HP lipat pernah dianggap sebagai salah satu inovasi paling menarik di industri smartphone. Dengan teknologi layar fleksibel yang menawarkan pengalaman pengguna yang berbeda serta desain yang ringkas, perangkat ini menjadi perhatian banyak kalangan.
Namun, sejak 2025, minat terhadap ponsel lipat mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah penurunan ini bersifat sementara atau merupakan sinyal adanya perubahan mendasar dalam tren smartphone secara keseluruhan.
Perubahan ini tentu berimplikasi bagi produsen dan konsumen, mengingat perangkat lipat menghadirkan segudang fitur baru yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pengguna. Dengan berbagai inovasi yang diperkenalkan, penting untuk mempertimbangkan apa yang mungkin menghambat perkembangan kategori ponsel ini.
Perkembangan Awal Ponsel Lipat dan Daya Tariknya
Ponsel lipat mulai menggebrak industri smartphone pada awal 2020-an. Pada waktu itu, banyak produsen ponsel berlomba-lomba untuk memperkenalkan model lipat dengan teknologi layar yang semakin matang.
Keberhasilan awal ini didorong oleh harga yang semakin terjangkau dan fitur-fitur inovatif yang menarik bagi konsumen. Desain ponsel yang dapat dilipat menjadi solusi bagi mereka yang menginginkan perangkat yang lebih ringkas tanpa mengorbankan ukuran layar.
Meskipun penampilan awalnya menggembirakan, seiring berjalannya waktu, beberapa tantangan mulai muncul. Masalah kualitas layar, daya tahan, serta pengalaman pengguna berperan penting dalam penilaian konsumen terhadap ponsel lipat.
Penyebab Penurunan Minat Terhadap Ponsel Lipat
Salah satu faktor utama penurunan ketertarikan konsumen terhadap ponsel lipat adalah stagnasi inovasi. Sejak 2024, banyak produk baru yang diluncurkan namun tidak menawarkan fitur revolusioner yang benar-benar memikat.
Selain itu, dengan semakin banyaknya pilihan smartphone konvensional yang memiliki spesifikasi tinggi dengan harga miring, konsumen mulai beralih kembali. Kepraktisan dan kemudahan penggunaan perangkat biasa menjadi alasan utama mereka meninggalkan ponsel lipat.
Di sisi lain, produsen juga mulai mengurangi jumlah model yang dirilis. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa mereka pun merasakan perubahan minat di pasar dan memilih untuk berfokus pada pengembangan produk yang lebih diminati.
Proyeksi Masa Depan untuk Ponsel Lipat
Dengan penurunan pesat dalam pengiriman panel layar lipat pada 2025, proyeksi untuk ponsel ini menjadi semakin mengecil. Diperkirakan, pengiriman ponsel lipat akan mengalami penurunan yang signifikan, menjadikan masa depan kategori ini penuh tanda tanya.
Para analis mulai mempertanyakan apakah ponsel lipat masih layak untuk dipertahankan sebagai segmen pasar yang berkelanjutan. Jika inovasi tidak segera ada, ponsel ini mungkin akan semakin terpinggirkan dalam persaingan yang semakin ketat.
Namun, ada harapan bahwa inovasi baru atau penemuan teknologi dapat mengubah kembali pandangan konsumen. Jika sejumlah masalah yang ada dapat diatasi dengan efektif, bukan tidak mungkin ponsel lipat akan kembali bersinar di industri smartphone.







