Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat banjir yang merendam wilayah Desa Jenggot dan Desa Kedaung di Kecamatan Mekar Baru. Selama sepuluh hari terakhir, setidaknya 118 keluarga terisolasi akibat hujan deras yang menyebabkan anak Sungai Cidurian meluap dan menggenangi permukiman serta jalan di sekitarnya.
Berdasarkan pantauan terkini, ketinggian air telah mencapai 90 sentimeter. Hal ini membuat akses bagi para relawan untuk mendistribusikan bantuan menjadi semakin sulit, namun mereka tetap berupaya memberikan bantuan logistik bagi warga yang terkena dampak.
Camat Mekar Baru, Iman Bahlawi, mengungkapkan bahwa dampak banjir ini tidak hanya mempengaruhi keluarga terisolasi, tetapi juga mengganggu kehidupan sekitar sebanyak 2.029 warga. Proses evakuasi pun mengalami kendala yang disebabkan oleh letak geografis rumah warga yang dekat dengan aliran sungai dan area persawahan yang juga terendam.
Situasi Darurat Akibat Banjir di Tangerang
Saat ini, sebagian warga yang terjebak telah mengungsi ke SDN Jenggati, yang dijadikan sebagai posko untuk evakuasi sementara. Sekitar 80 orang sudah beralih ke lokasi tersebut, namun proses penyelamatan masih jauh dari kata selesai. “Kami akan terus berusaha menyalurkan bantuan,” ujar Iman.
Dia juga menambahkan bahwa kebutuhan mendasar seperti sembako sangat diperlukan oleh mereka yang terisolasi. Pemerintah daerah mengirimkan bantuan rutin untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari para korban.
Penyebab utama banjir di daerah ini disebabkan oleh pendangkalan aliran Sungai Cidurian. Iman menjelaskan bahwa kondisi ini membuat aliran air tidak dapat menampung debit yang tinggi saat hujan deras turun.
Rencana Perbaikan Jangka Panjang oleh Pemerintah
Beberapa rencana sudah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengatasi masalah banjir ini. Bupati telah menjanjikan bahwa pada tahun 2026, akan dilakukan pembenahan serius terhadap aliran sungai tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menghindari terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
Langkah perbaikan tidak hanya akan bermanfaat untuk penduduk setempat, tetapi juga untuk lingkungan yang lebih luas. Dengan memperbaiki sistem drainase, diharapkan debit air dapat dikelola dengan lebih baik.
Rencana pembenahan ini memerlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, upaya perbaikan aliran sungai dapat berjalan lebih efektif.
Peran Relawan dan Komunitas dalam Penanganan Banjir
Sejumlah relawan telah berperan aktif dalam memberikan bantuan, meskipun akses ke lokasi cukup sulit. Mereka mengandalkan perahu dan kendaraan yang bisa melewati genangan air. Ketersediaan bantuan juga sangat tergantung pada kemampuan relawan untuk mencapai daerah terdampak.
Komunitas setempat merespons keadaan darurat ini dengan menggalang bantuan, baik berupa sumbangan makanan maupun pakaian. Kerjasama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam situasi darurat seperti ini.
Pelaksanaan kegiatan gotong royong juga menjadi salah satu cara untuk menjalin solidaritas di tengah krisis. Masyarakat saling membantu satu sama lain, memperlihatkan kebersamaan meskipun dalam situasi sulit.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan
Situasi banjir di Tangerang merupakan panggilan untuk bertindak bagi semua pihak. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan masyarakat, diharapkan masalah ini dapat diatasi secara menyeluruh. Banyak siswa yang terpaksa berhenti sekolah akibat bencana ini, dan perhatian terhadap pendidikan anak-anak juga harus menjadi fokus setelah keadaan membaik.
Ke depannya, penting untuk melakukan evaluasi agar langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan secara efektif. Dari pendidikan masyarakat tentang manajemen risiko bencana hingga peningkatan infrastruktur drainase, semua aspek perlu diperhatikan agar bencana serupa tidak terulang.
Dengan berkoordinasi dan berkolaborasi, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Tangerang menjadi semakin terjangkau. Kini saatnya untuk bersatu dan membangun kembali kehidupan demi kesejahteraan bersama.







