Di Surabaya, sebanyak 1.249 personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di sekitar Gedung Negara Grahadi. Keputusan ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran aksi yang diinginkan oleh para mahasiswa di kawasan tersebut.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya, AKP Hadi, menjelaskan bahwa pengamanan ini diperkuat oleh gabungan personel dari Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur, serta sejumlah instansi terkait. Kombinasi dari berbagai pihak ini diharapkan dapat menjamin situasi tetap kondusif dan terkendali.
“Dari total 1.249 personel, sebanyak 399 adalah anggota Polrestabes Surabaya, sedangkan 830 lainnya berasal dari Polda Jatim serta 20 personel dari instansi terkait,” tutur Hadi saat dikonfirmasi mengenai persiapan pengamanan tersebut.
Strategi Keamanan yang Diterapkan di Lokasi Demonstrasi
Pihak kepolisian juga telah menyiapkan unit khusus dari instansi lain seperti pemadam kebakaran dan kesehatan untuk mendukung keamanan selama demonstrasi. Terdapat 3 unit pemadam kebakaran dan 1 unit ambulans yang disiagakan di dekat lokasi demonstrasi untuk memberikan bantuan jika diperlukan.
Setiap personel telah ditempatkan di titik-titik strategis di sekitar Gedung Grahadi, sehingga dapat memberikan respons cepat terhadap situasi yang mungkin terjadi. Dengan memperkuat pengamanan di area vital, diharapkan unjuk rasa dapat berlangsung lancar tanpa adanya insiden yang tidak diinginkan.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pengaturan arus lalu lintas selama demonstrasi berlangsung. Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Bayu Galih Raditya, menegaskan bahwa pengaturan ini sangat penting untuk memastikan mobilitas di sekitar kawasan tetap aman dan efisien.
Pengaturan Arus Lalu Lintas yang Diberlakukan Selama Aksi Unjuk Rasa
Bayu mencatat bahwa personel lalu lintas telah disebar di beberapa titik sentral di Kota Pahlawan, di antaranya Jalan Darmo, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Gubernur Suryo. Dengan penempatan petugas di lokasi kunci tersebut, diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang mungkin ditimbulkan akibat aksi demonstrasi.
Ia menambahkan, Satlantas Polrestabes Surabaya telah menyiagakan sebanyak 75 personel untuk mengatur arus lalu lintas di area-area yang dianggap strategis. Namun, ia juga mengakui bahwa jumlah total aparat yang bertugas dalam pengamanan aksi tersebut masih belum dapat dipastikan secara detail.
“Selama ini, kami menyiapkan aparat di wilayah tengah Kota Surabaya,” tegasnya. Meski demikian, upaya penyekatan jalan belum menjadi kebijakan tetap, melainkan akan diterapkan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.
Situasi di Lokasi Demonstrasi dan Dampaknya Terhadap Lalu Lintas
Di lokasi demonstrasi, ribuan mahasiswa telah berkumpul di sekitar Gedung Negara Grahadi. Kawat berduri terlihat dipasang di sejumlah titik untuk menjaga keamanan, sementara kendaraan taktis polisi, ambulans, dan pemadam kebakaran terparkir di dalam area gedung.
Akibat aksi tersebut, pihak kepolisian telah melakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Gedung Grahadi. Pengendara yang melintas di Jalan Gubernur Suryo terpantau harus beralih ke jalur alternatif karena penutupan total oleh penyelenggara tindakan pengamanan.
Segala upaya ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menjaga stabilitas keadaan dan memastikan bahwa hak berdemokrasi para mahasiswa dapat dilakukan tanpa kekhawatiran. Jalan-jalan utama di sekitar lokasi demonstrasi ditutup sementara untuk memfasilitasi aksi dan meningkatkan keamanan.






















