Dalam dua tahun terakhir, perekonomian Indonesia menunjukkan tanda-tanda stabilitas pascapemulihan dari pandemi Covid-19. Dari pengamatan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di kisaran 5,0–5,1 persen, dengan inflasi terjaga dalam rentang yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keberhasilan kebijakan fiskal dan moneter yang telah diterapkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Kondisi ini tentu memberikan harapan bagi upaya perbaikan ekonomi yang lebih dalam.
Namun, di balik stabilitas yang nampak, terdapat sejumlah tantangan serius yang perlu dihadapi. Masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara menyeluruh. Selain itu, keterbatasan lapangan kerja berkualitas juga menjadi salah satu isu yang harus diprioritaskan.
Nurdin Halid juga menekankan perhatian pada kerusakan lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan tanpa perencanaan yang matang menyebabkan bencana alam setiap tahun. Banjir bandang dan tanah longsor, yang sering mengakibatkan hilangnya nyawa dan kerusakan infrastruktur, menjadi gambaran nyata dari masalah ini.
Pentingnya Memanfaatkan Momentum Tahun 2026 untuk Pertumbuhan Ekonomi
Nurdin memprediksi bahwa tahun 2026 adalah momen strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan menargetkan pertumbuhan di atas 8 persen di tahun 2028, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara maju dengan perencanaan yang tepat. Ini bukan hanya soal menjaga stabilitas, tetapi juga menciptakan momentum yang berkelanjutan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Dia menekankan bahwa keberhasilan ini juga harus berakar pada nilai-nilai Ekonomi Pancasila. Melalui penguatan nilai-nilai ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Dengan mempertimbangkan sisi keadilan sosial dan peluang ekonomi yang sama, ditargetkan dapat menekan angka kemiskinan.
Pemerintah juga harus menjadikan sektor-sektor strategis sebagai prioritas untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Investasi di bidang-kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal menjadi hal yang krusial. Keberlanjutan dalam investasi ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif.
Strategi Menghadapi Tantangan Struktural dalam Ekonomi
Berbagai tantangan struktural yang dihadapi Indonesia, seperti pengangguran dan ketidakmerataan pendapatan, harus dikelola dengan strategi yang terpadu. Nurdin Halid mengusulkan dua pendekatan: menghasilkan lapangan kerja yang berkualitas dan meningkatkan keterampilan SDM. Pendekatan ini dipandang sebagai pilar penting untuk memerangi pengangguran yang masih tinggi.
Di samping itu, pembangunan infrastruktur yang berkualitas perlu terus diupayakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Investasi infrastruktur tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan konektivitas di berbagai daerah. Hal ini diharapkan dapat mendistribusikan pembangunan secara lebih merata.
Inisiatif untuk memperbaiki iklim investasi juga diperlukan. Pengaturan yang lebih baik dan insentif bagi investor akan menarik lebih banyak modal masuk. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dari investor lokal dan internasional yang akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Membangun Ketahanan Ekonomi Indonesia yang Berkelanjutan
Dalam menghadapi berbagai tantangan, Nurdin menegaskan pentingnya membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan. Ketahanan ini harus melibatkan semua elemen dalam masyarakat, dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil. Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan, sehingga semua pihak dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi sorotan dalam menciptakan ketahanan ekonomi. Inovasi dan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor, mulai dari produksi hingga distribusi. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi.
Selain itu, kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, akan sangat mendukung upaya ini. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan bisa menciptakan solusi yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Hal ini dapat membawa Indonesia menuju tujuan jangka panjang menjadi negara yang lebih maju.







