loading…
Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) tahun ini kembali mempersembahkan inovasi yang menarik perhatian. Kolaborasi antara Universitas Mercu Buana dan Universitas Budi Luhur memperkenalkan teknologi printer DTF di Ekowisata Keranggan, sebuah langkah strategis untuk mengembangkan potensi produk lokal.
Dari tahun ke tahun, program ini menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat dengan memperkenalkan teknologi yang relevan. Dengan dukungan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), kegiatan ini semakin meluas dan menunjang kreativitas di tingkat lokal.
Kegiatan ini dipimpin oleh Heru Suwoyo yang didampingi oleh Julpri Andika dan Rizky Dinata dari Universitas Mercu Buana, serta Nazori dari Universitas Budi Luhur. Kolaborasi ini juga melibatkan mahasiswa sebagai pendamping untuk memperkuat transfer teknologi kepada masyarakat.
Inovasi Teknologi untuk Memberdayakan Masyarakat Lokal
Printer DTF (Direct to Film) merupakan salah satu hasil inovasi yang dapat mendorong pengembangan produk kreatif lokal. Teknologi ini memungkinkan warga untuk mencetak desain yang lebih variatif dan menarik, serta menciptakan produk yang dapat dijual di pasar.
Dari pengenalan teknologi sebelumnya seperti CNC, 3D printer, dan laser engraver, teknologi DTF membawa angin segar bagi para pelaku UMKM. Ini memberikan mereka alat yang lebih lengkap untuk menciptakan produk yang inovatif dan unik.
“Dengan teknologi yang kami bawakan, masyarakat bisa lebih bebas menuangkan ide dan kreativitas mereka,” ujar Rizky Dinata, menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi dalam menciptakan produk baru. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di marketplace yang semakin kompetitif.
Implementasi dan Dampak di Ekowisata Keranggan
Pengenalan teknologi DTF di Ekowisata Keranggan diharapkan bisa membantu masyarakat setempat dalam memproduksi barang-barang kerajinan yang merepresentasikan budaya lokal. Dengan produk yang lebih beragam, desa ini berpotensi menarik lebih banyak wisatawan.
Pengembangan produk kreatif lokal tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan teknologi dalam berwirausaha. Hal ini menjadi langkah yang signifikan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bagi warga setempat.
Selain itu, melalui pendampingan yang dilakukan oleh tim pelaksana, masyarakat akan mendapatkan pelatihan langsung tentang bagaimana cara menggunakan teknologi ini dengan baik. Inisiatif ini bertujuan agar transfer ilmu dan keterampilan dapat berjalan berkelanjutan.
Peran Mahasiswa dalam Transfer Pengetahuan Teknologi
Keterlibatan mahasiswa sebagai pendamping sangat penting dalam proses pengabdian ini. Mereka tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga mentor yang membantu masyarakat memahami bagaimana cara menggunakan teknologi dengan efektif.
Mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan belajar banyak tentang dinamika pemberdayaan masyarakat serta tantangan yang dihadapi. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka dalam menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah.
Dengan demikian, sinergi antara universitas dan masyarakat tidak hanya menguntungkan satu pihak tetapi semua yang terlibat. Ini menandakan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.







