di internet; ini adalah hasil dari pandangan sosial yang sudah berlangsung lama.
Apa yang dapat dilakukan untuk memutus siklus ini? Salah satu solusinya adalah membangun kesadaran kolektif di kalangan pengguna internet. Setiap individu memiliki peran dalam mengubah narasi yang ada melalui tindakan mereka.
Pentingnya Kesadaran Kolektif dalam Penggunaan Media Digital
Kesadaran kolektif mengacu pada kemampuan masyarakat untuk memahami dan menyikapi isu-isu yang muncul akibat perkembangan teknologi. Dalam konteks digital, ini berarti kita perlu lebih cerdas dalam menggunakan platform online.
Masyarakat diimbau untuk tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi pencipta perubahan. Dengan tidak menyukai, membagikan, atau mengomentari konten manipulasi, pengguna dapat berkontribusi dalam menghentikan penyebaran informasi yang salah.
Apa yang kita lakukan pada platform digital dapat membawa dampak yang signifikan. Membangun kesadaran kolektif bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang tindakan nyata.
Jika kita semua bersikap kritis terhadap konten yang kita konsumsi, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat di dunia digital. Kesadaran ini menjadi kunci untuk melawan berbagai bentuk kekerasan visual dan penyebaran informasi palsu.
Konsekuensi Etis dan Politik dari Tindakan Digital
Tindakan sederhana seperti mengklik ‘like’ atau membagikan konten di media sosial memiliki dampak yang lebih luas dari yang kita bayangkan. Setiap interaksi dapat berkontribusi pada normalisasi perilaku yang merugikan.
Pengguna perlu menyadari bahwa keterlibatan mereka dalam dunia digital bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga komunitas. Mengganti posisi dari penonton pasif menjadi aktor aktif merupakan langkah penting dalam perubahan ini.
Dengan cara ini, kita bersama-sama dapat menjadi pengguna yang lebih kritis, yang menyadari bahwa setiap keputusan kita di ranah digital memiliki implikasi etis dan politis. Ini adalah panggilan untuk bertindak.
Oleh karena itu, mendidik diri sendiri dan orang lain tentang risiko serta konsekuensi penggunaan teknologi menjadi sangat penting. Dengan adanya kesadaran ini, kita bisa mengambil langkah-langkah preventif untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih baik bagi semua pihak.







