Jakarta saat ini berhadapan dengan sebuah kasus yang mencengangkan. Penemuan dua kerangka manusia dalam kondisi yang sangat parah menyisakan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat, menunjukkan betapa seriusnya situasi yang terjadi. Kondisi kerangka yang hangus membuat pihak kepolisian bersikap hati-hati dalam menangani kasus ini.
Proses Penyelidikan dan Penemuan Kerangka
Polres Metro Jakarta Pusat kini fokus pada penyelidikan mengenai dua kerangka manusia yang ditemukan oleh tim teknis saat melakukan pengecekan gedung untuk renovasi. Penemuan ini terjadi pada hari Kamis, dan segera dilaporkan kepada pihak berwenang.
Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, memberikan penjelasan mengenai proses penyelidikan. Dia menyatakan bahwa polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai temuan tersebut.
Hasil dari olah TKP menunjukkan bahwa kerangka terbakar tersebut ditemukan tertimbun di plafon gedung yang terbakar. Penemuan ini mengejutkan dan menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat.
Keterkaitan dengan Pemuda yang Hilang Pasca-Demo
Kerangka yang ditemukan ini mengundang perhatian terutama karena ada sejumlah laporan orang hilang setelah protes yang berlangsung di sekitar wilayah tersebut. Dua pemuda, Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, diketahui hilang pasca-demonstrasi.
Koalisi sipil yang mengawasi kejadian ini mencatat bahwa dua orang tersebut masih belum ditemukan. Masyarakat dan keluarga keduanya sangat khawatir akan keselamatan mereka.
Pihak kepolisian masih mencari bukti untuk memastikan apakah kerangka yang ditemukan berkaitan dengan kasus hilangnya Reno dan Farhan. Masyarakat berharap bahwa penyelidikan berlangsung transparan dan adil.
Pemeriksaan Forensik dan Sampel DNA
Setelah penemuan kerangka manusia, pihak kepolisian segera membawa kerangka tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses forensik dilakukan untuk mendapatkan hasil yang akurat mengenai identitas korban.
Pengambilan sampel DNA juga dilakukan untuk mencocokkan dengan keluarga dari kedua pemuda yang hilang. Proses ini menjadi langkah penting dalam upaya pengungkapan fakta di balik penemuan tersebut.
Hasil dari pemeriksaan forensik diharapkan segera bisa memberikan gambaran jelas mengenai identitas kerangka manusia yang ditemukan. Namun, penyelidikan masih terus berlanjut.
Respons dari Koalisi dan Aktivis Hak Asasi Manusia
Koalisi sipil, termasuk KontraS, aktif memperhatikan perkembangan kasus ini. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk menjaga transparansi dalam proses penyelidikan dan memberikan informasi yang jelas kepada publik.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengungkapkan dukungannya terhadap keluarga korban. Dia berharap penyelidikan ini akan dilakukan secara hati-hati dan dengan mempertimbangkan hak asasi manusia.
Jane juga menekankan pentingnya hasil forensik dalam menentukan hubungan antara kerangka manusia yang ditemukan dan pemuda yang hilang. Banyak yang masih menunggu hasil yang akurat mengenai hal ini.







