Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan mengalami cuaca yang berawan tebal diikuti dengan hujan ringan pada akhir pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi terbaru mengenai keadaan cuaca yang berlangsung.
Pada hari Minggu, 14 Desember 2025, cuaca di Jakarta umum pada pagi hari akan mulai mendung, kecuali di Kepulauan Seribu yang diperkirakan mengalami hujan ringan. Menurut perkiraan, hujan akan meningkat intensitasnya pada siang hari, sementara malam harinya kembali berawan tebal.
Keadaan cuaca ini juga berlaku untuk daerah penyangga Jakarta. Di kota-kota seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, diperkirakan akan mengalami kondisi yang serupa dengan apa yang terjadi di Jakarta, dengan rentang intensitas hujan yang bervariasi.
Informasi lebih rinci dibutuhkan oleh masyarakat untuk memahami cuaca yang akan dialami sepanjang hari. Hal ini membantu warga merencanakan aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hingga malam hari, di mana kemungkinan hujan lebih tinggi.
Agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah beberapa prediksi cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada hari ini.
Prakiraan Cuaca Jakarta Pagi Hingga Malam Hari
Pada pagi hari, kota Jakarta Barat diprediksi akan mengalami cuaca berawan tebal. Sementara itu, Jakarta Pusat juga diperkirakan dalam kondisi yang sama, dengan suhu yang mendukung aktivitas pagi hari.
Di Jakarta Selatan, cuaca berawan tebal akan mendominasi pada pagi hari. Masyarakat yang akan melakukan aktivitas pagi disarankan tetap membawa payung karena intensitas hujan akan meningkat pada siang hari.
Untuk Jakarta Timur, kondisi cuaca pagi diharapkan tidak berbeda jauh dengan wilayah lainnya, yakni berawan tebal. Ini berarti bahwa aktivitas di luar ruangan tidak akan terganggu pada pagi hari, namun potensi hujan perlu diperhitungkan pada siang hari.
Pada malam harinya, cuaca di seluruh wilayah Jakarta kembali diperkirakan akan berawan tebal, memberikan suasana yang tenang bagi warga yang berada di luar. Namun, tetap diingat bahwa cuaca bisa berubah dengan cepat.
Untuk Kepulauan Seribu, suasana pagi juga dimulai dengan hujan ringan. Terlepas dari kondisi hujan, malam harinya diprediksi akan berawan, memberikan sedikit ruang bagi aktivitas malam.
Cuaca Di Kota Penyangga Jakarta
Di Bogor, terutama pada pagi hari, atmosfer diperkirakan berawan tebal. Ketika memasuki siang hari, kemungkinan hujan ringan akan menjelang, sehingga masyarakat diharapkan untuk mempersiapkan payung atau jas hujan.
Hal serupa berlaku untuk Bekasi, di mana cuaca berawan akan menemani pagi hari dan diikuti dengan hujan ringan pada siang hari. Ini menuntut masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan laman cuaca yang cepat.
Kota Depok pada pagi hari juga diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang tidak jauh berbeda, yaitu berawan. Saat siang menjelang, hujan ringan menjadi hal yang harus diwaspadai oleh warga.
Di Tangerang, kremasan cuaca terasa berbeda ketika siang hari tiba. Hujan disertai petir diperkirakan akan menjadi sorotan, berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi aktivitas luar.
Pada malam harinya, seperti wilayah lainnya, semua kota penyangga Jakarta juga diperkirakan kembali berawan. Ini memberikan peluang bagi warga untuk menikmatinya malam dengan tenang, meski tetap perlu mempertimbangkan risiko cuaca.
Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem dan Dampaknya
Berdasarkan laporan BMKG, penting bagi warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Hujan lebat, bahkan berpotensi menyebabkan banjir, perlu diantisipasi oleh setiap individu.
Dampak dari cuaca ekstrem juga bisa meliputi kemungkinan terjadinya angin puting beliung, yang kerap terjadi saat cuaca berubah drastis. Mengingat hal ini, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi cuaca.
Penting bagi setiap orang untuk memastikan tempat tinggal dan lingkungan sekitar aman dari potensi bahaya cuaca ekstrem. Mengamati kondisi cuaca melalui media dan aplikasi cuaca dapat membantu dalam mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Kesiapsiagaan individu maupun masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi setiap kemungkinan bencana yang disebabkan oleh kondisi cuaca. Edukasi mengenai dampak cuaca ekstrem harus disebarluaskan agar lebih banyak orang mengetahui cara melindungi diri.
Dengan informasi terpercaya dari BMKG, masyarakat dapat lebih siap menghadapi cuaca yang berubah-ubah, sehingga risiko kerugian yang disebabkan cuaca dapat diminimalisir.







