• Latest
  • Trending
  • All
Pramono Kaji Rencana Aturan Ganjil Genap di Kota Tua

Pramono Kaji Rencana Aturan Ganjil Genap di Kota Tua

October 4, 2026
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bandung, Klaten, dan Sulawesi Tengah

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bandung, Klaten, dan Sulawesi Tengah

October 4, 2026
Arahan untuk Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dari Prabowo

Arahan untuk Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dari Prabowo

October 4, 2026
Sesak Bernapas di Palembang, Kualitas Udara Sangat Berbahaya

Sesak Bernapas di Palembang, Kualitas Udara Sangat Berbahaya

October 4, 2026
Prabowo Temui Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

Prabowo Temui Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

October 4, 2026
Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Jawaban Mengejutkan

Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Jawaban Mengejutkan

October 4, 2026
Duduk Perkara Ci Mehong Sebagai Korban Pengeditan Digital

Duduk Perkara Ci Mehong Sebagai Korban Pengeditan Digital

October 4, 2026
Balita Sakit Setelah Makan Roti, Ibu Dilaporkan ke Pihak Berwajib

Balita Sakit Setelah Makan Roti, Ibu Dilaporkan ke Pihak Berwajib

October 4, 2026
Daftar 7 Pati Polri yang Dipromosikan Menjadi Komisaris Jenderal

Daftar 7 Pati Polri yang Dipromosikan Menjadi Komisaris Jenderal

October 4, 2026
Sekali Pindah Partai, Saya Tetap di Gerindra

Sekali Pindah Partai, Saya Tetap di Gerindra

October 4, 2026
Rumah Warga dan Sekolah Terluka Akibat Gempa M6,1 Guncang Sumba

Rumah Warga dan Sekolah Terluka Akibat Gempa M6,1 Guncang Sumba

October 4, 2026
Kasus ISPA Jatim Meningkat 200 Ribu Dihadapkan Karhutla dan Kemarau

Ojol di Palembang Meninggal Karena Sesak Nafas Diduga Akibat Kabut Asap

October 3, 2026
Komisi III DPR Minta Kapolri Perbaiki Pejabat Polri yang Arogan

Komisi III DPR Minta Kapolri Perbaiki Pejabat Polri yang Arogan

October 3, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 5, 2026
  • Login
Ademsari.co.id
  • News
  • Health
  • Tekno
  • Edukasi
  • Lifestyle
  • Travel
No Result
View All Result
Ademsari.co.id
No Result
View All Result
Home Health

Pramono Kaji Rencana Aturan Ganjil Genap di Kota Tua

by Hendri
October 4, 2026
in Health
0
Pramono Kaji Rencana Aturan Ganjil Genap di Kota Tua
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa ia sedang mempertimbangkan penerapan kembali kebijakan ganjil-genap di beberapa jalan utama seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Kota Tua. Kajian menyeluruh sedang dilakukan untuk memastikan dampak dari kebijakan tersebut sebelum keputusan akhir diambil.

Saat berbicara di Velodrome, Jakarta, pada acara baru-baru ini, Pramono menyampaikan bahwa dampak dari kebijakan ini dirasakan cukup lama oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk segera merumuskan langkah yang tepat terkait penerapan ganjil-genap.

Prioritas utama dalam kajian ini adalah untuk mengambil keputusan yang berkualitas, agar kebijakan yang diterapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan arus lalu lintas di Jakarta.

Pertimbangan Utama dalam Kebijakan Ganjil-Genap

Salah satu pertimbangan penting yang disampaikan oleh Pramono adalah proyek pengerjaan MRT fase 2, yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2027. Setelah proyek tersebut selesai, barulah pemprov akan menilai apakah kebijakan ganjil-genap masih relevan untuk diteruskan.

Pramono menekankan bahwa selama proyek MRT berlangsung, akan ada berbagai permasalahan arus lalu lintas yang perlu diatasi. Keberhasilan proyek ini diharapkan bisa meredakan kemacetan yang sering terjadi di jalan-jalan yang terdampak.

Ia yakin bahwa jika semua berjalan sesuai rencana, masyarakat akan merasakan perubahan positif dalam hal kelancaran lalu lintas setelah MRT beroperasi.

Evaluasi Penerapan Ganjil-Genap yang Berkelanjutan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, juga menekankan pentingnya melakukan evaluasi terhadap kebijakan ganjil-genap yang sudah diterapkan selama lebih dari satu dekade. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai efektivitas kebijakan dalam konteks kelancaran lalu lintas dan juga dampaknya terhadap masyarakat.

Budi mengungkapkan bahwa evaluasi tidak hanya melihat arus lalu lintas, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan tersebut. Ini menjadi langkah penting agar kebijakan yang ada dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang di masyarakat.

Selain itu, Budi menambahkan bahwa analisis terhadap rute-rute yang terpengaruh juga menjadi aspek penting dalam re-evaluasi kebijakan ini.

Sejarah dan Penerapan Ganjil-Genap di Jakarta

Aturan ganjil-genap resmi diterapkan di Jakarta pada 30 Agustus 2016, menggantikan kebijakan 3 in 1 yang dinilai sudah tidak efektif. Secara teknis, kebijakan ini mengatur agar hanya kendaraan dengan nomor pelat yang sesuai dengan tanggal tertentu yang boleh melintas di ruas jalan tertentu.

Saat ini, ganjil-genap diberlakukan di 26 ruas jalan utama pada hari kerja, dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dan 16.00 hingga 21.00 WIB. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

Beberapa ruas jalan yang terkena kebijakan ini meliputi Jalan Sudirman, M.H. Thamrin, dan H.R. Rasuna Said. Kebijakan ini mengundang berbagai respon dari masyarakat, baik positif maupun negatif.

Implementasi dan Tantangan di Lapangan

Meskipun kebijakan ganjil-genap telah berjalan lebih dari sepuluh tahun, banyak tantangan yang harus dihadapi saat pelaksanaannya. Banyak masyarakat yang mengeluhkan kurangnya alternatif transportasi yang memadai saat kebijakan ini diberlakukan.

Pemprov DKI Jakarta juga perlu berinovasi dalam menyediakan moda transportasi publik yang lebih efektif dan terjangkau untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan ganjil-genap. Ini penting agar masyarakat tidak merasa dirugikan dan tetap mendapatkan akses yang baik saat bepergian.

Kehadiran transportasi publik yang baik tentu akan mendukung tujuan utama kebijakan ini, yakni mengurangi angka kemacetan di Jakarta dan menjadikan kota ini lebih ramah lingkungan.

Tags: AturanGanjilGenapKajiKotaPramonoRencanaTua
Share196Tweet123
Hendri

Hendri

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kondisi Terbaru Anggota DPR Gus Hilman Setelah Kecelakaan Maut

Detik-detik Tabrak Lari dan Diamuk Massa di Jakbar

June 23, 2026
Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

Penyesuaian Operasional Transjakarta di 22 Rute Khusus Hari Minggu Besok

May 16, 2026
Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS Menurut Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

Tabrakan Kereta Api di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian

0
Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Daftar 86 Nama Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

0
Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

Dudung Tanggapi Kritik Tentang Militerisasi Kabinet: Saya Sudah Pensiun

0
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bandung, Klaten, dan Sulawesi Tengah

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bandung, Klaten, dan Sulawesi Tengah

October 4, 2026
Arahan untuk Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dari Prabowo

Arahan untuk Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dari Prabowo

October 4, 2026
Pramono Kaji Rencana Aturan Ganjil Genap di Kota Tua

Pramono Kaji Rencana Aturan Ganjil Genap di Kota Tua

October 4, 2026
Ademsari.co.id

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Ademsari.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In