Buah ceri premium Sato Nishiki mencuri perhatian publik setelah terjual seharga 1,8 juta yen, setara dengan lebih dari Rp192 juta, untuk satu kotak pada lelang awal tahun ini di Jepang. Ini menjadikan Sato Nishiki sebagai salah satu jenis ceri termahal di dunia, menandai rekor baru dalam industri pertanian Jepang.
Peristiwa lelang tersebut berlangsung pada 5 Januari 2026 di Kota Tendo, Prefektur Yamagata, yang dikenal sebagai pusat penghasil ceri berkualitas tinggi. Di lelang terpisah, sebuah kotak ceri sebanyak 68 buah terjual dengan harga 1,55 juta yen, menunjukkan tingginya minat dan nilai dari buah ceri ini di pasar.
Mengapa Ceri Sato Nishiki Begitu Bernilai di Jepang?
Ceri Sato Nishiki terkenal dengan rasa manis dan kesegaran yang luar biasa, membuatnya menjadi primadona di kalangan pencinta buah. Selain itu, proses budidaya yang cermat dan perhatian pada detail selama pertumbuhan ceri ini menambah nilai jualnya.
Para petani menggunakan teknik budidaya yang inovatif seperti ultra-paksa untuk mempercepat waktu panen, sehingga ceri dapat tersedia lebih awal di pasar. Metode ini melibatkan pemindahan pohon ceri ke dalam rumah kaca setelah mendinginkan mereka untuk meniru kondisi musim dingin.
Kualitas rasa dan penampilan ceri ini tidak hanya disukai oleh konsumen lokal tetapi juga menjadi daya tarik bagi eksportir yang ingin membawa Sato Nishiki ke pasar internasional. Permintaan yang tinggi pada buah ini semakin meningkatkan harganya di pasar domestik.
Penyesuaian Tarif Tiket Galeri Nasional Indonesia di Awal 2026
Menyusul langkah serupa dari Museum Nasional Indonesia, Galeri Nasional Indonesia juga mengumumkan penyesuaian harga tiket pengunjung mulai 5 Januari 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan layanan dan pengalaman bagi pengunjung galeri.
Harga tiket untuk wisatawan asing mengalami kenaikan signifikan dari Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu. Sementara itu, kategori pelajar kini diperluas untuk mencakup anak usia dini hingga mahasiswa, memberikan peluang bagi lebih banyak orang untuk menikmati seni dan budaya.
Melalui penyesuaian ini, Galeri Nasional Indonesia berharap bisa meningkatkan aksesibilitas sekaligus membantu mendanai program-program edukasi dan pameran yang akan datang. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan untuk #SahabatGalnas.
Penangkapan Nicolas Maduro dan Dampaknya terhadap Pakaian Olahraga
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro baru-baru ini menjadi sorotan, terutama setelah foto-foto dirinya yang mengenakan outfit olahraga menjadi viral. Hal ini turut membawa perhatian pada brand pakaian yang ia kenakan, menciptakan efek iklan yang tak terduga.
Foto-foto tersebut menunjukkan Maduro dalam keadaan ditangkap, mengenakan celana olahraga abu-abu dan hoodie yang menunjukkan logo brand terkenal. Tak lama setelah gambar tersebut beredar, banyak orang mulai mencari pakaian serupa yang dikenakan oleh Maduro.
Minat publik terhadap outfit tersebut menghasilkan penjualan yang luar biasa, dengan banyak pengecer melaporkan bahwa busana yang dikenakan Maduro cepat habis terjual. Ini mencerminkan bagaimana satu peristiwa dapat memengaruhi tren mode serta pola belanja masyarakat.
Tren Pertanian dan Ekonomi Pertanian Jepang
Tren harga yang melonjak untuk produk pertanian Jepang, termasuk ceri, mencerminkan lonjakan permintaan global akan produk berkualitas tinggi. Petani kini tidak hanya bersaing secara lokal, tetapi juga harus mampu memenuhi permintaan dari pasar internasional.
Penggunaan teknologi dalam proses pertanian seperti sensor untuk pemantauan kelembapan dan nutrisi tanah semakin umum diadopsi oleh petani modern. Ini meningkatkan efisiensi dan hasil panen yang lebih baik, memberikan keuntungan kompetitif di pasar.
Dalam skala lebih luas, tantangan seperti perubahan iklim juga menjadi perhatian serius bagi petani. Adaptasi terhadap perubahan ini penting untuk menjaga keberlangsungan hasil pertanian dan kehidupan petani di Jepang.







