Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penutupan positif pada hari Senin, dengan lonjakan sebesar 1,92% ke level 6.037,84. Kenaikan ini didorong oleh beberapa saham unggulan yang mencatat performa baik, meskipun terdapat juga saham yang mengalami penurunan signifikan.
Saham-saham yang menyokong penguatan IHSG termasuk BMRI yang melonjak 4,17%, BBRI naik 2,87%, dan AMMN yang meroket 7,69%. Di sisi lain, CTBN menurun sebesar 6,54%, diikuti oleh UNVR dan BOGA yang masing-masing tertekan 2,89% dan 5,85%.
Walaupun IHSG menunjukkan penguatan, tekanan dari investor asing terlihat dalam bentuk jual bersih, mencapai Rp412,50 miliar di pasar reguler. Sektor-sektor di bursa juga menunjukkan tren positif, dengan sembilan dari sebelas sektor ditutup menguat, di mana sektor Basic Industry menjadi yang terdepan dengan kenaikan 2,96%.
Sentimen Pasar di Indonesia dan Faktor Pendukungnya
Sentimen positif bagi pasar Indonesia datang dari penilaian S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB. Ini menunjukkan stabilitas ekonomi jangka panjang, yang diharapkan mendorong kepercayaan investor untuk berinvestasi lebih lanjut di pasar modal.
Selain itu, instrumen ETF EIDO mendapatkan penguatan 1,10%, dan MSCI Indonesia naik 2,24% sebagai respons terhadap pernyataan tersebut. Mempertahankan peringkat ini memberikan sinyal yang jelas bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh S&P diperkirakan mencapai 5,10% pada 2026. Dengan defisit fiskal yang diprediksi akan turun di bawah 3% terhadap PDB mulai 2027, ini mengindikasikan langkah perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan anggaran negara.
Kinerja Emiten dalam Sektor Tambang dan Energi
Archi Indonesia (ARCI) telah melaporkan pencapaian signifikan dalam program eksplorasinya selama semester pertama 2026, dengan investasi mencapai USD5,60 juta. Kegiatan eksplorasi mencakup 157 titik pengeboran, menggambarkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi sumber daya tambang.
Pengeboran dilakukan di area tambang emas Toka Tindung di Sulawesi Utara, dengan hasil yang menunjukkan kadar emas menjanjikan. Hasil eksplorasi menunjukkan temuan kadar emas hingga 10,20 gram per ton, dan angka ini menjadi lebih menjanjikan di kuartal kedua 2026.
Untuk memperkuat posisi pasar mereka, ARCI saat ini memiliki cadangan emas sekitar 3,90 juta ons. Ini terdiri dari cadangan terbukti dan cadangan terkira, yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan pendapatan perusahaan di masa depan.
Rencana Korporasi dan Dampaknya terhadap Pasar
RMK Energy (RMKE) berencana untuk melaksanakan stock split dengan rasio 1:5. Langkah ini telah memperoleh persetujuan dari Bursa Efek Indonesia dan direncanakan akan efektif setelah proses administrasi selesai, membawa perubahan signifikan dalam struktur sahamnya.
Dengan stock split ini, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor akan meningkat secara substansial, dari 4,38 miliar saham menjadi 21,88 miliar saham. Ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham di pasar, serta menarik perhatian investor baru yang sering kali mencari saham dengan harga lebih terjangkau.
Setelah stock split, perdagangan saham dengan nilai nominal sebelumnya akan berlangsung hingga pertengahan Juli, dan distribusi saham hasil stock split direncanakan pada 21 Juli 2026. Perubahan ini diharapkan memberikan sinergi yang positif bagi pertumbuhan ke depan perusahaan.




















