Dalam beberapa hari terakhir, bencana tanah longsor terjadi di beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, menimbulkan banyak dampak serius bagi masyarakat. Salah satu peristiwa terkini terjadi di Dusun Sosor Alo, Desa Goreng Meni, di mana hujan deras memicu longsor yang menimbun rumah warga.
Bencana ini mengakibatkan tragedi yang menyedihkan, di mana dua orang warga belum ditemukan dan dinyatakan hilang. Sementara itu, dua orang lainnya berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.
Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana, melaporkan bahwa ratusan warga terpaksa mengungsi. Sebanyak 90 kepala keluarga di Dusun Sosor Alo dan 137 kepala keluarga di Dusun Buru Pote harus meninggalkan rumah mereka karena khawatir akan adanya longsor susulan.
Dampak Bencana Alam dan Upaya Penanganan yang Dilakukan
Setelah bencana terjadi, tim pencarian dan penyelamatan segera dikerahkan untuk mencari korban yang hilang. Camat Vitalis menginformasikan fokus utama adalah mencari mereka yang masih tertimbun.
“Kami berkomitmen untuk menemukan korban yang hilang, sementara bagi yang sudah dievakuasi, mereka sudah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan,” kata Vitalis. Upaya ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan semua warga.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, juga memberikan arahan agar masyarakat menghindari perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak. Dia mengimbau warga untuk mengambil langkah cepat dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Peristiwa Serupa di Bali: Penanganan Korban Longsor yang Menimpa Pekerja
Sementara itu, peristiwa longsor juga terjadi di Bali, saat tiga pekerja proyek tertimbun di Desa Ungasan. Bencana ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang berhasil diselamatkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengkonfirmasi bahwa pekerja yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat adalah Muhammad Haki. Sayangnya, dua rekan kerjanya, Farhan dan Shohibul Hasan, tidak selamat.
Jenazah kedua pekerja tersebut telah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah di Denpasar untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Kejadian ini menambah daftar panjang bencana tanah longsor yang dialami wilayah tersebut dalam waktu belakangan ini.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bencana Alam
Bencana yang terjadi harus menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran bencana. Masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam memahami tanda-tanda alam dan kondisi cuaca yang dapat berpotensi menimbulkan bencana.
Program pendidikan dan pelatihan tentang mitigasi bencana perlu diperkuat untuk memastikan setiap individu tahu langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat. Pendidikan ini sangat krusial terutama di daerah rawan bencana.
Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah yang berisiko longsor. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana di masa yang akan datang, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.







