Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penutupan yang cukup bervariasi dalam perdagangan terkini, mencatat kenaikan tipis sebesar 0,04% hingga mencapai level 6.041,97. Kenaikan ini didorong oleh beberapa saham unggulan, meskipun ada tekanan signifikan dari saham lain yang menunjukkan tren penurunan.
Saham yang berkontribusi positif termasuk BBRI yang naik 1,07%, AMMN yang menguat 2,73%, dan BMRI yang bertambah 0,96%. Namun, di sisi lain, CASA mengalami penurunan mencapai 8,40%, diikuti oleh TLKM yang turun 1,56% dan BRMS yang terkoreksi 3,48%.
Investor asing masih aktif dalam pasar, namun mencatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp160,43 miliar di pasar reguler, serta Rp153,02 miliar di seluruh pasar. Dari sebelas indeks sektor, enam di antaranya berhasil menutup perdagangan di zona hijau, dengan sektor Basic Industry mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,76%, sedangkan sektor Health mengalami penurunan terbesar sebesar 1,08%.
Pergerakan Bursa Saham Global dan Dampaknya Terhadap IHSG
Dari sisi pasar global, bursa saham di Amerika Serikat menunjukkan tren positif, memberikan angin segar bagi investor. Indeks Dow Jones mencatat kenaikan 0,29% ke level 52.658, sementara S&P 500 dan Nasdaq juga menguat masing-masing sebesar 0,38% dan 0,62%.
Sentimen positif ini dipicu oleh berbagai faktor, terutama harapan pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih mendukung. Hal ini memberikan dampak positif terhadap IHSG meskipun terdapat tekanan dari sejumlah saham domestik. Pelaku pasar tetap mencermati dampak dari penambahan 37 emiten ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) yang berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan selanjutnya.
Selain itu, pergerakan ETF EIDO yang turun 0,50% menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar global, meskipun indeks MSCI Indonesia bergerak relatif stabil dengan pelemahan tipis 0,05%. Pelaku pasar diperkirakan akan terus memperhatikan perkembangan pasar secara keseluruhan.
Aksi Korporasi dan Rencana Ekspansi Emiten di Indonesia
Dari sisi aksi korporasi, PT Fore Kopi Indonesia Tbk., baru-baru ini melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang telah digunakan hingga Rp166,71 miliar. Dana tersebut terutama difokuskan untuk ekspansi jaringan gerai dan penyertaan modal kepada entitas anak.
Dari total dana bersih IPO yang mencapai Rp337,20 miliar, perseroan masih memiliki sisa dana sebesar Rp170,49 miliar yang disimpan di rekening giro PT Bank Mandiri. Mayoritas dana ini, yaitu Rp170,44 miliar, mendapatkan bunga tahunan sebesar 5,00%, menunjukkan pengelolaan keuangan yang hati-hati.
Sementara itu, PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) melanjutkan ekspansinya dengan membuka 23 Semarang Shopping Center dan mengembangkan kawasan mixed-use 88 Plaza Balikpapan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan berulang perusahaan di masa depan.
Kinerja Keuangan Emiten dan Target Pertumbuhan Ke Depan
Dalam laporannya, INPP mencatat pendapatan sebesar Rp326,91 miliar pada kuartal I-2026, meningkat 14,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba operasional juga mengalami kenaikan 29,95% menjadi Rp41,11 miliar, dengan laba bersih yang berhasil dibukukan sebesar Rp44,07 miliar.
Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5%–10% di tahun 2026, dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang mencatat Rp1,74 triliun. Hal ini didukung oleh hasil ekspansi dan optimalisasi aset yang ada, serta pengembangan destinasi mixed-use yang berpotensi mendatangkan keuntungan lebih di masa depan.
Di sisi lain, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) berencana untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25. Ini berarti setiap satu saham lama akan menjadi 25 saham baru, dan nilai nominal saham akan berubah dari Rp100 menjadi Rp4.
Rekomendasi Saham untuk Investasi
-
BUKA – Buy 104-106 | TP 108-112 | SL 98
-
MMIX – Buy 755-770 | TP 785-800 | SL 720
-
ARCI – Buy 1040-1050 | TP 1070-1100 | SL 980
-
MYOR – Buy 1755-1770 | TP 1785-1830 | SL 1680
-
SRTG – Buy 1660-1675 | TP 1685-1715 | SL 1570
Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.






















