Pada tanggal 15 Desember 2025, kebakaran melanda Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, mengakibatkan banyak pedagang kehilangan tempat berjualan. Kini, setelah beberapa hari, para pedagang terdampak sudah bisa beraktivitas kembali di tempat penampungan sementara yang disiapkan oleh pemerintah.
“Kami menyambut baik penyediaan tempat penampungan ini,” ujar Suharini Eliawati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta. Dia menekankan bahwa lokasi tersebut memungkinkan pedagang untuk segera melanjutkan kegiatan perdagangan mereka sambil menunggu perbaikan pasar yang terbakar.
Dalam beberapa hari terakhir, para pedagang telah mengikuti sosialisasi dan mengambil nomor kios yang tersedia. Tempat baru ini terletak sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran, sehingga diharapkan bisa membantu pedagang untuk kembali berjualan secepat mungkin.
Salah satu pedagang bernama Ahmad Alam Syah menilai fasilitas yang disediakan sudah memenuhi kebutuhan mereka. “Yang terpenting adalah kami bisa mulai berdagang lagi dan memperoleh penghasilan,” kata Ahmad, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberlanjutan usaha mereka.
Suparto, pedagang pepaya yang telah beroperasi selama 15 tahun, menambahkan bahwa tempat penampungan yang menampung 350 kios ini akan segera rampung. Dia berharap bahwa pasar yang terbakar dapat segera dibangun ulang untuk mengembalikan aktivitas perdagangan ke keadaan normal.
Berita Terbaru Tentang Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati
Pemerintah setempat telah memberikan bantuan sebesar Rp5 juta kepada setiap pedagang yang terdampak untuk membantu keberlangsungan usaha mereka. Dana ini diharapkan bisa meringankan beban pedagang selama proses pemulihan berlangsung.
Selain bantuan finansial, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan kemudahan dalam pengajuan kredit usaha di Bank Jakarta. Fasilitas ini bertujuan untuk mendorong para pedagang agar tetap optimis dalam menghadapi masa sulit pasca kebakaran.
Keberadaan asuransi juga menjadi salah satu langkah strategis, di mana seluruh area yang terdampak telah diasuransikan. Dengan demikian, penggantian dan renovasi kios yang rusak akan ditangani melalui mekanisme asuransi, sehingga prosesnya lebih cepat dan efisien.
Rencana Strategis Pemprov DKI Setelah Kebakaran
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan aspek keselamatan di kawasan pasar, termasuk penambahan fasilitas hidran kebakaran. Langkah tersebut diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Penguatan aspek keselamatan juga akan diperhatikan selama proses renovasi pasar. Memastikan bahwa penyebab kebakaran, yang diduga akibat korsleting listrik, tidak terulang merupakan prioritas utama bagi Pemprov DKI.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, diharapkan pasar dapat beroperasi kembali dalam waktu dekat. Para pedagang juga diharapkan dapat kembali berjualan di tempat yang sama setelah renovasi selesai dilakukan.
Pentingnya Dukungan untuk Para Pedagang Pasar
Situasi yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati mengingatkan kita akan pentingnya dukungan kepada para pedagang. Pedagang kecil sering kali paling rentan terhadap kejadian tidak terduga seperti kebakaran yang dapat mengganggu mata pencaharian mereka.
Dengan bantuan dari pemerintah, komunitas, dan lembaga keuangan, diharapkan para pedagang dapat pulih dengan cepat. Upaya kolaboratif ini sangat penting agar mereka bisa segera mendapatkan penghasilan kembali demi kesejahteraan keluarga.
Semua pihak diharapkan bisa bergerak bersama untuk membantu para pedagang. Dari mendorong pedagang untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan hingga memberikan dukungan moral, semuanya berperan dalam upaya pemulihan ini.







