Ranu Kumbolo, sebuah danau indah yang terletak di lereng Gunung Semeru, mengundang 129 pendaki untuk bermalam di tempat tersebut saat gunung berapi itu mengalami erupsi pada Rabu, 19 November 2025. Meskipun aktivitas gunung meningkat, penyedia layanan wisata mengungkapkan bahwa area Ranu Kumbolo tidak mengalami dampak langsung dari peristiwa tersebut.
Pihak pengelola menyatakan bahwa lokasi Ranu Kumbolo berada di utara Gunung Semeru, sementara arah erupsi adalah tenggara. Pada malam itu, cuaca dilaporkan hujan, yang mempersulit kondisi pendakian. Meskipun banyak pendaki berencana untuk turun pada malam hari, mereka terpaksa menunggu hingga pagi hari berikutnya untuk melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, berita lainnya mengangkat isu sekitar 500 ribu tiket pesawat ke Jepang yang dibatalkan oleh penumpang dari China, menyusul peringatan dari pemerintah Beijing untuk menghindari perjalanan ke negara tersebut. Ketegangan diplomatik antara kedua negara menjadi salah satu penyebab utama di balik keputusan tersebut, yang berdampak signifikan pada industri penerbangan.
Situasi Pendaki di Ranu Kumbolo Saat Erupsi Gunung Semeru
Pada Kamis pagi, seluruh pendaki akhirnya melakukan perjalanan turun menuju Ranupani setelah briefing yang diadakan pada pukul 05.30 WIB. Dari 187 pendaki yang semula berada di Ranu Kumbolo, situasi sudah aman dan tidak ada aktivitas pendakian yang berlangsung pada saat itu.
Pengelola wisata berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting mengenai keselamatan dan kewaspadaan saat berada di daerah rawan bencana. Kesadaran akan kondisi alam seharusnya menjadi prioritas bagi setiap pendaki yang menjalani aktivitas petualangan di gunung.
Walaupun situasi mendesak seperti ini sering kali tidak terduga, koordinasi yang baik antara pendaki dan pihak pengelola wisata menjadi kunci untuk menjaga keselamatan bersama. Kebersamaan dan solidaritas antarpendaki pun terlihat kuat selama peristiwa tersebut.
Akibat Pembatalan Tiket Pesawat oleh Penumpang China
Data menunjukkan bahwa pemesanan tiket pesawat ke Jepang dari China mengalami penurunan yang drastis, dari 1,5 juta tiket aktif menjadi hanya satu juta dalam waktu dua hari. Analisis menunjukkan bahwa peringatan pemerintah Tiongkok berkaitan dengan ketegangan diplomatik memberikan dampak yang besar bagi sektor penerbangan.
Banyak analis mengamati bahwa dampak psikologis dari peringatan tersebut membuat para penumpang ragu untuk melakukan perjalanan. Peningkatan ketegangan diplomatik antara kedua negara pun menyebabkan ketidakpastian yang berdampak pada industri pariwisata.
Dalam situasi seperti ini, berbagai langkah perlu diambil oleh pemerintah dan maskapai agar situasi tidak semakin memburuk. Diskusi terbuka antara kedua pihak dapat membantu meredakan ketegangan serta memulihkan kepercayaan masyarakat untuk kembali berwisata.
Gala Penghargaan Film Korea Selatan yang Meriah
Sementara itu, dunia hiburan Korea Selatan juga menjadi sorotan dengan berlangsungnya ajang penghargaan Blue Dragon Film Awards 2025 pada Rabu malam, 17 November 2025. Acara yang dihelat di KBS Hall, Yeouido, Seoul ini mengundang banyak bintang terkenal untuk bersinar di karpet merah.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah dari Son Ye Jin, yang tampil menawan dengan gaun tanpa punggung dan potongan rambut bob pendek. Busana yang dikenakannya memancarkan pesona dan keanggunan yang berhasil membuatnya menjadi bintang malam itu.
Selain Son Ye Jin, banyak selebriti lainnya juga menunjukkan gaya memukau mereka di karpet merah acara tersebut. Mereka hadir dengan berbagai outfit yang mencerminkan gaya dan kepribadian masing-masing, menambah semarak gala penghargaan yang menjadi ajang perayaan bagi insan perfilman Korea Selatan.







