Hasil skrining riwayat kesehatan peserta dibagi menjadi dua status utama, yaitu berisiko penyakit dan tidak berisiko penyakit. Selain itu, tingkat risikonya diklasifikasikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi.
Jika hasil menunjukkan risiko rendah, peserta cukup melanjutkan gaya hidup sehat tanpa perlu pemeriksaan tambahan. Namun, jika risikonya sedang atau tinggi, peserta disarankan segera ke FKTP untuk konsultasi dan pemeriksaan lanjutan.
4. Mencakup Skrining 14 Jenis Penyakit Kronis
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023, skrining BPJS Kesehatan mencakup 14 jenis penyakit kronis, di antaranya diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung, TBC, anemia pada remaja putri, PPOK, thalassemia, hipotiroid kongenital, hingga hepatitis B dan C.
Setiap jenis penyakit memiliki pemeriksaan lanjutan yang berbeda, seperti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, IVA test, SADANIS, pemeriksaan darah, hingga rapid antigen hepatitis, yang dilakukan di FKTP sesuai kebutuhan.
Proses Skrining dan Penanganan Kesehatan yang Tepat
Proses skrining kesehatan sangat penting untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan. Langkah awal ini membantu individu untuk mengetahui status kesehatan mereka dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk pencegahan.
Apabila hasil skrining menunjukkan risiko penyakit, langkah selanjutnya adalah melakukan konsultasi lebih lanjut. Melalui proses ini, dokter dapat memberikan rekomendasi terkait tindakan pencegahan atau pengobatan yang tepat.
Pentingnya skrining kesehatan juga dapat dilihat dari aspek pencegahan. Masyarakat didorong untuk tidak menunggu munculnya gejala serius sebelum menjalani pemeriksaan rutin. Dengan demikian, risiko terkena penyakit berat dapat diminimalisir.
Peran Skrining dalam Menangani Penyakit Kronis
Skrining berfungsi sebagai alat untuk mengenali penyakit kronis sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah serius. Hal ini sangat penting, mengingat banyak penyakit kronis yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Setiap individu memiliki risiko berbeda terhadap berbagai penyakit. Melalui skrining yang teratur, perspektif kesehatan seseorang dapat ditingkatkan, dan langkah pencegahan yang lebih baik dapat diterapkan. Ini juga akan membantu individu untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka.
Penyakit kronis sering kali mengakibatkan beban ekonomi dan sosial yang cukup berat. Dengan melakukan skrining secara teratur, diharapkan dapat mengurangi jumlah pasien yang perlu dirawat jalan atau dirawat inap. Artinya, skrining akan berdampak positif pada sistem kesehatan secara keseluruhan.
Mengapa Skrining Kesehatan Penting Dilakukan Secara Berkala
Melakukan skrining kesehatan secara berkala penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Salah satu keuntungan utamanya adalah dapat memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perhatian yang diperlukan seputar kesehatan mereka.
Skrining yang rutin juga memberikan kesempatan untuk mendeteksi penyakit dalam tahap yang lebih awal. Dengan demikian, pengobatan dapat dilakukan dengan lebih efektif, meningkatkan peluang untuk sembuh atau mengelola penyakit.
Pemerintah telah mengupayakan berbagai program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya skrining kesehatan. Dengan dukungan semua lapisan masyarakat, diharapkan semakin banyak orang yang mau melakukannya.







