Pasca bencana alam, masalah kesehatan sering kali meningkat di kalangan masyarakat. Di Aceh Tamiang, tidak hanya warga di pengungsian yang mengalami masalah, namun mereka yang telah kembali ke rumah juga tidak luput dari dampaknya.
Ketika banjir melanda, debu dan kotoran menjadi masalah utama yang dihadapi. Menurut seorang tenaga medis yang bertugas di daerah tersebut, angka kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) meningkat dengan signifikan.
Berdasarkan pernyataan dokter Selly Famela Chasandra, ISPA menjadi keluhan paling umum. Hal ini disebabkan oleh banyaknya debu yang terangkat setelah banjir surut, menambah beban kesehatan masyarakat yang sudah berjuang untuk pulih.
Masalah Kesehatan Pascabencana yang Mengkhawatirkan
Penyakit kulit, diare, dan dispepsia juga menjadi masalah kesehatan lain yang menjamur di kalangan penduduk. Dispepsia, yang merupakan gejala gangguan pencernaan seperti nyeri ulu hati, membuat banyak orang merasa tidak nyaman setelah makan.
Keluhan-keluhan pascabencana ini sering kali bersifat beragam dan bisa menjadi serius. Mulai dari benda tajam yang tertancap di kaki hingga risiko jatuh saat membersihkan rumah menjadi ancaman nyata bagi mereka yang berusaha membangun kembali kehidupan sehari-hari.
Di tengah-tengah masalah ini, banyak warga berusaha bertahan dan saling membantu. Kisah-kisah haru dan penuh inspirasi muncul dari usaha mereka untuk memulihkan diri dari trauma banjir.
Pengalaman Sehari-Hari Warga yang Berusaha Pulih
Salah satu cerita menyentuh datang dari Elte, seorang warga berusia 42 tahun di Desa Kaloi, Kecamatan Tamiang Hulu. Elte terjatuh ketika membersihkan rumahnya dan mengalami luka yang cukup parah.
Dalam cerita yang disampaikannya, Elte menyebutkan bahwa ia terpeleset pada lumpur saat berusaha membuang sisa-sisa banjir. Hal ini mencerminkan risiko yang dihadapi banyak orang saat mereka berusaha untuk kembali ke rutinitas normal.
Elte tidak sendirian; banyak warga lain yang mengalami kejadian serupa. Mereka berjuang dengan kondisi yang sulit dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang penuh tantangan.
Penerapan Kebijakan Kesehatan yang Diperlukan
Di tengah situasi yang mengkhawatirkan ini, penerapan kebijakan kesehatan yang lebih baik harus menjadi prioritas. Pihak terkait perlu memastikan akses yang memadai terhadap pelayanan kesehatan bagi semua warga, baik yang masih di pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah.
Pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif sangat penting dalam menanggulangi berbagai masalah kesehatan yang muncul. Edukasi mengenai pencegahan penyakit, serta pengadaan fasilitas kesehatan yang memadai, harus segera dilakukan.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat lokal sangat diperlukan. Memperkuat sistem kesehatan di kawasan yang rentan terhadap bencana dapat membantu masyarakat untuk menghadapi tantangan serupa di masa mendatang.







