Pihak kepolisian baru-baru ini menangkap seorang pemuda yang diduga sebagai suporter sepak bola, setelah viral melakukan aksi pemalakan terhadap sopir mobil di kawasan Dago Atas, Bandung. Tindakan nekat ini terjadi tepat setelah perayaan gelar juara tim sepak bola lokal, dan menarik perhatian publik yang menyayangkan insiden tersebut.
Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, mengungkapkan bahwa pemalakan ini dipicu oleh keinginan pelaku untuk memperoleh uang tambahan guna membeli minuman keras. Pengaruh alkohol diduga menjadi salah satu penyebab utama dari perilaku agresif tersebut.
“Korban diminta memberikan sejumlah uang agar perjalanan mereka aman,” ujar Riki, menambahkan bahwa situasi seperti ini seringkali muncul pada saat euforia perayaan sepak bola.
Aksi Pemalakan di Tengah Perayaan Gelar Juara Sepak Bola
Insiden pemalakan ini terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei, saat para suporter merayakan kemenangan tim mereka, Persib Bandung, dalam Super League 2025/2026. Pelaku, yang disebut sebagai oknum Bobotoh, tampak tidak mengenakan baju, hanya mengenakan syal klub di lehernya.
Video yang beredar menunjukkan bahwa pelaku, yang mengaku bernama Demon, menginterogasi pengendara yang berasal dari luar daerah. Dengan nada mengancam, ia meminta sejumlah uang, mengklaim bahwa tindakan tersebut untuk menjaga keselamatan pengendara.
“Kami sering melihat fenomena ini terjadi di berbagai pertandingan sepak bola, di mana adrenalin euforia membuat para suporter kehilangan kontrol. Hal ini bisa menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang,” tambah Riki.
Dampak Sosial dan Hukum dari Tindakan Malang Tersebut
Kasus pemalakan ini mencerminkan dampak sosial dan hukum yang lebih luas di masyarakat. Rasa solidaritas di antara suporter sering kali dapat membuahkan hasil positif, namun ada kalanya hal ini berujung pada tindakan yang merugikan.
Polisi berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk perundungan atau pemalakan, terutama yang melibatkan suporter sepak bola. Ini penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman, baik saat merayakan kemenangan maupun dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini dan jika ada pihak lain yang terlibat, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Kompol Riki.
Peran Suporter dan Budaya Sepak Bola di Indonesia
Suporter memiliki peran penting dalam budaya sepak bola di Indonesia. Dukungan mereka dapat menciptakan atmosfer yang positif di stadion, namun sering kali, euforia tersebut bisa berujung pada perilaku negatif. Pemalakan yang terjadi di Bandung menjadi contoh bahwa ketangkasan dalam merayakan kemenangan perlu dibarengi dengan sikap yang dewasa.
Klub-klub sepak bola di Indonesia, termasuk Persib Bandung, terus berupaya melakukan edukasi kepada suporter tentang pentingnya sportifitas. Mereka juga mengajak suporter untuk saling menjaga satu sama lain demi menciptakan suasana aman dan nyaman selama pertandingan.
“Kami selalu mengingatkan suporter untuk tidak terjebak dalam euforia yang dapat merusak nama baik klub dan komunitas,” tambah Riki menekankan pentingnya kesadaran bersama.






















