Sebanyak 10 lurah yang menjadi finalis Benyamin S Award (BSA) 2026, bersama dengan 10 lurah finalis BSA 2025, mengikuti pelatihan tentang dasar-dasar perhumasan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota, Jakarta Pusat. Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan, menjadikan para lurah sebagai pengelola kawasan yang lebih efektif.
“Tugas public relations (PR) sangat penting dalam mendorong para lurah untuk menjadi manajer kawasan yang tangguh di wilayah masing-masing,” ujar Kepala Bagian Kerja Sama Pihak Ketiga Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta, Faisal. Ia menekankan bahwa keberhasilan hubungan masyarakat akan sangat berpengaruh pada pengelolaan dan pelayanan yang dilakukan oleh lurah kepada warga.
Peran lurah sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat menjadikan posisi ini vital. Dengan pelatihan yang tepat, mereka diharapkan dapat lebih memahami bagaimana cara berinteraksi dan melayani masyarakat secara efektif.
Pentingnya Pelatihan Bagi Lurah dalam Meningkatkan Layanan Publik
Pelatihan yang berlangsung selama tiga jam ini bertujuan untuk membekali lurah dengan berbagai kompetensi kehumasan yang dibutuhkan. Ini mencakup pengelolaan komunikasi yang lebih baik, baik dalam konteks verbal maupun non-verbal.
Faisal menjelaskan, “Para lurah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat perlu memiliki keterampilan yang memadai agar dapat menjalankan tugas dengan optimal.” Dalam konteks ini, harapan besar digantungkan pada lulusan pelatihan ini agar dapat meningkatkan layanan di wilayah mereka.
Latar belakang pelatihan diambil dari delapan unit kompetensi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dalam bidang kehumasan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan pelatihan yang relevan dan berkualitas.
Strategi Mengelola Hubungan dengan Masyarakat Secara Efektif
Salah satu aspek penting yang dibahas dalam pelatihan adalah tentang pemetaan pemangku kepentingan. Lurah diharapkan dapat memahami siapa saja yang menjadi integral dalam pengembangan wilayah mereka. Dengan begitu, mereka dapat merencanakan program yang lebih tepat sasaran.
Pengetahuan tentang pengelolaan kanal resmi hingga pemantauan percakapan digital juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Ini sangat relevan di era digital saat ini, di mana informasi dapat menyebar dengan cepat.
Belajar dari pengalaman para praktisi dalam bidang kehumasan akan membantu lurah mengimplementasikan strategi yang lebih baik. Selain itu, pertemuan seperti ini dapat membangun jaringan antar lurah yang memudahkan kolaborasi di masa mendatang.
Sikap Proaktif dalam Meningkatkan Kualitas Wilayah
Dengan pelatihan ini, diharapkan para lurah dapat meningkatkan komitmen mereka terhadap pembangunan daerah. Mereka bukan hanya menjadi pengelola administratif, tetapi juga pemimpin yang peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Faisal menegaskan, “Kami yakin bahwa dengan ilmu yang didapatkan, lurah dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik.” Pelatihan ini akan memberikan bekal yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan wilayah.
Benyamin S Award adalah bentuk penghargaan bagi lurah yang memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kelurahan di DKI Jakarta. Ini menciptakan rasa kompetisi yang positif antara lurah-lurah untuk bekerja lebih baik demi masyarakat.
Melalui pelatihan ini, lurah tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga kesempatan untuk bersaing dalam prestasi. Ini diharapkan akan menghasilkan dampak yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.






















