Pada libur Tahun Baru 2026, Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati oleh masyarakat. Dengan jumlah pengunjung mencapai 72.363 orang, angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, mengungkapkan bahwa dari total pengunjung tersebut, 59.180 orang menghabiskan waktu di kawasan Monas. Sementara itu, 13.183 orang memilih untuk mengunjungi area tugu yang ikonik ini.
Jumlah pengunjung tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencatat sebanyak 41.951 orang. Dari angka tersebut, 40.568 orang mengunjungi kawasan, sementara 1.383 orang lainnya memilih untuk melihat tugu.
Faktor Pendorong Peningkatan Pengunjung di Monas
Menurut Isa, kebijakan pemerintah untuk menyediakan angkutan publik gratis hingga pukul 23.59 WIB menjadi salah satu alasan utama meningkatnya angka kunjungan. Kebijakan ini memungkinkan lebih banyak orang untuk merasakan pengalaman di Monas tanpa khawatir tentang biaya transportasi.
Selain itu, suasana liburan yang menyenangkan juga menjadi faktor penting yang menarik pengunjung. Banyak keluarga dan wisatawan lokal memanfaatkan waktu libur untuk berwisata dan bersantai bersama.
Acara-acara khusus yang diadakan di sekitar Monas selama periode liburan juga menambah daya tarik bagi pengunjung. Berbagai kegiatan budaya dan hiburan membuat suasana semakin meriah dan menarik bagi keluarga.
Statistik Pengunjung dan Perbandingan Tahun Sebelumnya
Secara keseluruhan, peningkatan pengunjung Monas tercatat dengan jelas jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Statistik menunjukkan bahwa ada pertumbuhan hampir dua kali lipat dalam jumlah pengunjung di kawasan tersebut.
Perbandingan angka ini mencerminkan daya tarik Monas sebagai salah satu landmark terkenal di ibu kota. Tidak hanya warga Jakarta, tetapi juga wisatawan dari luar kota, turut berbondong-bondong untuk merayakan tahun baru di lokasi ini.
Hal ini juga menegaskan pentingnya promosi wisata yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak pengunjung. Upaya tersebut sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi Monas.
Manfaat Ekonomi dari Meningkatnya Jumlah Pengunjung
Peningkatan jumlah pengunjung jelas memberikan manfaat ekonomi bagi kawasan sekitar Monas. Dengan lebih banyak orang datang, sektor usaha seperti kuliner, souvenir, dan transportasi juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang ikut merasakan dampak positif dari lonjakan pengunjung. Hal ini juga menciptakan lapangan kerja sementara selama periode liburan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Ditambah lagi, dengan adanya promosi wisata yang lebih agresif, sektor pariwisata di Jakarta diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian lokal. Masyarakat pun semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan area wisata.






