Festival Bakmi Tirta Lie yang telah dinanti-nanti akhirnya kembali hadir setelah lima tahun libur, memikat para penggemar kuliner di Jakarta. Pertunjukan yang berlokasi di Citywalk Gajah Mada ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Desember 2025. Dengan acara ini, Tirta Lie bukan hanya memperkenalkan makanan, tetapi juga membawa kembali kenangan manis dari festival sebelumnya yang diadakan pada awal tahun 2020.
Acara ini menjadi penutup dari rangkaian roadshow yang sebelumnya menyapa delapan kota, menandai perjalanan panjang yang penuh dengan cita rasa kuliner. Tirta Lie, sebagai inisiator festival, mengungkapkan rasa senangnya bisa kembali berhadapan langsung dengan para penggemar.
Dengan inovasi segar, Tirta memunculkan tema “Festival Rasa Restoran,” menggugah pengalaman bersantap menjadi lebih istimewa. Dalam festival ini, pengunjung tidak perlu lagi menggunakan peralatan sekali pakai, melainkan alat makan yang berkualitas dari restoran.
Konsep Baru di Festival Bakmi Tirta Lie 2025
Dikenal dengan pendekatan yang berbeda, Tirta Lie berusaha menyajikan pengalaman kuliner yang lebih berkesan. Ia menginginkan agar setiap pengunjung merasa seolah-olah sedang menikmati hidangan di restoran canggih tanpa harus meninggalkan kesan festival. Dengan menyediakan piring, mangkok, sendok, dan garpu asli, Tirta berharap dapat menghadirkan pengalaman yang lebih autentik.
“Kami ingin setiap orang menikmati makanan dengan cara yang lebih mendalam,” ujar Tirta. Dia menekankan pentingnya menciptakan pengalaman bersantap yang ‘manusiawi dan mewah,’ di mana pengunjung dapat merasakan kepuasan yang lebih besar dari sekadar makanan yang disajikan.
Dengan pendekatan ini, festival tidak hanya sekadar tempat menjajakan makanan, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi para pengunjung. Rasa panggilan nostalgia seperti ini tentu akan mengingatkan banyak orang akan kenangan indah dari festival sebelumnya.
Menjaga Konsistensi Rasa: Standar Tinggi di Festival
Salah satu aspek terpenting yang menjadi fokus utama festival ini adalah konsistensi rasa. Tirta mengaku telah melakukan seleksi ketat terhadap setiap pedagang yang berpartisipasi dalam festival. Ia memastikan bahwa hanya yang terbaik yang layak mendapatkan sertifikasi “Tirta Lie Approved,” yang menjadi simbol kualitas dan pengakuan rasa yang murni.
Setelah meneliti lebih dari dua puluh lima pedagang bakmi, festival ini menghadirkan delapan tenan halal dan tujuh belas non-halal. Dalam proses seleksi, Tirta tidak hanya memperhatikan cita rasa, tetapi juga bagaimana cara penyajian dan pengalaman keseluruhan yang ditawarkan kepada pengunjung.
Pemilihan tenan yang sangat ketat ini bertujuan untuk menjaga reputasi festival sebagai salah satu yang paling diminati di Jakarta. Tirta Lie berharap dengan pendekatan ini, festival bakal menciptakan tren baru dalam dunia kuliner Indonesia.
Kepuasan Pengunjung: Pengalaman yang Berkesan di Setiap Suapan
Pengalaman bersantap di Festival Bakmi Tirta Lie bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi lebih dari itu—adalah tentang menciptakan momen yang tak terlupakan. “Saya ingin orang-orang merasa puas dan bahagia setiap kali mereka datang ke festival,” ungkap Tirta. Ia percaya bahwa setiap hidangan memiliki cerita tersendiri yang bisa dinikmati bersama teman dan keluarga.
Dengan hadirnya festival ini, pengunjung tidak hanya diperkenalkan pada beragam jenis bakmi yang lezat, tetapi juga diajak untuk menikmati suasana festival yang meriah. Tirta meyakini, festival seperti ini akan memperkuat komunitas pencinta kuliner dan menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Selama tiga hari festival berlangsung, Tirta berharap akan banyak pencinta kuliner yang datang dan berbagi pengalaman mereka. Dengan membangun penghayatan terhadap makanan yang disajikan, festival ini diharapkan bisa menjadi jembatan untuk menciptakan hubungan yang lebih kuat di antara sesama pencinta kuliner.







