Sidang disertasi di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia digelar dengan tema yang sangat relevan. Disertasi ini berjudul “Toolkit Kebijakan dan Strategi Perbankan Syariah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”, yang ditulis oleh Suprianto dan menyuguhkan kerangka strategis untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional.
Dalam disertasi tersebut, Suprianto menyoroti pentingnya pendanaan syariah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Walaupun Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat ekonomi syariah, banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkannya.
Indonesia berhadapan dengan tantangan mengatasi kesenjangan antara tujuan global dan pencapaian faktual di lapangan. Terutama dalam konteks keuangan syariah, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa perbaikan masih sangat diperlukan.
Pentingnya Perbankan Syariah dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Suprianto menegaskan bahwa perbankan syariah memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekedar lembaga intermediasi. Perbankan syariah bisa berkontribusi pada transformasi sosial dan ekonomi, sejalan dengan prinsip-prinsip syariah yang mendasarinya.
Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan memahami bagaimana perbankan syariah bisa menjadi solusi dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, perbankan syariah juga bisa menjawab tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Dengan demikian, potensi kekuatan sektor ini akan semakin meningkat jika didukung oleh kebijakan yang tepat. Keselarasan antara perbankan syariah dan tujuan pembangunan menjadi hal yang mendesak untuk diperhatikan.
Metode Penelitian yang Digunakan dalam Disertasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan integrasi beberapa metode yang saling melengkapi. Metode TOWS, Policy Delphi, dan Interpretative Structural Modelling (ISM) semua dimanfaatkan untuk menggali informasi yang mendalam tentang isu ini.
Kerangka teori dalam penelitian ini adalah multidisipliner, menggabungkan teori pembangunan dengan keuangan syariah. Hal ini dirancang untuk memberikan konteks yang lebih baik dalam memahami isu-isu yang dihadapi sektor ini.
Melalui pendekatan ini, Suprianto berharap dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang kebijakan yang memungkinkan perbankan syariah memainkan peran optimal dalam pembangunan. Penelitian ini juga menekankan pentingnya konteks lokal untuk menyelaraskan teori dengan praktik.
Hasil Penelitian dan Rekomendasi Strategis
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan dari pemangku kepentingan utama sangat memadai, namun implementasinya masih memerlukan sistem yang lebih adaptif. Bappenas, Otoritas Jasa Keuangan, serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah telah memberikan perhatian, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan.
Suprianto merumuskan toolkit kebijakan yang terdiri dari tiga elemen utama sebagai rekomendasi dalam disertasinya. Elemen-elemen ini meliputi Prinsip Acuan, Struktur Toolkit, dan Langkah Implementasi yang dapat digunakan oleh pemangku kepentingan.
“Toolkit ini merupakan panduan yang tidak hanya menjadi pedoman kebijakan, tetapi juga arah dalam pengembangan bisnis yang dapat meningkatkan daya saing perbankan syariah,” ungkapnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dari strategi yang diusulkan.






