Teuku Faisal Fathani telah resmi dilantik sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Pelantikan ini berlangsung di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin, 3 November 2025, dan menandai awal kepemimpinannya yang baru.
Pelantikan ini juga menandai berakhirnya masa jabatan Dwikorita Karnawati, yang telah menjabat sejak 2017. Pengangkatan Faisal sebagai Kepala BMKG ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163/TPA Tahun 2025.
Dalam proses pelantikan, Faisal mengucapkan sumpah jabatan di hadapan banyak tamu undangan dan pejabat. Ia berkomitmen untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan semua peraturan yang berlaku dengan sebaik-baiknya.
Proses Pemilihan Kepala BMKG yang Transparan dan Akuntabel
Penetapan Faisal sebagai pemimpin baru BMKG merupakan hasil dari Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Utama (JPTU). Proses seleksi ini dilaksanakan secara sistematis dan transparan sejak 4 Agustus 2025.
Tahapan seleksi terdiri dari beberapa proses, mulai dari seleksi administrasi, penyusunan policy brief, hingga assessment test yang dilakukan oleh PUSPENKOM BKN. Proses ini diakhiri dengan wawancara dan tes kesehatan untuk memastikan bahwa calon memenuhi syarat.
Pemilihan berfokus pada kompetensi dan integritas calon, menjadikannya sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan BMKG. Kualitas kandidat yang dihasilkan melalui seleksi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja lembaga ke depan.
Riwayat Pendidikan dan Keahlian Teuku Faisal Fathani
Teuku Faisal Fathani lahir pada 26 Mei 1975 di Banda Aceh. Ia dikenal sebagai ahli dalam bidang geoteknik dan teknologi kebencanaan, dengan pengalaman yang luas di dunia akademik dan penelitian.
Pendidikan S1 dan S2 Faisal diselesaikan di Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kontribusinya di bidang teknik sipil sudah tidak diragukan lagi, membuatnya dikenal di berbagai kalangan.
Gelar doktor dalam bidang geoteknik dari Tokyo University of Agriculture and Technology yang diraihnya pada 2005. Gelar tersebut semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pakar di bidangnya.
Visi dan Misi Teuku Faisal Fathani sebagai Kepala BMKG
Setelah dilantik, Faisal bertekad untuk meningkatkan kinerja BMKG dalam memberikan informasi meteorologi dan geofisika. Visi besarnya adalah menciptakan sistem peringatan dini yang lebih efektif untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Dia juga berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara BMKG dengan berbagai instansi terkait. Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan up-to-date mengenai cuaca dan kejadian bencana.
Faisal menargetkan untuk memberdayakan teknologi dalam pemantauan dan analisis data. Dengan adanya inovasi teknologi, diharapkan BMKG mampu memberikan informasi yang lebih tepat dan cepat kepada publik.






