Presiden Partai Buruh, yang juga merupakan pemimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), baru-baru ini menyuarakan pendapatnya mengenai keraguan publik terhadap perannya setelah ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden dalam bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Dalam pandangannya, ia menegaskan bahwa meskipun menjalin hubungan dengan kekuasaan, dia tetap akan kritis terhadap isu-isu buruh yang penting untuk diperjuangkan.
Said Iqbal, sebagai tokoh yang dikenal dalam gerakan buruh, menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri terhadap diplomasi dan lobi. Dia percaya bahwa strategi yang diterapkan oleh KSPI dan Partai Buruh selama ini, yang dikenal dengan nama KLA Project, sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi.
Dalam penjelasannya, setiap huruf dalam KLA memiliki makna spesifik; ‘K’ untuk konsep, ‘L’ untuk lobi, dan ‘A’ untuk aksi, sedangkan ‘Project’ juga menggambarkan elemen politik yang terlibat dalam perjuangan buruh. Dia menekankan bahwa keberadaan dan kehadiran buruh dalam ranah politik adalah hal yang esensial.
Sikap Terhadap Kekuasaan dan Diplomasi Buruh
Meski baru dilantik, Said Iqbal mengakui bahwa mendekatkan diri dengan kekuasaan bukanlah hal yang mudah bagi Partai Buruh. Menurutnya, keputusan untuk berinteraksi dengan para pemimpin harus dibarengi dengan prinsip ideologi dan kebijakan yang solid.
Said berpendapat bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang tabu bagi organisasi buruh. Ia menggarisbawahi bahwa banyak organisasi serikat pekerja di seluruh dunia merasakan pentingnya terlibat dalam arena politik untuk memperjuangkan hak-hak buruh.
Dia menyebutkan bahwa melalui kekuasaan, berbagai kebijakan seperti kenaikan upah buruh dan jaminan sosial dapat diwujudkan. Oleh karena itu, berjuang untuk mendekati struktur kekuasaan menjadi hal yang relevan bagi kalangan buruh.
Perjuangan untuk Kenaikan Upah dan Kesejahteraan Buruh
Said Iqbal menekankan pentingnya meraih keadilan dan kesejahteraan bagi buruh di Indonesia. Dia berpendapat bahwa keputusan politik di tingkat provinsi maupun nasional sangat berpengaruh terhadap keadaan buruh, termasuk dalam pengaturan upah kerja.
Dia berharap agar berbagai aspirasi buruh dapat dihadirkan dalam arena kebijakan, dan hal ini menjadi salah satu tujuan utama dalam pendukungannya terhadap Prabowo sebagai kandidat pemimpin. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi kehidupan buruh.
Selama satu dekade terakhir, Said mencatat bahwa sebelum Prabowo, buruh mengalami stagnasi dalam hal kenaikan upah. Dia menjelaskan bahwa terdapat banyak keluhan yang tidak diindahkan, dan inilah mengapa dukungan kepada Prabowo sangat signifikan bagi buruh.
Harapan Masa Depan untuk Buruh di Indonesia
Said Iqbal menjelaskan bahwa dengan dukungannya terhadap Prabowo, ia memiliki harapan yang besar untuk masa depan buruh di Indonesia. Apalagi, berbagai program yang diusulkan selama kampanye diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dia menegaskan bahwa hubungan antara buruh dan kekuasaan tidak memiliki antagonisme. Sebaliknya, justru ada peluang untuk kolaborasi yang dapat mendorong kesejahteraan buruh lebih baik lagi.
Dengan semangat baru yang dia miliki, Said berharap agar aspirasi buruh tidak hanya menjadi janji politik semata, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang nyata dan memberikan hasil bagi kesejahteraan masyarakat pekerja.



















