loading…
Serat memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, terutama dalam sistem pencernaan. Ketersediaan serat yang cukup dalam pola makan sehari-hari dapat membantu meringankan berbagai masalah gastrointestinal yang umum terjadi.
Pentingnya serat tidak hanya terbatas pada pencernaan, tetapi juga meliputi pengaturan kadar kolesterol dan kualitas bakteri baik di usus. Dengan menjaga keseimbangan tersebut, maka kesehatan metabolisme dan imunitas tubuh pun turut terjaga.
Berapa Besar Kebutuhan Serat Harian untuk Dewasa?
Menurut ahli gizi dari IPB University, Prof. Hardinsyah, kebutuhan serat harian orang dewasa berkisar antara 25 hingga 26 gram. Angka ini berfungsi sebagai acuan untuk memastikan asupan serat yang mencukupi setiap hari.
Rekomendasi tersebut didasarkan pada kebutuhan energi yang umum diketahui. Sebagai contoh, setiap konsumsi 1.000 kilokalori energi memerlukan sekitar 13 gram serat.
Dengan memahami rumus ini, seseorang yang memiliki kebutuhan energi sekitar 2.000 kilokalori sebaiknya mengonsumsi serat dalam kisaran yang telah ditentukan. Ini memberikan gambaran jelas mengenai pentingnya memperhatikan asupan serat dalam diet harian.
Mengapa Hubungan Serat dengan Kesehatan Sangat Penting?
Serat berfungsi sebagai pengatur utama dalam hal pencernaan, membantu mencegah sembelit dan memperlancar proses buang air besar. Selain itu, serat juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung dengan mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
Serat larut dan tidak larut memiliki fungsi yang berbeda. Serat larut membantu mengatur kadar gula darah, sedangkan serat tidak larut berkontribusi pada kesehatan usus besar, mempercepat proses pencernaan.
Dengan demikian, penting bagi individu untuk memilih makanan yang kaya akan serat. Ini termasuk sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan dalam pola makan sehari-hari.
Bagaimana Cara Meningkatkan Asupan Serat dalam Diet?
Untuk memenuhi kebutuhan serat, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan memasukkan lebih banyak buah-buahan dan sayuran dalam setiap hidangan. Memilih makanan utuh, seperti roti gandum, dapat meningkatkan jumlah serat secara signifikan.
Pentingnya memulai hari dengan sarapan tinggi serat juga tidak bisa diabaikan. Sarapan seperti oatmeal atau sereal dari biji-bijian dapat menjadi pilihan yang sangat baik.
Selain itu, memperhatikan cara memasak juga berdampak pada kandungan serat. Menghindari proses pengolahan berlebihan dapat membantu mempertahankan serat alami dalam makanan.






