Ketiga, rakyat Amerika hampir 350 juta dan memiliki banyak industri global. Artinya akan banyak kontak antara orang dan juga perusahaan Amerika dengan negara-negara lain, yang selain punya dampak ekonomi, sosial, industri, politik maka juga tentang kesehatan masyarakat.
Dengan keluarnya Amerika Serikat dari WHO maka kontak kesehatan antara Amerika Serikat dengan negara-negara lain (termasuk Indonesia) tentu jadinya akan bersifat bilateral, atau setidaknya Amerika dengan regional (ASEAN) misalnya, yang tentu perlu pengaturan yang baik.
Prof Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University.
Ketergantungan Global dan Dampaknya pada Kesehatan Masyarakat
Di era globalisasi, keterhubungan antarnegara menjadi semakin kompleks. Setiap tindakan satu negara dapat membawa dampak signifikan bagi negara lain, terutama dalam hal kesehatan.
Ketergantungan ekonomi dan sosial ini menjadikan tiap keputusan politik di suatu negara, termasuk kebijakan kesehatan, dapat mempengaruhi kesejahteraan global. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hubungan baik dan kolaborasi dalam upaya penanganan isu kesehatan.
Melihat tren ini, perlu ada pemahaman yang mendalam tentang bagaimana kesehatan masyarakat dapat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan internasional. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara yang memiliki interaksi tinggi, seperti Amerika Serikat dan Indonesia.
Peran WHO dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Dunia
WHO telah menjadi garda terdepan dalam mengkoordinasikan respon terhadap krisis kesehatan global. Organisasi ini berperan penting dalam mengembangkan pedoman dan strategi untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan.
Keberadaan WHO sebagai lembaga internasional memungkinkan negara-negara mendapatkan akses kepada informasi dan sumber daya yang penting. Namun, ketidakpastian mengenai komitmen Amerika Serikat terhadap WHO dapat mempengaruhi efektivitas kerja sama ini.
Tanpa dukungan penuh dari anggota besar seperti Amerika Serikat, upaya untuk meningkatkan kesehatan global bisa terhambat. Hal ini dapat berakibat pada penurunan daya tanggap terhadap wabah yang muncul di berbagai belahan dunia.
Pentingnya Kerjasama Bilateral dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan
Kerja sama bilateral antara negara-negara menjadi sangat penting dalam konteks kesehatan masyarakat. Hal ini memungkinkan pertukaran informasi dan sumber daya secara langsung antara dua negara.
Negara seperti Indonesia, yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat, perlu mengambil inisiatif untuk membangun jaringan kerja sama yang lebih baik. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas kesehatan domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di forum internasional.
Seiring dengan meningkatnya ancaman kesehatan global, pendekatan bilateral bisa menjadi strategi efektif untuk mengatasi krisis. Hal ini menciptakan ruang bagi inovasi dan kolaborasi yang tidak mungkin dilakukan dalam kerangka multilateral yang lebih rumit.







