Nyeri punggung bagian bawah atau yang lebih dikenal sebagai low back pain (LBP) telah menjadi masalah kesehatan yang umum di masyarakat, mencakup berbagai kelompok usia. Awalnya, banyak menganggap bahwa kondisi ini hanya diderita oleh orang tua, namun kini remaja dan orang dewasa muda juga sering mengeluhkan masalah yang sama.
Dr. Arif Pebianto, seorang spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jawa Barat Welas Asih, menjelaskan bahwa keluhan ini beragam mulai dari nyeri, pegal, hingga kesemutan di area lumbosakral tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa nyeri punggung bukan sekadar masalah fisik, melainkan juga dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari.
Penyebab dari low back pain sangat bervariasi dan tergantung pada struktur anatomi yang mengalami masalah. Ini dapat berkaitan dengan tulang, sendi, otot, atau bahkan organ lain seperti ginjal, yang dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman di punggung bawah.
Menurut Arif, penyebab low back pain dapat berupa saraf terjepit, masalah otot, atau gangguan sendi. Diagnosis awal yang tepat tentu saja penting untuk menentukan terapi yang sesuai dan mencegah masalah lebih lanjut.
Pemicu Utama Nyeri Punggung di Kalangan Masyarakat Muda
Salah satu faktor yang paling signifikan terkait dengan nyeri punggung di usia muda adalah gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan buruk seperti kurangnya aktivitas fisik, posisi duduk yang salah saat bekerja, dan kebiasaan mengangkat beban berat dapat menjadi pemicu utama LBP.
Berbagai aktivitas hobi juga bisa berkontribusi terhadap masalah ini. Olahraga angkat beban yang dilakukan tanpa teknik yang benar berisiko menyebabkan ketegangan pada otot punggung. Selain itu, kegiatan seperti bersepeda atau berkendara juga bisa menjadi masalah jika tidak memperhatikan posisi tubuh yang tepat.
Dr. Arif menyatakan bahwa stres dan kondisi psikologis yang buruk juga bisa memperburuk gejala nyeri punggung. Ketika seseorang mengalami tekanan mental, tubuh cenderung beradaptasi dengan cara yang tidak sehat, menyebabkan ketegangan otot.
Obesitas adalah faktor lain yang sering kali diabaikan. Berat badan berlebih memberikan tekanan tambahan pada punggung bawah, sehingga meningkatkan risiko nyeri. Dengan mempertahankan berat badan ideal, seseorang dapat mencegah masalah ini sebelum terjadi.
Dalam banyak kasus, pasien dengan nyeri punggung bawah datang ke dokter setelah mengalami gejala yang parah. Padahal, penanganan lebih awal dapat mencegah kondisi memburuk dan membantu pemulihan lebih cepat.
Olahraga Sebagai Salah Satu Solusi untuk Nyeri Punggung
Ketika berurusan dengan nyeri punggung, penting untuk memahami bahwa olahraga bukanlah musuh, melainkan sahabat. Olahraga dengan postur yang benar sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tulang belakang. Meskipun terdengar paradoks, aktivitas fisik dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan.
Dr. Arif merekomendasikan jenis olahraga yang bisa melatih otot inti, seperti otot perut dan punggung bawah. Latihan penguatan otot inti akan membantu menstabilkan tulang belakang dan mengurangi risiko cedera.
Olahraga air seperti berenang sangat baik untuk penderita nyeri punggung. Aktivitas ini memberikan dukungan pada tubuh sambil meningkatkan kekuatan otot punggung dan inti. Selain itu, berenang juga memberikan relaksasi bagi otot yang tegang, sehingga dapat meredakan gejala nyeri.
Namun, bagi mereka yang sudah mengalami gejala nyeri, penting untuk memilih latihan dengan intensitas yang lebih rendah dan melakukan lebih banyak pengulangan. Ini akan membantu meningkatkan kekuatan otot secara bertahap tanpa memberikan beban berlebih.
Sementara itu, berbagai teknik peregangan juga dapat membantu dalam meningkatkan fleksibilitas otot. Fleksibilitas yang baik akan membantu menjaga postur tubuh yang sehat dan mencegah masalah lebih lanjut.
Pentingnya Memahami Posisi Tubuh Saat Beraktivitas
Hal yang sering diabaikan dalam pencegahan nyeri punggung adalah pentingnya posisi tubuh yang benar saat melakukan aktivitas sehari-hari. Posisi tubuh yang tidak ergonomis dapat menyebabkan masalah pada tulang belakang seiring waktu. Oleh karena itu, edukasi mengenai ergonomi sangat diperlukan.
Dr. Arif mengingatkan bahwa posisi duduk yang baik saat bekerja dan saat berkendara harus menjadi prioritas. Mengatur tinggi meja kerja dan memilih kursi yang mendukung punggung sangat penting untuk mencegah ketegangan otot.
Dalam konteks olahraga, penggunaan alat bantu yang tepat juga sangat diperhatikan. Misalnya, saat angkat beban, teknik pengangkatan yang benar serta penggunaan sabuk pengaman dapat mengurangi risiko cedera. Dengan memperhatikan aspek ini, kita bisa menjaga kesehatan tulang belakang lebih baik.
Pendidikan tentang teknik yang benar dalam beraktivitas harus diberikan secara luas. Dengan pengetahuan yang tepat, individu dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Ketika semua ini dipadukan, umumnya akan menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik. Seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu oleh masalah low back pain yang menyakitkan.







